
Setelah aku menyiapkan alat-alat tulis ku dan juga buku-buku ku.
Aku berpamitan kepada ayah dan ibu.
"Yah, Bu, Antonius berangkat dulu ya.
Nanti Anto nga akan lama cuma sampai jam 5 sore saja ya".
Aku pun menyalami tangan ayah dan juga ibu.
Astrid juga berangkat ya paman, Bu.
Nanti se sudah selesai belajar, aku akan mengantar Antonius ke sini lagi.
Paman sama ibu nga usah khawatir ya.
Ucap Astrid kepada ayah dan juga ibu.
"Iya nak.
Paman sama ibu percaya kok sama kamu.
Ya udah sana berangkat nanti keburu siang.
Hati-hati di jalan ya" jawab ayah ku kepada Astrid.
Baik paman ucap Astrid.
Astrid pun menyalami tangan ayah dan juga ibu.
Kami pergi dulu ya paman, Bu.
Iya, hati-hati ya, jawab ibu ku.
Didalam mobil.
"Ayo paman, kita pulang ke rumah" ucap Astrid kepada paman supir.
Iya nak kita berangkat.
Kami pun berangkat,
setelah berkendara kurang lebih setengah jam.
__ADS_1
Akhirnya kami pun sampai di rumah Astrid.
"Ayo Antonius silahkan masuk.
Anggap rumah sendiri ya, jangan terlalu sungkan" ucap Astrid kepada ku.
"Iya Ast".
"Mama papa, Astrid udah pulang" ucap Astrid sambil berteriak.
"Iya nak, nga usah teriak-teriak juga.
Kuping mama jadi sakit nih".
Teriak mama nya Astrid.
"Ini nih mah, kita punya tamu" ucap Astrid kepada mama nya.
Eh, kamu ya yang namanya Antonius itu.
Kelas X IPS.
Iya kan nak? tanya mama Astrid kepada ku.
Kenalin nama bibi Indah Permatasari, panggil bibi Indah saja ya.
Saya yang nama nya Antonius.
Aku pun berjalan ke arah mama Astrid, dan menyalami tangan nya.
"Wah, bukan cuma ganteng, tapi sikap nya juga sangat sopan".
Terimakasih bibi ucap ku membalas pujian mama Astrid.
"Ayo-ayo silahkan masuk.
Kita berbincang-bincang di ruang tamu saja.
Ayo nak lewat sini" ucap mama Astrid.
Baik Bibi.
"Ihh mama kok nggak ngajak aku juga.
__ADS_1
Astrid kesal ini" ucap Astrid dengan nada yang seolah-olah di buat kesal.
"Ngapain mama ngajak kamu lagi.
Kamu kan udah tau dimana letak ruang tamu.
Dasar.
Ayo nak Antonius, ikut sama bibi nga usah dengar omongan Astrid, dia itu kek toa.
Hahaha" ucap mama Astrid sambil menarik tangan ku dengan lembut.
"Papa, papa ini ada Antonius, teman nya Astrid, ini loh pa yang ganteng itu".
Ucap mama Astrid.
"Aku yang di bilang seperti itu merasa canggung dan malu.
Dan aku hanya bisa pasrah dan diam untuk kali ini" ucap ku dalam hati.
Iya mah, tapi tangan Antonius nya nga usah di pegang-pegang seperti itu.
Kan kasian dia mama tarik dari tadi.
Ucap papa Astrid.
Eh, hehehe maaf pa.
Mama terlalu senang.
Maafin bibi juga ya Antonius, bibi malah narik kamu terus dari tadi.
"Iya bibi, tidak apa-apa", ucap ku dengan sopan.
"Halo paman, nama saya Antonius, saya teman nya Astrid paman, dan saya masih kelas X paman" ucap ku dengan sopan sambil mencium punggung tangan papa Astrid.
"Salam kenal juga nak, saya papa nya Astrid, panggil paman Yanto saja.
Dan kamu juga nga usah terlalu canggung begitu.
Anggap saja kami ini juga keluarga kamu.
Jadi tidak perlu kaku ya", ucap paman Yanto kepadaku.
__ADS_1
"Baik paman".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...