
Rangga dan Randy pun masuk ke rumah kakek Rangga, rumahnya sangat tua
sekali, ketika masuk ke rumahnya ternyata lantainya seperti mau patah, kursinya
pun banyak sudah rusak dan bolong-bolong.
"Rangga, kok kamu gak kasian sama kakek lo?" ucap Randy sambil
berbisik
"Dia yang gak mau, padahal gue sama ayah suruh pindah" ucap Rangga
Randy pun di suruh duduk di kursi yang ada di ruang tamu, "Silahkan
duduk ***" ucap kakek Rangga mempersilakan
Kakek Rangga pun mau ke dapur untuk mengambilkan air untuk kami, "Kek,
gak usah repot-repot" ucap Rangga sambil memegang tangan kakeknya
Rangga pun melepas tangan Kakek dan duduk di ruang tamu juga, "Gak
apa-apa ***, kalian pasti capek" ucap Kakek Rangga
Lalu kakek pun tetap ke dapur dan mengambil air untuk kami. Randy dan Rangga
pun duduk dan menunggu di ruang tamu.
"Gak di bantuin kakeknya" ucap Randy sambil nunjuk ke dapur
"Dia gak suka di bantu, kakek gue orangnya mandiri, kadang marah kalau
di bantu" jawab Rangga
Tak berapa lama kakek Rangga pun datang membawa dua gelas berisi air putih.
Dia pun meletakkan air putihnya di atas meja ruang tamu.
"Ini nak di minum airnya" ucap kakek sembari menyilakan
Kakek pun juga duduk di kursi dan dia bertanya kepada kami, "Kalian ini
kenapa ke sini?" tanya kakek
Randy mengeluarkan piring dari tasnya, "Ini kek, kami menemukan piring
tulisan jawa kuno" ucap Randy sambil memberikannya ke kakek
"Mana kakek liat?" kakek pun mengambil dan memperhatikan piringnya
Randy dan Rangga pun melihat kakek dan tampak sekali dari raut wajahnya dia
tau arti dari bahasa jawa kuno itu.
__ADS_1
"Dimana kalian menemukannya?" tanya kakek sembari kakek melihat kami
dengan tatapan seram
"Di hutan kek" ucap Rangga dengan nada pelan
"Jadi kalian ini bisa merasakan hal yang sama?" tanya kakek
"Iya kek, kok kakek tau?" tanya Rangga dengan wajah heran
"Karena semua kejadian yang kalian alami tertulis disini" jawab
kakek
"Memang apa tulisannya kek?" tanya Randy yang masih penasaran
"Disini tertulis, Rangga bisa selamat berkat piring ini, karena ini
teknologi berasal dari luar bumi" ucap kakek menjelaskan
"Hah, dari luar bumi!!!" teriak kami berdua serempak
"Eh...kucing...." kakek terkejut karena kami teriak serempak tadi
"Jangan mengejutkan kakek" ucap kakek sambil memukul kami
menggunakan tongkatnya
"Sorry kek, kami tadi gak sengaja teriaknya" ucap Randy dan Rangga
"Hampir copot jantung kakekmu ini" ucap kakek sambil mengusap
dadanya
"Apa lagi yang tertulis di situ kek?" tanya Rangga penasaran
"Kakek lanjutin ya membacanya, disini tertulis bahwa Rangga di
sembuhkan berkat piring ini" jawab kakek
"Maksud kakek gimana?, apakah pas Rangga yang jatuh dari jalan raya ke
jurang yang ada di hutan itu ya kek?" sahut Randy
"Iya, Rangga waktu itu di temukan di hutan itu dengan keadaan aman
tidak ada luka sama sekali, padahal jatuhnya dari ketinggian seperti itu, anak
biasa pasti akan mati" ucap kakek
"Jadi piring ini seperti item healer(penyembuh)" sahut
Randy
__ADS_1
"Healer itu apa nak Randy?" tanya kakek kebingungan
"Itu istilah dalam game artinya penyembuh, maksud saya alat ini seperti
obat penyembuh?" tanya Randy kepada kakek Rangga
"Kakek pikir juga begitu kelihatannya" ucap kakek Rangga
"Jadi aku diselamatkan oleh piring ini?" tanya Rangga ke kakeknya
"Iya, tapi ini memiliki efek samping" jawab kakek
"Seperti apa?, apakah seperti yang kami alami ini kek?" tanya
Randy
"Iya, betul seperti yang kakek bilang sebelumnya" jawab kakek
"Disitu gak ada tertulis cara menghilangkannya kek?" tanya Rangga
"Sayangnya tulisan cara menyembuhkannya hilang, jadinya kakek tidak
bisa membacanya, ada bagian yang patah sedikit" jawab kakek
Randy pun merasa tak percaya bahwa ada bagian yang masih hilang di piring
yang kami temukan.
Rangga pun mengambil piring itu lalu memeriksanya, ternyata memang benar ada
bagian yang hilang.
"Kenapa bisa hilang sih?, padahal sudah susah payah mencarinya"
Rangga dengan nada kesal
"Sudahlah, mungkin bisa kita siasati dengan teknologi, soalnya bagian
yang hilang ini masih ada ujung bagiannya" sahut Randy menenangkan
"Tunggu dulu ***, di belakang piringnya ada tulisan lain
nampaknya" kakek sambil menunjuk piringnya
"Tulisan yang mana kek?" tanya Randy sambil mencari
"Sini biar kakek lihat tulisannya" ucap kakek sambil mengambil
piringnya
Kakek pun mulai membacanya dan dia menangis ketika
membaca tulisan yang baru saja di lihatnya.
__ADS_1
Bersambung