
Setelah hari menyinari kamar hotelnya, Randy pun bangun lalu melihat di sekitarnya. Randy tidak melihat Ayu yang seharusnya tidur di sebelahnya. Randy mulai merasa takut apabila Ayu di culik sama orang yang mencuri catatannya. Randy pun mencoba membuka pintu di luar namun tidak ada tanda-tanda orang masuk ke dalam. Tiba-tiba terdengar suara shower yang di hidupkan, Randy pun lalu buru-buru masuk ke dalam dan melihat siapa yang menghidupkan shower. Namun pintunya di kunci lalu Randy mencoba untuk teriak memanggil orang yang di dalam.
Lalu terdengar suara Ayu yang bilang. "Ada apa sayang?" sahut Ayu
"Gak apa-apa, aku terlalu khawatir sayang" teriak Randy dari balik pintu kamar mandi
Randy pun lalu terduduk di depan pintu kamar mandi dengan perasaan lega karena Ayu baik-baik saja. Randy pun kembali ke tempat tidurnya lalu mengambil handphonenya yang ada di tempat tidurnya. Ketika Randy mengambil handphonenya, Randy melihat pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal. Randy pun lalu membukanya dan melihat pesan itu.
Pesan itu ternyata surat ancaman yang memang bertujuan mengancam Randy. Karena di dalam surat itu tertulis. "Jika tidak menyerahkan piringnya maka salah satu keluarga kalian akan mati"
Karena surat ancaman ini, Randy mulai khawatir dengan keadaan keluarganya yang lain lalu Randy pun mencoba menelpon orang tuanya. Ketika menelpon ternyata di angkat sama mereka, lalu Randy pun mematikan telponnya kembali. Kemudian Randy sempat terfikir tentang Rangga, Randy pun lalu menelpon Rangga. Ternyata juga di angkat namun anehnya Rangga seperti kelihatan gelisah.
Randy pun lalu bertanya kepada Rangga. "Rangga, lo kenapa gelisah sekali saat ini?"
"Ayah hilang, padahal tadi malam ada bersamaku" ucap Rangga yang gelisah mencari Ayahnya
__ADS_1
"Rangga, lo gak usah panik, gue tau siapa di balik ini semua" ucap Randy menenangkan Rangga
"Mana bisa gue gak panik, Ayah gue hilang ini!!!" ucap Rangga yang kesal
"Tadi ada yang ngirim pesan ke gue, katanya gue mesti mengirimkan piring itu agar keluarga kita bisa selamat" ucap Randy menjelaskan kepada Rangga
"Tapi itu kan di kantor polisi dan itu juga bukan urusan kita, terus tadi lo bilang, lo tau siapa di balik semua ini, kenapa gak di lapor saja dan beres pasti di tangkap si pelaku" ucap Rangga
"Masalahnya yang aku curigai sudah masuk ke kantor polisi" ucap Randy
"Maksud lo Desi di balik semua ini?" ucap Rangga yang seperti tidak percaya
"Tidak mungkin, gue tau Desi dan gue gak pernah melihat itu ketika gue ke rumahnya" ucap Randy
"Mungkin bukan di rumah tapi bagaimana dengan kenalannya, bisa jadi mereka salah satu yang menyerang rumahku juga dong" ucap Randy curiga
__ADS_1
"Bener sih, gue nanti akan ke kantor polisi untuk bertanya ke Desi" ucap Rangga
"Iya, mohon bantuannya"
Ketika Rangga mau mematikan telponnya, Randy pun meminta untuk jangan dulu karena Randy masih ada yang mau di bicarakan.
"Rangga tunggu dulu" ucap Randy
"Iya, ada apa Randy?" tanya Rangga
"Rangga begini, gue jujur agak sulit pergi dari sisi Ayu, gue takut kehilangannya lagi, gue akan menjaganya kali ini Rangga, makanya gue gak bisa pergi dulu karena nunggu Ayu" ucap Randy
"Iya, gak apa-apa, kalian waspada saja, gue yakin lo bisa menjaga kakak gue" ucap Rangga
"Iya, gue janji akan menjaganya, bye Rangga" ucap Randy
__ADS_1
"Iya, bye Randy" ucap Rangga lalu mematikan telponnya
Bersambung