
Kami berdua pun mencari jalan pintas untuk masuk ke gudang agar tidak diketahui oleh Desi. Kami berdua berpencar supaya memudahkan dalam mencari.
Ayu pun tanpa sengaja ketemu jalan masuk ke gudang, "Hei, Randy, ini bener kan jalan pintasnya?" ucap Ayu memanggil Randy
Randy pun mendengar walau Ayu bicara pelan, "Dimana yu jalannya?" ucap Randy
"Lo ke sini dulu" ucap Ayu
"Ok, gue akan kesana" ucap Randy sambil berjalan mendekati Ayu
Setelah Randy sudah menemui Ayu, dan ternyata benar ada jalan pintas ke gudang, jalan ini menghubungkan langsung ke belakang gudang kosong tersebut.
"Sebaiknya kita telpon polisi juga yu, biar nanti kalau gagal kita masih ada peluang selamat" ucap Randy
"Ok, gue akan telpon polisi" ucap Ayu menurutinya
"Dan lo tunggu disini saja yu?" ucap Randy
"Kenapa gue gak boleh ikut Randy?" tanya Ayu
"Gue gak mau lo dalam bahaya, biar gue saja yang selamatkan Rangga" balas Randy
"Tapi gue mau menyelamatkannya juga" ucap Ayu
"Gini saja, lo alihkan perhatian mereka, nanti gue akan melepaskan ikatan tali Rangga lalu kabur lewat jalan ini" ucap Randy menjelaskan rencananya
"Ok, cara mengalihkan perhatian gimana?" tanya Ayu kebingungan
"Terserah Ayu lah, bisa lo lempar batu atau kayu, supaya mereka teralihkan perhatiannya, lo siap gak?" tanya Randy
"Ok, gue siap" jawab Ayu sambil mengepalkan tangannya
Randy pun masuk ke jalan pintas dan menunggu aba-aba dari Ayu. Sedangkan Ayu
__ADS_1
sedang mencari batu atau kayu untuk mengalihkan perhatiannya. Ayu pun menemukan batunya, lalu dia melemparkannya didepan gudang.
'Prang.... '
"Suara apa itu?" ucap Desi
"Mungkin suara binatang" sahut teman Desi
"Coba di cek bisa jadi orang tadi" ucap Desi menyuruh memeriksa
"Baiklah" ucap teman Desi sambil pergi keluar gudang untuk mengecek.
Tapi teman Desi tidak melihat apapun yang mencurigakan lalu dia memanggil Desi dan teman satu lagi untuk melihatnya. Karena melihat kesempatan ini Randy pun langsung diam-diam mendekati Rangga yang hampir pingsan.
Randy pun masuk dari celah lalu mendekati Rangga yang terikat oleh tali, "Hei Rangga" ucap Randy pelan
"Hah...lo siapa?" tanya Rangga yang matanya masih tertutup kain.
"Ok, cepat lo buka talinya" ucap Rangga
Randy pun berhasil membuka tali dan langsung menuju jalan pintas tadi, Randy pun menuntun Rangga sampai ke jalan pintasnya.
Rangga pun akhirnya selamat walau muka babak belur karena di pukuli habis-habisan.
Randy tetap menuntun Rangga, "Rangga ayo cepat kita ke mobil sebelum ketahuan" ucap Randy
Rangga dan Randy pun akhirnya berhasil kembali ke mobil namun Randy merasa aneh karena Ayu yang harusnya sudah ada di mobil tapi sekarang sedang tidak ada di dalam mobil.
"Ayu kemana lagi ya?" ucap Randy gelisah
"Ada apa Randy?" tanya Rangga yang sedang duduk lemas di dalam mobil
"Ayu harusnya dia sudah ada di mobil" ucap Randy yang masih gelisah
__ADS_1
"Jangan-jangan masih di gudang tadi" ucap Rangga
"Bener juga, gue akan ke sana lagi, lo disini aja Rangga" ucap Randy
Randy pun kembali ke gudang untuk mencari Ayu. Ternyata ketika Randy kembali
ke gudang, Ayu malah ketangkap sama Desi. Randy pun memutuskan untuk
menyelamatkan Ayu dengan berpura-pura jadi Rangga. Randy pun langsung masuk
pintu depan gudang.
"Hei lepaskan kakak gue" teriak Randy yang pura-pura jadi Rangga
"Padahal dia masih gue sekap kok sudah ada di depan, cepat kalian periksa di belakang" teriak Desi
Dua orang teman Desi pun kembali ke belakang untuk melihat, ketika di cek ternyata tidak ada.
Teman Desi pun lalu kembali lagi, "Rangga tidak ada di belakang Des?" ucap mereka berdua
"Apa...! bagaimana cara dia bisa kabur?, kalian cepat habisi Rangga" ucap Desi
Teman Desi pun mulai mau menghajar Randy dan ternyata Randy jago bela diri, mereka bertarung dengan sengit dan akhirnya Randy membuat mereka berdua tidak sadarkan diri.
"Desi cepat lepaskan Ayu!" ucap Randy
"Baiklah ini ambil!!!" ucap Desi sambil melemparkan Ayu ke tanah
Randy pun berlari mendekati Ayu yang jatuh ke tanah, "Ayu lo gak apa-apa?" tanya Randy
"Iya gak apa-apa makasih ya" ucap Ayu
Bersambung
__ADS_1