
Kami akhirnya berhasil sampai ke lokasi penemuan Rangga waktu dia masih kecil, lokasinya masih becek karena terkena hujan dan mungkin akan sulit mencari dalam keadaan becek seperti ini.
Untung saja kami membawa sekop, supaya bisa mencari petunjuk di dalam lumpur yang ada di lokasi ini. Kami pun mulai mencari dan menepikan lumpur menggunakan sekop yang kami bawa.
"Lo cari sebelah sana, dan gue sebelah sini" ucap Rangga sambil nunjuk lokasinya
"Ok, gue ke arah sebelah sana" Randy pun pergi ke lokasi yang disuruh Rangga
"Iya, tapi lo harus hati-hati takutnya ada ular cobra" ucap Rangga
"Jangan nakutinlah, nanti gue beneran ketemu gimana?" ucap Randy yang sedikit ketakutan
"Tinggal pukul pakai sekop, seperti ini" ucap Rangga sambil mencontohkan memukul ular
"Kalau gue gak kena gimana?" tanya Randy
"Kalau gak kena ya lari" ucap Rangga sambil tertawa
Randy pun langsung pergi dari situ dan mulai menggali di lokasi yang di tunjuk Rangga. Rangga dan Randy mulai menggali dan menepikan lumpurnya, siapa tau ada petunjuk yang bisa menjelaskan, kenapa mereka berdua punya kekuatan seperti ini.
Satu jam telah berlalu tapi mereka belum menemukannya, lalu mereka mencoba
pindah lokasi dan mulai menggali lagi. Namun mereka masih belum bisa
menemukannya, mereka pun mencoba pindah posisi dan mencari kembali.
Tapi tetap saja hasilnya nihil, mereka tidak menemukan petunjuknya, lalu Randy berpikir sejenak apakah ada yang memindahkannya dari TKP(Tempat Kejadian Perkara).
"Rangga, Bapak lo pernah memindahkan sesuatu disini gak?" tanya Randy
"Gak tau ya, dia belum pernah cerita apa-apa ke gue" jawab Rangga
"Menurut gue mungkin sudah di pindah karena kita sudah mencari di lokasi tapi tidak ada" ucap Randy menjelaskan
__ADS_1
"Bisa jadi sih, mungkin akan ada kejadian besar apabila kita menemukannya" ucap Rangga
"Contoh kejadiannya seperti apa?" tanya Randy penasaran
"Kematian mungkin" jawab Rangga dengan entengnya
"Mana mungkin dan gue gak mau jika itu beneran terjadi, apakah lebih baik kita batalin aja ya" ucap Randy
"Kenapa lo takut?, gue cuma bercanda tadi gak usah di anggap serius" ucap Rangga
"Rangga coba kita cari di dekat gubuk ayah lo?" tanya Randy
"Baiklah, kita coba cari di situ siapa tau dia membuang barang itu saat membawanya ke gubuk" ucap Rangga
Akhirnya kami pun pergi menuju gubuk ayah Rangga. Untuk mencari kembali barang yang di buang sama ayah Rangga.
Kami berdua pun pergi menuju gubuk ayahnya Rangga, disini kami melanjutkan untuk mencari barang yang bisa menjadi petunjuk mengenai mengapa kami bisa saling merasakan satu sama lain.
"Rangga, kenapa Bapak lo buat gubuk, ini kan bukan tanah dia?" tanya Randy
cuma gubuk ini di tinggalkan sama yang pemiliknya, jadi Bapak gue hanya menumpang di gubuk ini" jawab Rangga
"Untuk apa ayah lo menggunakan gubuk ini?" tanya Randy
"Supaya dia bisa istirahat setelah mengambil sayur-sayuran" jawab Rangga
"Kenapa ayah lo gak langsung pulang?" tanya Randy kembali
"Iya pengennya sih gitu, tapi kan capek juga ayah gue setelah ngambil sayur dan gak mungkin dong langsung pulang naik motor nanti jatuh dari motor" ucap Rangga
Setelah lama mengobrol, akhirnya mereka sampai di gubuk yang di tinggalkan sama pemilik tanah ini. Gubuk ini terbuat dari bambu, dan atapnya dari seng, suasana disini cukup mencekam seperti ada sesuatu yang menunggu.
Randy pun melihat gubuknya dengan tatapan aneh, "Kita sudah sampai ya?" tanya Randy
__ADS_1
"Iya, ini gubuk yang aku ceritakan tadi, cukup sederhana kan gubuknya?" ucap Rangga
"Iya, sederhana banget, disini gak ada kompor untuk masak?" tanya Randy
"Gak lah, kadang ayah gue hanya menyimpan air minum disini" jawab Rangga
Rangga dan Randy masuk dalam gubuk. "Kebetulan nih gue haus dan capek
banget, bisa tolong carikan air putihnya Rangga" ucap Randy sambil duduk di dalam gubuk.
"Dasar malas, lo tunggu disini dulu biar gue ambilkan air buat lo" ucap Rangga sambil berdiri
"Ok, gue tunggu disini dulu" ucap Randy
Rangga pun mencari air putih di dalam gubuk, setelah beberapa menit Rangga pun keluar dengan membawa air putih, gelas dan piring.
"Ini ada air putihnya satu botol, gelas dan piring, tapi piring ini aneh deh" ucap Rangga sambil memegang piringnya
"Aneh kenapa Rangga?" tanya Randy
Rangga pun melihat piringnya, "Ada tulisan aneh di sekitar piringnya, cuma ini nampaknya bukan bahasa indonesia" ucap Rangga kebingungan
"Sini gue lihat dulu piringnya" ucap Randy
Rangga pun berbalik badan dan duduk, "Nih piringnya ambil saja, lo air putihnya tetap mau?" tanya Rangga sambil menyerahkan piringnya ke Randy
"Maulah, tuangkan airnya ke gelas" ucap Randy
"Ok, gue tuangkan airnya" ucap Rangga sambil menuangkan airnya ke gelas
"Makasih ya Rangga" ucap Randy
Randy pun mencoba melihat piring yang di temukan Rangga di gubuk ayahnya. Setelah lama Randy perhatikan, ternyata di piringnya memang ada tulisan, tapi Randy bingung dan tidak bisa menerjemahkannya. Karena bahasa yang di pakai ini seperti bahasa kuno yang jarang sekali di gunakan oleh masyarakat, mungkin hanya orang yang hidup di zaman dulu yang bisa menerjemahkan tulisan yang ada di piring ini.
__ADS_1
Bersambung