Kita Kembar

Kita Kembar
Tertembak


__ADS_3

Randy pun membantu Ayu berdiri, lalu membersihkan pakaian Ayu yang kotor, "Ayu, ayo kita pergi dari sini?" ucap Randy sambil memegang tangan Ayu


"Ayo kita pergi Randy" ucap Ayu sambil menutup mulutnya karena salah bicara


"Hah...Randy bukannya lo Rangga?" ucap Desi


Karena sudah ketahuan Randy pun membuka penyamarannya, "Bukan, gue Randy, gue tadi menyamar jadi Rangga" ucap Randy


"Pantes lo gak ada luka di wajah lo" ucap Desi


"Ya sudah kami pergi dulu" ucap Randy


"Kalian mau pergi kemana?" tanya Desi


"Kami mau pulanglah dan kami akan melaporkan kalian ke polisi karena telah menyerang Rangga" ucap Randy


"Tidak secepat itu, angkat tangan kalian" ucap Desi sambil mengeluarkan pistol lalu menodongkannya ke arah Ayu.


"Gue mau tanya, lo kakaknya Rangga kan?" tanya Desi


"Iya memang kenapa?" jawab Ayu


"Jadi cewek ini yang Rangga suka?" ucap Desi


"Maksud lo?" tanya Ayu


"Rangga itu memutuskan gue karena dia suka sama kakaknya" ucap Desi


"Gak mungkin, kami bersaudara tidak mungkin bisa mencintai" ucap Ayu


"Tapi kan kalian tidak sedarah kan?" tanya Desi


"Iya kami memang tak sedarah tapi gue tetap menganggap Rangga seperti adik kandung gue sendiri" ucap Ayu menjelaskan

__ADS_1


"Bohong, lo pasti masih ada rasa suka sama dia?" ucap Desi yang masih tak percaya


"Gak, gue tak pernah suka dia" ucap Ayu


"Tapi buktinya lo suka sama kembarannya padahal kalian baru saling mengenal" ucap Desi sambil nunjuk Randy


"Kok jadi gue yang di bawa-bawa?" sahut Randy sambil mencoba mendekati Desi supaya dapat mengambil pistol yang dipegang.


"Sudahlah basa-basinya, gue akan membunuh lo!!" teriak Desi


Desi pun menembakkan pistolnya ke arah Ayu. "Awas yu!!!" teriak Randy sambil berlari di depan Ayu, dan menghalangi tembakan yang diarahkan ke Ayu


Peluru pun menembus tubuh Randy, "Akkkkhhh" teriak Randy kesakitan


Randy pun tertembak dan Ayu pun langsung memeluk Randy biar tak terjatuh.


Ayu pun memegang belakang Randy yang berdarah, "Randy...Randy...lo gak apa-apa?" tanya Ayu sambil meneteskan air matanya


"Randy..." ucap Ayu sambil menurunkan Randy dan membaringkan Randy di pangkuannya


"Ayu....Ayu...!!" ucap Randy sambil memegang tangan Ayu


"Randy gue telpon ambulan ya?" ucap Ayu yang gelisah sambil meneteskan air mata


"Lo tenang saja, gue tidak apa kok...uhuk..." Randy pun mengeluarkan darah dari mulutnya


"Randy, lo jangan banyak bergerak" ucap Ayu gelisah sambil menggenggam tanga Randy erat


"Lo jangan sedih yu" ucap Randy sambil menatap wajah Ayu


"Gimana gue gak sedih lihat lo tertembak?" ucap Ayu


"Kalau gue gak ada kan masih ada Rangga yang wajahnya mirip sama gue" ucap Randy mencoba menenangkan

__ADS_1


"Beda Randy, lo tu baik banget sama gue" ucap Ayu


"Oh iya, waktu di taman gue mau bilang sesuatu sama lo...uhuk" Randy mengeluarkan darah lagi


"Bilang saja Randy?" ucap Ayu yang masih menangis


Randy pun mendekatkan tangannya ke wajah Ayu, "Gue cinta sama lo yu" ucap sambil memegang wajah Ayu


Ayu pun memegang tangan Randy yang berada di wajahnya. "Gue...gue...cinta...juga Randy" ucap Ayu


"Haha...senangnya...akhirnya gue punya pacar untuk pertama kalinya" ucap Randy sambil menatap wajah Ayu


Tak berapa lama, mata Randy pun terpejam dan tangannya perlahan turun ke bawah, "Randy...Randy...buka mata lo!!!" ucap Ayu sambil menggoyangkan tubuh Randy


"Randy...jangan tinggalin gue" ucap Ayu yang masih mencoba menggoyangkan tubuh Randy


Ayu pun pasrah dan tertunduk di tubuh Randy, "Randy gue mohon lo sadarlah" ucap Ayu sambil menangis


Tiba-tiba Rangga pun langsung datang ke gudang dan melihat Ayu menangis.


"Yu lo kenapa masih disini?" ucap Rangga


"Randy tertembak Rangga, gue takut dia gak bangun lagi" ucap Ayu yang masih menangis


"Tidak yu, dia masih hidup gue bisa merasakannya, ayo cepat kita bawa ke rumah sakit" ucap Rangga


"Baiklah Rangga" ucap Ayu


Rangga dan Ayu pun membawa Randy ke rumah sakit menggunakan mobil Randy. Rangga pun menyetir mobil Randy dengan mengebut, supaya bisa lebih cepat sampai ke rumah sakit.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Dan Randy pun cepat-cepat di bawa ke UGD. Untuk menjalani operasi mengangkat peluru di tubuhnya. Rangga dan Ayu pun menunggu Randy di depan ruang operasi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2