Kita Kembar

Kita Kembar
Desi Bebas


__ADS_3

Setelah keduanya setuju dengan rencana itu, Rangga pun lalu keluar dari ruangan itu. Setelah itu Rangga pergi ke kantor kepala polisi untuk membebaskan Desi karena agar bisa menangkap komplotan yang berniat mencuri piring penyembuh yang berada di kantor polisi. Setelah Rangga selesai menjelaskan kepada kepala polisi itu, kepala polisi itu pun menyetujui rencana yang akan di buat oleh Rangga. Rangga pun lalu berterima kasih kepada kepala polisi itu.


Setelah berhasil mengeluarkan Desi dari penjara, Rangga pun lalu menyuruh Desi untuk menelpon July agar datang menjemputnya yang bebas dari penjara. Namun July tidak percaya bahwa Desi secepat itu bisa keluar dari penjara padahal baru saja masuk. Lalu Desi pun membuktikan dengan memberikan ke salah satu polisi yang berada di situ dan bertanya. " Saya sedang berada dimana pak?" tanya Desi


"Kamu sedang berada di luar kantor dan kamu telah di bebaskan hari ini", ucap polisi itu.


Mendengar hal itu sontak membuat July percaya dan mau menjemputnya ke kantor polisi. July pun mematikan ponselnya lalu pergi menjemput Desi menggunakan mobilnya. Desi sementara itu menunggu bersama Rangga karena Rangga berniat ketemu langsung untuk menukarkan piring dengan ayahnya.


Setelah lama menunggu, datanglah mobil berwarna hitam masuk ke dalam parkiran di dekat penjara. Setelah memarkirkan kendaraan, keluarlah July dari mobilnya menggunakan setelan baju casual. Ketika mau menghampiri Desi, betapa terkejutnya July melihat di belakangnya adalah Rangga. July pun berniat berbalik badan untuk langsung kabur.

__ADS_1


"Lo mau ini atau tidak?" celetuk Rangga sambil memperlihatkan piring penyembuh yang di pegangnya


July pun lalu berbalik badan lalu kembali menghampiri Desi dan Rangga. July pun mencoba bertanya kepada Rangga tentang apa yang dia mau. Rangga pun menjelaskan bahwa ingin pertukaran piring yang di pegang sama ayahnya yang di tahan oleh July. Mendengar hal itu July menaruh curiga terhadap Rangga karena kok bisa semudah itu memberikan piringnya. July pun merasa tak percaya dengan Rangga, lalu Rangga pun menjelaskan kembali bahwa yang menyerahkan barangnya adalah Desi.


Mendengar hal itu, July merasa tertarik dan menyetujui pertukarannya. July pun lalu mengajak Desi dan Rangga untuk pergi ke perusahaannya. Disana merupakan tempat July menyandera ayah Rangga. Rangga pun setuju dan mau ikut ke dalam mobil. Setelah semua masuk ke dalam mobil, berangkatlah mereka menuju ke perusahaan July.


"Hanya di teliti saja, soalnya kami ingin tau cara kerja dari piring yang kalian temukan itu" ucap July.


"Jadi kalian tidak menjual penelitian ini kan?" tanya Rangga

__ADS_1


"Tergantung, kalau menguntungkan kenapa nggak" ucap July


"Dasar kapitalis, kalian itu tidak tau ini darimana, ini teknologi dari luar bumi, kalian tidak boleh macam-macam seperti itu" ucap Rangga


"Lo jangan sok baik, teknologi dari luar bumi lah yang mesti kita pelajari, siapa tau ini bisa menjadi cara terbaik umat manusia untuk melawan mereka" ucap July


Rangga pun lalu diam mendengar pernyataan dari July. Tak berapa lama, sampailah mereka ke perusahaan milik July. Namun sepertinya perusahaan milik July tersembunyi sekali karena di sekitarnya hanya ada hutan. Mereka bertiga pun lalu masuk dan melihat di dalamnya ternyata sangat bersih. Tak seperti di luarnya yang terlihat kumuh. Setelah itu mereka bertiga pun menaiki lift dan ternyata liftnya bukan menuju ke atas tapi ke bawah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2