Kita Kembar

Kita Kembar
Kantor Polisi


__ADS_3

Setelah lama berkendara menuju ke kantor polisi. Akhirnya mereka sampai juga dan masuk ke dalam kantor polisi. Setelah masuk disana telah menunggu Rangga lalu Rangga pun menghampiri Randy dan Ayu.


"Kenapa kalian lama sekali?" tanya Rangga


"Kakak lo yang buat lama Rangga" celetuk Randy


"Kamu bilang apa sayang!!!" ucap Ayu sambil menoleh ke arah Randy


"Gak sayang, gue yang buat kita lama disana" ucap Randy memberi alasan


Setelah lama saling berbicara, akhirnya Randy di suruh untuk masuk ke kantor dan memberi kesaksian. Randy pun berjalan menuju ruangan kantor itu. Setelah masuk ke dalam ruangan, terlihat polisi yang sedang duduk dan membaca berkas yang ada di mejanya. Randy pun berdiri menunggu untuk di suruh duduk namun polisi itu tetap membaca berkasnya dan tak memperhatikan Randy. Randy pun berinisiatif untuk pura-pura batuk agar di perhatikan namun polisi itu tetap membaca berkasnya. Randy pun mulai kesal lalu mencoba untuk iseng teriak di depan polisi itu.

__ADS_1


"Pak selamat siang!!!" teriak Randy


Anehnya polisi itu tetap tidak mendengarkan teriakan dari Randy lalu Randy pun mencoba untuk menurunkan berkas yang menutupi wajah polisi itu. Ternyata polisi itu memakai earphone sambil membaca berkas. Setelah itu polisi itu pun menatap ke arah Randy sambil membuka earphonenya.


"Kamu siapa dan kenapa ada disini?" tanya polisi itu


"Tadi katanya saya di panggil suruh kesini untuk keterangan saksi" ucap Randy


"Oh, iya, tadi saya suruh kesini, silahkan duduk disitu" ucap polisi itu mempersilahkan Randy untuk duduk


Polisi itu pun mulai bertanya ke Randy tentang Desi dan bagaimana kejadian sebenarnya. Randy pun mulai menceritakan termasuk saat pertama kali Desi menembak Randy dan menyekap Rangga di gudang lama. Setelah itu Randy juga menceritakan kejadian pertama saat Desi kabur lalu kemudian mengancam kembali ketika Randy dan Ayu sedang bulan madu di pantai.

__ADS_1


Di sela Randy bercerita, polisi itu pun bertanya tentang piring yang bisa menyembuhkan. Namun Randy mencoba berbohong agar polisi itu tidak mencoba memanfaatkan kegunaan piring itu. Randy pun berbohong dan bilang bahwa piring itu hanya piring biasa dan pernyataan Desi itu hanya halusinasinya saja.


Namun polisi tetap tidak percaya dengan pernyataan Randy dan tetap menahan piring itu sebagai barang bukti. Setelah selesai interogasi, keluarlah Randy dari ruangan itu. Setelah keluar, Randy pun disambut sama istrinya Ayu yang langsung memegang pipinya dan menanyakan keadaan Randy. Karena Randy terlihat sangat murung ketika keluar dari ruangan itu.


"Randy ada apa?, coba ceritakan kepadaku" ucap Ayu sambil memegang pipi Randy


"Piringnya masih di tahan sebagai barang bukti, gue takut di salahgunakan nantinya" ucap Randy


"Biarkan saja lagian mereka tidak tau menggunakannya dan hanya kita bertiga yang tau" ucap Ayu


"Itu yang gue takutkan sayang, gue takut kehilangan kedua orang yang gue sayang, lo adalah satu-satunya yang merubah hidup gue dan Rangga adalah penghubung antara kita, jika gue tidak mencari Rangga waktu itu mungkin sekarang gue gak bakal menikah dan mencintaimu sayang" ucap Randy kepada Ayu sambil meneteskan air matanya

__ADS_1


"Kamu harus tenang sayang, pasti ada jalan keluar dari masalah kita nantinya" ucap Ayu sambil mengelap air mata Randy yang jatuh


Bersambung


__ADS_2