Kita Berbeda Tetapi Kita Satu

Kita Berbeda Tetapi Kita Satu
Bab 21 Kantin


__ADS_3

Setelah papa Yanto dan juga mama Indah masuk ke dalam mobil. Mama indah langsung angkat bicara.


"Antonius jadi gini nak. Papa sama mama membeli ponsel baru untuk kamu karena kami melihat kamu belum punya ponsel.


Kami juga mendengar bahwa teman-teman mu di sekolah selalu membicarakan kamu di sekolah karena kamu yang tidak punya ponsel seperti mereka. Bahkan mereka tidak mau berbicara sama kamu. Papa sama mama tau itu semua. Untuk itu mama sama papa mohon kamu menerima ponsel ini supaya kamu juga bisa semakin mudah untuk mengakses pembelajaran ya nak. Kami tau bahwa kamu pasti mau menolak pemberian kami. Maka dari itu mama sama papa mohon kamu menerima ponsel ini ya" ucap mama Indah sambil melihat ke arah Antonius.


Bukannya Antonius nga mau ma. Tapi nanti ibu sama ayah di rumah pasti menolak. Lagipula apa kata teman-teman di sekolah. Pasti nanti Antonius dikatain.


Nga akan ada yang berani ngatain anak papa nanti. Kalau ada papa akan babat habis dia. Soal ibu sama ayah di rumah papa sama mama yang akan bicara nanti. Jadi Antonius nga usah khawatir itu soal itu sahut papa Yanto kepada Antonius.


Udah adek Astrid. Langsung di terima saja ponsel pemberian mama sama papa. Nga usah khawatir kalau masalah di sekolah ucap Astrid meyakinkan Antonius bahwa semua akan baik-baik saja.


Ingat kata-kata papa Ini.


"Jangan biarkan kesulitan membuat mu gelisah. Karena bagaimana pun juga hanya di malam yang paling gelap Bintang-bintang tampak lebih bersinar indah. Sedangkan anak-anak papa harus terus bersinar apa pun yang terjadi dan di mana pun kalian berada nanti" ucap papa Yanto kepada Antonius dan juga Astrid.

__ADS_1


Jadi handphone ini untuk Antonius pa?


tanya Antonius kepada papa Yanto.


"Iya nak. Ini untuk kamu"


Jawab papa Yanto sambil memberikan kontak yang berisi handphone untuk Antonius.


Setelah Antonius menerima kotak handphone itu. Antonius langsung membuka dengan semangat.


Iya nak sama-sama. Handphone kamu sama kayak Astrid nak. Casing nya juga sama. Kamu tetap suka kan nak? tanya mama Indah.


"Iya ma Antonius suka kok"


Oh iya nak. Papa tadi udah masukin nomor papa, nomor mama, sama nomor Astrid ya di ponsel kamu. Jadi kalau ada apa-apa bisa nanti langsung nelpon. Kalau butuh sesuatu jangan sungkan bilang sama papa mama sama Astrid juga ya nak ucap papa Yanto kepada Antonius.

__ADS_1


Siap papa. Makasih ya pa. Antonius sebenarnya udah lama mau beli ponsel. Tapi karena mau berhemat Antonius jadi tunda dulu.


Antonius janji bakalan lebih semangat lagi untuk belajar.


"Iya nak sama-sama." ucap papa Yanto.


Astrid nanti jangan lupa ajarin Antonius kalau masih ada yang belum tau. Antonius juga kalau memang belum ngerti make nya, tanya sama Astrid ya nak.


Iya pa. Pasti nanti Astrid ajarin kok. Antonius nya aja nanti selalu ke perpustakaan. Kalau mau ke kantin mesti Astrid paksa dulu pa biar dia mau ikut ucap Astrid mengadu ke papa Yanto.


Iya Antonius? tanya mama Indah kepada Antonius.


Ehh, bukan begitu ma. Antonius memang jarang ke kantin. Tapi kalau sama Astrid Antonius ikut kok ma.


Iya nak. Mungkin kamu punya alasan tersendiri mengapa kamu nga ke kantin.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2