Kita Kembar

Kita Kembar
Ayu


__ADS_3

"Karena dia itu orangnya pemalas, di kelas sering tidur tapi ketika ditanya sama dosen dia sudah tau jawabannya, dia ini orangnya pinter" jawab Randy menjelaskan


"Jadi kita akan minta bantuan sama dia?" tanya Rangga


"Iya lah, tapi masalahnya dia ini lama kerjanya kalau gak di beri uang, jadi kita mesti bayar dia" jawab Randy


"Lo bayar sajalah, uang lu kan banyak Randy" ujar Rangga menyuruh


"Iya, gue tau nanti gue akan coba meminta bantuan sama dia" ucap Randy


"Sip, jadi masalah bagian piring yang hilang bisa terpecahkan, tinggal penjelasan sama kakak gue saja yang pingsan gara-gara elu" ucap Rangga menyalahkan


"Ya maaf lah, kan bukan salah ku juga, kamu juga salah" balas Randy dan menyalahkan Rangga lagi


"Sudahlah kalian ini masih saja berdebat, Ayah mau ke kamar kakakmu dulu ya Rangga, ayah mau menyadarkannya" ucap Pak Ridho memotong pembicaraan kami.


"Ok, kami akan menunggu di luar" ucap Rangga sambil pergi ke luar kamar kakaknya


Setelah setengah jam menunggu akhirnya kakak Rangga pun tersadar dari pingsannya.


"Hei Rangga masuklah, kakakmu sudah sadar" ucap Pak Ridho dari luar


"Baiklah yah" ucap Rangga dari luar kamar


Rangga pun masuk ke kamar Ayu, "Aku kenapa?" ucap Ayu sambil memegang kepalanya


"Kamu tadi pingsan nak melihat Rangga sama Randy" ucap Pak Ridho


"Randy siapa?" ucap Ayu kebingungan


"Jadi gini kak, Randy ini kembaran gue yang terpisah, orangnya baik dan ramah" ucap Rangga menjelaskan

__ADS_1


"Sorry ya kakak tiba-tiba pingsan, habisnya tadi kakak kira ada hantu" ucap Ayu kepada Rangga


"Mana mungkin kami hantu, kulit kami kan gak pucet, dan kakak juga gak bisa lihat hantu kan" ucap Rangga


"Iya sih, tapi kan kakak terbawa suasana film horor, kan ada tuh hantu yang bisa menyerupai manusia" ucap Ayu


"Kalau kakak gak percaya coba saja pegang wajah Randy" ucap Rangga menyuruh


"Hei, Randy masuklah ke kamar!" teriak Rangga memanggil Randy dari kamar Ayu


"Gue gak mau, nanti dia pingsan lagi!" teriak Randy


"Tenang saja sudah tidak lagi, sudah gue jelaskan barusan" ucap Rangga meyakinkan Randy


Randy pun masuk ke kamar Ayu, "Kenapa sih Rangga panggil gue?" ucap Randy


"Kakak gue mau nyentuh wajah lo" ucap Rangga


"Dia gak percaya, kita di anggapnya hantu" ucap Rangga


Randy pun mendekatkan wajahnya ke Ayu, Ayu pun memegang wajah Randy. Wajah


Randy pun memerah seperti besi yang di panaskan.


"Wajah lo mirip banget ya sama Rangga?" ucap Ayu dengan pelan


"Iya dong yu, kan gue kembarannya" ucap Randy


Rangga memotong pembicaraan Randy dan Ayu, "ehem...jangan lama-lama nanti jatuh cinta" ucap Rangga


"Oh, iya, sorry Randy" ucap Ayu lalu melepaskan tangannya dari wajah Randy

__ADS_1


Randy perlahan mundur, "Iya gak apa-apa kok, untuk wanita cantik sepertimu apapun boleh, aku gak protes" ucap Randy


"Puff...hahaha..., kamu lucu ya Randy" puji Ayu sambil tertawa terbahak-bahak


"Gak lah lebih lucu kamu" balas Randy


"Ehemmm... Sudah selesai gombalnya, disini ada ayah sama aku" ucap Rangga dengan jengkelnya


Randy pun melihat ke arah Rangga dan Pak Ridho, "Maaf Rangga, dan maaf juga Pak" ucap Randy


"Sudah lah ayah mau ke dapur dulu nyiapin makanan untuk makan" ucap Pak Ridho


"Gak usah repot-repot pak lagian kami sudah makan di kantin tadi" ucap Randy


"Kamu menginap saja disini, gimana?" tanya Pak Ridho kepada Randy


"Tapi aku mesti kembali ke kos" jawab Randy


"Besok kita kan bisa pulangnya, kamu gak mau lama-lama disini, kamu kan bisa ngobrol panjang sama Ayu" ucap Rangga


"Hem, beneran gak apa-apa aku menginap disini?" tanya Randy


"Beneran dong nak seperti yang di katakan Rangga, kamu jadi menginap?" tanya Pak Ridho


"Pasti jadi dong pak, makasih banyak pak" ucap Randy sambil salaman dengan Pak Ridho


"Jadi bapak siapin makanan dulu ya untuk makan malam" ucap Pak Ridho


"Iya pak" jawab kami serempak


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2