Kita Kembar

Kita Kembar
Rangga Di Culik


__ADS_3

Di hari yang sama ketika Rangga selesai menelpon Randy. Rangga mendapatkan telpon lagi setelah itu.


"Halo" ucap seorang cewek dengan nada lembut


"Halo siapa ini?" tanya Rangga


"Ini mantan pacar lo" jawab cewek itu


"Oh, Desi, lo kenapa nelpon gue lagi?" tanya Rangga


"Gue butuh bantuan lo, gue kurang uang untuk bayar makanan, bisa bantu gue gak?" ucap Desi memohon


"Memangnya lo lagi dimana?" tanya Rangga


"Di tempat makan yang biasa kita makan kalau lagi kencan" ucap Desi


"Oh, disana, bentar lagi gue datang" ucap Rangga


Pergilah Rangga ke tempat makan itu, dan bertemu dengan mantannya Desi.


"Rangga ke sini!!!" teriak Desi sambil memanggil Rangga


Dalam hati Rangga bahwa Rangga sudah merasakan perasaan yang tidak mengenakkan. "Iya Bentar" ucap Rangga sambil mendatangi Desi


"Tolong ya lo bayarkan semua makanan teman-teman gue" ucap Desi memohon


"Gue gak bisa, gue gak punya banyak uang untuk bayar semua" ucap Rangga


"Gue janji deh kita bakalan pacaran lagi kalau lo bayar" ucap Desi sambil menggoda Rangga


"Gak, gue gak bisa" ucap Rangga sambil keluar dari toko


Lalu tiba-tiba Rangga tidak sadarkan diri. Ternyata Rangga di bius dan di bawa dua orang teman Desi itu menuju gudang kosong.


Rangga pun sadar dari pingsan dan terbangun di tempat yang dia gak


tau, "Gue di mana?, lepaskan gue!!!" teriak Rangga


Datanglah Desi dari belakang Rangga menuju ke depannya, "Sudah sadar rupanya" ucap Desi


"Desi, ini perbuatan elo?, lo kenapa mengikat gue?" tanya Rangga


"Iya ini gue, apa lo sudah lupa apa yang lo lakukan terhadap gue?" tanya Desi


"Gue gak pernah melakukan apa-apa kepada lo" ucap Rangga membantah


"Gak pernah ya, lo kenapa mutusin gue?" tanya Desi


"Itu kan karena lo selingkuh di depan gue!!!" jawab Rangga


"Gue gak selingkuh yang lo lihat itu adik sepupu gue" jawab Desi


"Tapi kalian waktu itu mesra sekali dan gue kira dia itu pacar lo" ucap Rangga


"Lo masih saja tertipu, waktu itu gue hanya ingin membuat lo cemburu Rangga. Tapi ketika gue melihat reaksi elo langsung mutusin gue tanpa tau penyebabnya itu yang membuat gue membenci lo" ucap Desi sambil marah


"Kenapa benci bukannya lo masih sayang sama gue?" tanya Rangga


"Sayang, gue memang pernah sayang sama lo tapi itu dulu, tapi gimana dengan lo, lo dari dulu gak pernah sayang dengan gue?" ucap Desi


"Gue dulu juga sayang lo" ucap Rangga


"Tapi hanya di mulut saja, tapi di hati lo masih menyayangi kakak lo" ucap Desi


"Gak gue gak pernah sayang sama dia" ucap Rangga menyangkal


"Masih mau menyangkal lagi, pukul dia biar memberi tau yang sebenarnya!" ucap Desi


Rangga pun terus-menerus dipukul sampai mengaku bahwa dia mencintai kakaknya.

__ADS_1


"Cukup dulu, nanti dia gak sadarkan diri!" teriak Desi untuk menghentikan temannya memukul


"Rangga, gimana masih mau ngaku?" tanya Desi


"Gak, gue gak akan mengaku" balas Rangga


"Ayo kalian berdua pukul dia lagi sampai mengaku kalau perlu sampai pingsan!" ucap Desi memerintahkan


Sementara itu di taman, Randy dan Ayu sedang duduk berduaan di taman.


"Gue gak mungkin bisa jelaskan disini yu, lebih baik kita cari Rangga dulu" ucap Randy


"Baiklah, tapi siapa yang nyetir, gue gak bisa" jawab Ayu


"Gue tetep yang nyetir, dan lo ambil hp gue untuk navigasi" ucap Randy sambil memberikan Hpnya


"Memangnya bisa?" tanya Ayu


"Bisa, di hp Rangga, gue sudah pasang alat pelacak" ucap Randy


"Sejak kapan lo memasangnya?" tanya Ayu


"Ketika bermalam di rumah Rangga" ucap Randy


"Ayo cepat, kita harus mencari Rangga" ucap Randy


Randy dan Ayu pun kembali ke mobil dan pergi untuk mencoba mencari Rangga.


Randy dan Ayu sedang berada di dalam mobil untuk mencari Rangga.


