
Ayu pun ikut baring di pantai, "Akhirnya lo ikutan baring juga" ucap Randy sambil menoleh ke Ayu
"Yu gue senang kita bisa menikmati hari indah ini bersama" ucap Randy
"Randy, kenapa lo begini, lo tega banget mau ninggalin gue?" ucap Ayu
"Gue sebenarnya juga takut ninggalin lo, gue takut lo nanti jalan-jalan dengan siapa jika gue gak ada" ucap Randy
"Pasti ada jalan kalau lo mau di operasi Randy" ucap Ayu
"Percuma yu, peluang gue untuk hidup cuma 10 persen, gue tetap akan mati" ucap Randy
"Lu gak boleh menyerah seperti itu dong, lu gak seperti orang yang gue kenal" ucap Ayu
"Memangnya orang yang kamu kenal seperti apa?" tanya Randy
"Dia itu baik, suka menolong dan juga suka gombal" ucap Ayu
"Sebenarnya gue tidak baik, gue hanya pendendam, gue hanya menyimpan kebencian dalam diri gue, dan gue menjadi baik semenjak ketemu Rangga" ucap Randy menjelaskan
"Terus Rangga juga yang mengajarkan lo putus asa?" tanya Ayu
"Bukan dia tapi ini hanya keegoisan gue saja, gue gak mau lo dan keluarga gue terbebani karena kepergian gue" ucap Randy
Setelah lama mengobrol Rangga pun sampai dipantai dan mencari Ayu dan Randy.
"Ayu...!!! Randy....!!!" teriak Rangga
"Itu ada suara Rangga, Rangga kami disini!!!" teriak Ayu sambil berdiri melambaikan tangan
Rangga pun pergi menemui Ayu dan Randy, "Yu, Randy mana?" tanya Rangga
"Ini baring di sebelah gue" jawab Ayu
"Randy lo ngapain disini, ayo buruan ke rumah sakit!" ucap Randy
"Gue gak mau, gue juga akan mati kalau operasi" ucap Randy
__ADS_1
Tiba-tiba Randy mengeluarkan darah yang sangat banyak dari mulutnya dan kemudian pingsan. Rangga dan Ayu pun mendekati tubuh Randy.
"Randy...!!! Sadarlah...!!!" ucap Ayu
"Nampaknya dia sudah sampai batasnya" ucap Rangga
"Kita harus gimana ini Rangga?"
"Ayu gue akan menyelamatkannya dengan cara lain, sebaiknya lo mundur dulu" ucap Rangga
"Pakai cara apa Rangga?" tanya Ayu
"Ingat gak Randy pernah cerita soal piring, kami waktu itu menemukan piring" ucap Rangga
"Piring yang kalian temukan di hutan?" tanya Ayu
"Iya benar yu, dan di situ tertulis bahwa piring itu bisa menyembuhkan tapi dengan syarat" ucap Rangga
"Syaratnya apa?" tanya Ayu
"Biarkan kami berdua saja disini lo pergi ke tempat lain" ucap Rangga berbohong
"Gak mungkin gue bohong, lo percaya saja sama gue yu" ucap Rangga meyakinkan
"Baiklah gue percaya sama lo, tolong selamatkan orang yang paling gue cintai" ucap Ayu
"Gue janji akan selamatkan dia, ini adalah bentuk balas budi gue" ucap Rangga
"Baiklah Rangga" ucap Ayu
[Flashback]
Hari dimana Rangga mengambil piring sama si meong
"Ong, apa maksud dari bagian yang hilang?" tanya Rangga
"Dari yang gue lihat, disini tertulis percaya" jawab Meong
__ADS_1
"Maksud lo?" tanya Rangga kebingungan
"Kita mesti percaya satu sama lain" ucap Meong
"Apakah ada kata yang kain dari piring?" tanya Rangga
"Ada tulisan tangan alien, dan gue gak bisa menerjemahkannya" ucap Meong
"Maksud lo ini gak bisa di terjemahkan?" tanya Rangga
"Gue gak yakin sih tapi sepertinya tidak bisa" ucap Meong
Rangga pun memegang piring dan jatuh pingsan, setelah beberapa jam langsung tersadar kembali.
"Akkkhh...kepala gue sakit" ucap Rangga sambil memegang kepalanya
"Gue kenapa?" tanya Rangga ke Meong
"Lo pingsan tadi ketika memegangnya" ucap Meong
"Beneran, pantesan kepala gue sakit" ucap Rangga
"Tadi lo kenapa bisa pingsan?" ucap Rangga
"Gue juga gak tau, tadi seperti ada informasi yang masuk" ucap Rangga
"Informasi seperti apa?" tanya Meong
"Cara menyembuhkan orang menggunakan piring" ucap Rangga
"Hebat dong, bisa gak di gunain ke gue" ucap Meong
"Jangan...ini untuk keadaan genting saja, lagipula hanya bisa digunakan satu kali" ucap Rangga berbohong
"Lo mau gunakan untuk siapa?" tanya Meong
"Mungkin untuk Randy" ucap Rangga
__ADS_1
Bersambung