
Kami pun masuk ke rumah pak Ridho. Dan di suruh duduk di kursi ruang tamu.
"Pak masih kenal aku kan?" ucap Randy sambil nunjuk diri sendiri
"Iya, kamu Randy kan, kembarannya Rangga" ucap Pak Ridho sambil melihat Randy
"Iya pak, dan juga ada sesuatu yang mau kami berdua bicarakan" ucap Randy
"Silahkan duduk dulu aku akan mengambilkan kalian air putih" ucap Pak Ridho mempersilakan
"Iya, gak usah repot-repot pak, kami juga sudah makan di kantin" jawab Randy
"Gak apa-apa kalian kan pasti capek habis perjalanan jauh" ucap Pak Ridho
"Iya pak, makasih ya pak" ucap Randy
Kami pun duduk sambil menunggu Pak Ridho kembali dari dapur, "Bapakmu baik ya Rangga" ucap Randy
"Dia memang selalu gitu, ngerepotin" ucap Rangga
"Gak lah, dia masih lebih baik di bandingkan ayahku" ucap Randy
Tak berapa lama ada cewek cantik masuk ke rumah pak Ridho. Dia tiba-tiba langsung teriak. Karena melihat wajah kami berdua.
"HHHhhhh...aaannttuuuu!!!" teriak cewek cantik ini
Cewek itu pun langsung pingsan, "Siapa ini Rangga?" tanya Randy sambil menghampirinya
Rangga pun menghampiri kakaknya, "Itu kakak gue, dia penakut" ucap Rangga
"Rasanya gue pernah melihatnya deh" ucap Randy mengingatnya
"Lo pasti lihat dia di kampus kan soalnya dia kampusnya sama dengan kita" ucap Randy
"Beneran, dia satu kelas dengan kita juga?" tanya Randy
__ADS_1
"Ya bukanlah, kan dia kakak tingkat" ucap Rangga
"Ayo kita bawa ke kamarnya, kasian tuh baring di lantai" ucap Randy mengajak
"Biarin aja dah, berat soalnya" ucap Rangga menolak
"Hush, gak boleh gitu, gue bantuin dah" ucap Randy
"Tapi lo jangan cari kesempatan ya Randy" ucap Rangga mengancam
"Tenang saja mana mungkin gue cari kesempatan, gue cuma megang tangan
doang" ucap Randy
"Iya dah, gue percaya" ucap Rangga
Rangga dan Randy pun mengangkat Ayu ke kamarnya. Setelah selesai di letakkan di kasur, Randy dan Rangga pun keluar dan duduk kembali di kursi. Tak berapa lama Pak Ridho pun datang membawa air putih dan di sediakan di meja.
"Ini minumannya" ucap Pak Ridho sambil meletakkan gelas dan air putihnya
"Makasih yah" ucap Rangga
"Gak apa-apa, tadi ayah dengar suara kakakmu teriak?" tanya Pak Ridho
"Dia pingsan tadi melihat kita berdua" ucap Rangga
"Pasti di kiranya kalian hantu" ucap Pak Ridho sambil tertawa terbahak-bahak
"Iya pak, emang bapak gak ceritain sama dia?" tanya Randy
"Dia sibuk sendiri kalau lagi di rumah jadinya Bapak gak sempat bilang padanya" ucap Pak Ridho menjelaskan
"Oh, gitu ya Pak" ucap Randy
"Ngomong-ngomong, kalian berdua mau tanya apa tadi?" tanya Pak Ridho
__ADS_1
"Oh, iya pak, kemaren aku dan Rangga menemukan piringnya" ucap Randy
"Piring apa?" tanya pak Ridho kebingungan
"Piring aneh yang bapak ceritakan" jawab Randy
"Oh, piring itu, kalian udah tau itu untuk apa?" jawab Pak Ridho
"Kami belum tau semuanya yah" ucap Rangga
"Kenapa belum semuanya?" tanya pak Ridho penasaran
"Karena ada bagian dari piring yang hilang mungkin pecah saat jatuh" ucap Randy
"Tapi bapak gak pernah menjatuhkannya" ucap Pak Ridho
"Mungkin saat Rangga jatuh ke hutan piringnya sudah ada di tangan Rangga" ucap Randy berspekulasi
"Jadi aku jatuh sambil membawa piring" ucap Rangga menyambungkan pembicaraan
"Bisa jadi sih" jawab Pak Ridho
"Mending gak usah berspekulasi dulu deh karena kita gak tau juga, soalnya ini masih teori yang mungkin bisa terjadi" ucap Randy
"Jadi gimana kita akan cari tau kebenarannya?" tanya Rangga
"Mungkin kita bisa tanyakan teman di kampus gue yang paham dan bisa memecahkan bagian yang hilang ini" ucap Randy
"Siapa yang bisa menerjemahkannya Randy?" tanya Rangga penasaran
"Mungkin si meong bisa memecahkannya" ucap Randy
"Siapa si meong?, gue belum pernah dengar di kampus yang namanya meong" ucap Rangga penasaran
"Temen kampus, dia di juluki si meong oleh teman-teman di kampus" jawab Randy
__ADS_1
"Kok bisa di juluki si meong?" tanya Rangga lagi
Bersambung