"Ayu kemana arah navigasinya?" tanya Randy sambil menyetir


"Ini sepertinya gak terlalu jauh dari taman tadi" ucap Ayu


"Ok, di depan ada simpang kita harus kemana?" tanya Randy


"Lurus saja nanti di simpang kedua baru belok kanan" ucap Ayu sambil nunjuk arahnya


"Dari perasaan yang gue rasakan ini" jawab Randy


"Memangnya bisa?" tanya Ayu lagi


"Bisa, karena kami di beri kekuatan sama piring" jawab Randy menjelaskan


"Gak mungkin, mana ada di dunia ini yang seperti itu?" balas Ayu


"Ada, nanti gue perlihatkan sama lo, lo fokus saja yu sama navigasinya" ucap Randy panik


"Ok, itu simpangnya, kita belok kanan, setelah ini lurus saja" ucap Ayu mengarahkan


"Gue mau tanya lagi?" tanya Ayu masih penasaran


"Iya, tanya apa lagi?" balas Randy


"Misalnya salah satu dari kalian dipukul, kalian akan sama-sama merasakan sakit?" tanya Ayu


"Iya, makanya gue tau Rangga lagi di pukul" jawab Randy


"Kok bisa dia dipukul, lo tau penyebabnya?" tanya Ayu


"Gak, tapi gue tau pelakunya" ucap Randy


"Kok lo bisa tau? Memangnya siapa pelakunya?" tanya Ayu penasaran


"Ini cuman spekulasi, mungkin pelakunya adalah mantan pacarnya" ucap Randy


"Lo tau dari mana?" tanya Ayu keheranan


"Rangga tadi marah dan sedih, itu menandakan dia kenal sama orang yang

__ADS_1


menghajarnya" ucap Randy menjelaskan


"Mantan Rangga yang namanya Desi" ucap Ayu


"Mungkin itu, gue juga gak tau, gak pernah di ceritakan sama gue" ucap Randy


"Awas saja Desi itu, nanti akan gue hajar balik" ucap Ayu yang lagi marah


"Jangan dendam yu, kalau kita dendam akan menghasilkan sesuatu yang buruk untuk kita nantinya" ucap Randy menenangkan Ayu


"Iya maaf, habisnya gue kesal sama Desi" ucap Ayu yang masih kesal


"Ngomong-ngomong navigasinya gimana yu?" tanya Randy


"Oh, iya, sorry lupa, setelah lurus bentar lagi ada simpang lalu kita


ke kiri" ucap Ayu


"Ok, coba lo lihat belakang, ada barang buat mukul gak!" ucap Randy menyuruh Ayu


Ayu pun melihat ke belakang, "Coba gue lihat ya" ucap Ayu sambil mencari barang yang dibilang sama Randy.


Setelah lama mencari, barangnya tetap gak ada, "Gak ada Randy" ucap Ayu


Ayu pun kembali ke kursi depan, "Berarti harus tangan kosong nih, navigasinya kemana lagi?" ucap Randy


"Lurus saja sampai ketemu orang jualan, lalu lurus lagi dan belok ke kiri" ucap Ayu


"Ok, kita lurus dulu" ucap Randy


"Yu itu ada yang jualan" ucap Randy


"Iya, kita lurus lagi, lalu belok kiri, dan terakhir ke kanan" ucap Ayu


Tak berapa lama akhirnya Ayu dan Randy sampai ke gudang tua. Mereka berdua


pun turun dari mobil dan mendekati ke gudang.


"Ini bener navigasinya yu?" tanya Randy


"Bener ini, arahnya menuju kesini" ucap Ayu


"Gimana kalau kita intip dulu, takutnya kita di sergap?" ucap Randy sambil berjalan perlahan menuju gudang


"Baiklah, tapi lo jangan jauh-jauh ya, gue takut soalnya" ucap Ayu sambil memegang tangan Randy supaya tidak terpisah


Kami pun berhasil berada di dekat gudang, lalu kami pun mencoba mengintip dari celah gudang, apakah memang ada Rangga di sekap dalam gudang ini.


"Lo diam aja ya jangan terlalu berisik nanti ketahuan?" ucap Randy pelan ke Ayu


Randy pun mengintip dari celah dan melihat Rangga, "Hei, Ayu itu Rangga" ucap Randy sambil nunjuk ke arah Rangga


"Mana Randy?" ucap Ayu yang mencoba untuk melihatnya juga


"Itu yang di pojok" ucap Randy sambil nunjuk ke arah Rangga


"Rangga....!!!" teriak Ayu


Seketika Randy pun menutup mulut Ayu karena teriak terlalu keras, "Shhhuuut...diam jangan berisik nanti kita ketahuan" ucap Randy sampai membuat mereka saling tatap-tatapan


Ayu pun terdiam sejenak, "Iya maaf gue terbawa suasana" ucap Ayu


sambil melepas tangan Randy dari mulutnya


"Ayo kita cari jalan pintas ke gudang" ucap Randy sambil melihat-lihat di sekitarnya


"Ayo Randy kita cari jalannya" ucap Ayu yang


mencari ke arah lain

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2