
Selama istriku gak sadar bahwa sedang di buntuti, aku tetap melakukan hal ini untuk mengecoh orang yang membuntuti kami. Aku mencoba belok kanan lalu belok ke kiri untuk menghilangkan jejak namun mereka tetap bisa mengikuti, lalu aku mencoba untuk putar balik ke arahnya untuk melihat wajah orang yang mengikuti namun orang itu sepertinya berbelok ke arah lain supaya aku tidak melihatnya. Karena merasa aku terlalu lama bermain-main, aku pun berhenti untuk mempermainkannya. Karena percuma saja karena mereka pasti membuntutiku. Sebaiknya aku menelpon polisi agar lebih aman.
"Halo pak polisi" ucap Randy
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya Polisi
"Ada yang membuntuti kami dari tadi, kami butuh pertolongan" ucap Randy
"Bisa kirim alamatnya?" tanya Polisi
"Ini alamatnya" ucap Randy sambil memberitau alamatnya
Setelah itu istri Randy pun bertanya kepadanya, "Sayang, kenapa kamu menelpon polisi?" ucap Ayu
"Karena ada yang membuntuti kita dari tadi sayang" ucap Randy
"Beneran?, jadi kita gimana nih nantinya?" ucap Ayu bimbang
"Bener sayang, kita biarin aja dulu, aku juga sudah minta bantuan sama polisi untuk mengatasi orang yang membuntuti kita" ucap Randy
__ADS_1
"Syukur deh sayang kalau begitu, aku sedikit lega" ucap Ayu
Tak berapa lama setelah menelpon polisi, polisi langsung berangkat menuju lokasi yang aku kirim. Lalu aku pura-pura pergi ke Pantai Kuta, agar dia gak bisa kemana-mana jika sudah sampai ke sini. Namun aku salah prediksi, mereka yang mengikutiku malah berputar arah dan kabur terlebih dahul sebelum polisi sampai di lokasi. Nampaknya dia sudah mengetahui rencanaku. Tak berapa lama polisi pun datang menghampiri mobil kami.
"Ini benar dengan Bapak Randy?" ucap Polisi
"Iya, bener pak, Apa bapak melihatnya kabur dari arah bapak?" ucap Randy
"Gak lihat, nampaknya mereka cepat sekali kaburnya, maaf pak kami gak bisa menangkapnya" ucap Polisi itu
"Iya gak apa-apa pak, terima kasih atas bantuannya" ucap Randy
Sayangnya kali ini aku gak bisa menangkap penguntit itu, sepertinya kami harus hati-hati dan waspada terhadap gerak-gerik orang di sekitar. Karena sepertinya mereka benar-benar ingin menculik kami berdua, sepertinya aku harus menyewa pengawal pribadi biar lebih aman.
"Sayang...bangun dong, kita sudah sampai di pantai!" ucap Randy membangunkan Ayu
Dia pun membuka matanya, "Masih ngantuk nih yank?" ucap Ayu
"Katanya mau ke pantai, coba lihat pemandangannya yank?" ucap Randy
__ADS_1
"Mana sayang?" ucap Ayu
"Tegapkan dulu tubuh kamu, jangan menyandar terus di kursi mobil" ucap Randy
"Baiklah sayangku" Ayu pun melihat keluar jendela mobil
Dia melihat pantai yang indah sekali, pasir yang bersih tidak ada sampah, banyak orang jualan, ombak yang menggulung, dan angin yang sejuk.
"Yang, ayo kita turun ke sana?" ajak Ayu
"Iya sayang, kita kan memang mau ke sana?" ucap Randy
Randy dan Ayu pun turun dari mobil dan menuju ke pantai.
"Jangan cepet-cepet larinya, aku capek soalnya!!!" ucap Randy
"Ayo dong sayang, masa' gini aja kamu capek sih, buruan dong sayang" ucap Ayu
"Iya sayang" ucap Randy sambil nyusul Ayu
__ADS_1
Indah sekali melihatnya tertawa bahagia seperti ini, jadi begini ya rasanya punya pasangan, dia yang membuatku merasa betah lama-lama walau dimana pun aku berada. Aku mungkin gak butuh apa-apa lagi di dunia ini, harta sebanyak apapun takkan membuatku bahagia. Hanya dia saja yang membuat aku bisa hidup lebih lama.
Bersambung