Kita Kembar

Kita Kembar
Ketemu Rumahnya


__ADS_3

Setelah aku menanyakan kepada ibu tadi dimana rumahnya Rangga. Aku pun berjalan menuju ke gang kecil yang dekat sama sungai. Aku pun mulai menyusuri gang itu dan ternyata rumahnya sangat jauh, yang membuat aku sampai kelelahan untuk pergi ke sana.


Untung saja ada warga yang menumpangi aku, dia menggunakan motor vespa yang sangat jadul, kami pun masuk ke gang sempit lagi. Dipertengahan gang aku melewati jembatan lalu masuk ke jalan tanah yang becek akibat hujan.


Dan pada akhirnya aku ketemu rumah kumuh, yang berdinding bambu dan beratap seng. Yang mana gak ada satupun jendela kaca dirumah. Ternyata kembaranku hidup dalam kemiskinan, pantas saja waktu kecil dia selalu menangis pasti dia dipaksa untuk kerja, demi membiayai kebutuhan orang tua angkatnya.


Ketika aku sedang melihat-lihat rumahnya, tiba-tiba ada yang keluar dari rumah itu, dan ternyata yang keluar seorang bapak. Aku pun bertanya kepadanya.


"Pak, apa benar ini rumahnya...?" tanya Randy dengan sopan


Tiba-tiba bapak itu memeluk Randy dan bilang, "Anakku..." ucap Bapak itu


Randy pun heran dan bilang, "Pak, jangan nangis lagi" Randy memuluk juga Bapak tadi


"Nak, akhirnya kau kembali" ucap Bapak tadi sambil menangis


"Bapak salah orang" ucap Randy


"Gak mungkin Bapak salah orang, kamu kan Rangga" ucap Bapak itu


"Bukan Pak saya Randy" Bapak itu pun melepas pelukkannya dan memegang kedua bahu Randy


Bapak itu pun memperhatikan Randy dari atas sampai ke bawah, "Gak mungkin kamu pasti Rangga kan, maafkan bapak waktu itu emosi dan mengusir kamu dari rumah"

__ADS_1


"Pak, beneran saya bukan Rangga, saya kembarannya yang terpisah" ucap Randy untuk meyakinkan Bapak itu


Bapak itu tetap mengelak dan bilang, "Gak mungkin, kamu Rangga kan, kamu jangan bohong atau lupa ingatan ya, saya ini Bapakmu" bentak Bapak itu kepada Randy


"Gak pak, saya gak bohong dan amnesia, nama saya itu Randy, ini KTP saya kalau bapak masih gak percaya" Randy pun memperlihatkan KTPnya agar


dia percaya


Bapak itu pun mengelap air matanya dan bilang, "Hm, kamu bukan Rangga ya?"


"Kan sudah saya bilang tadi Pak" Bapak itu pun mulai mengerti dan mulai mau ngobrol ke Randy.


Setelah Bapak Rangga berhenti menangis, Randy akhirnya bisa bertanya dengan dia. Bapak Rangga pun mempersilakan Randy untuk duduk. Randy pun duduk dan bertanya kepadanya.


"Iya, nak Randy, dia itu anak angkat Bapak yang paling Bapak sayangi" jawab Bapak Rangga


"Dia anak angkat Bapak, jadi bapak menemukannya dimana?" tanya Randy penasaran


"Saat berada di dalam hutan ketika bapak lagi cari tanaman untuk di makan, disitulah bapak menemukan anak kecil yang berlumuran darah" jawab Bapak Rangga


"Kok bisa berdarah Pak?" tanya Randy keheranan


"Gak tau, mungkin jatuh dari atas, soalnya di hutan itu dekat dengan jalan raya, kadang juga sering terjadi kecelakaan disitu, ketika bapak periksa anak itu, dia masih bernafas" jawab Bapak Rangga

__ADS_1


"Kok bisa begitu?" tanya Randy


"Bapak juga gak tau, karena gak melihatnya, dan waktu itu juga bapak menemukan piring yang aneh, piring itu berada di dekat Rangga" jawab Bapak Rangga


"Apakah ada pesan di piring itu?" tanya Randy


"Ada, tapi bapak gak paham sama tulisannya, jadinya bapak buang saja piringnya" jawab Bapak Rangga


"Kenapa bapak buang, mungkin itu bisa jadi petunjuk, mungkin di piring itu ada kode tersembunyi, mungkin piring itu bisa jadi kunci menemukan kebenaran dan alasan kenapa Rangga bisa selamat dari kejadian yang mungkin menimpanya?" ucap Randy dengan kesalnya


"Mana bapak tau nak, SD aja bapak gak lulus" jawab Bapak Rangga


Randy pun menahan rasa kesalnya dan bilang, "Ya udah pak, gak usah di bahas lagi, saya kesini juga akan bantu cari anak Bapak" ucap Randy untuk menenangkan Bapak Rangga


"Makasih nak udah bantu bapak" jawab Bapak Rangga sambil tersenyum


"Iya, sama-sama pak, sebelum itu kita saling tukar nomor kontak aja biar nyaman menghubunginya" Randy pun mengeluarkan hpnya


Bapak itu pun mengeluarkan hpnya lalu mencari nomornya, "Iya nak, ini nomor bapak" Bapak Rangga memberikan hpnya kepada Randy


Randy pun mengambil hp Bapak Rangga dan menyalin nomor hpnya, "Nanti hubungi Randy juga pak kalau ada kabar dari Rangga" Randy menyerahkan kembali hp Bapak Rangga


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2