Kita Kembar

Kita Kembar
Kisah Desi


__ADS_3

Saat Randy tersadar didalam mobil Desi. Kain untuk menutup mataku pun di buka sama  Desi, Desi menyapaku, "Halo Rangga?" ucap Desi sambil senyum sendiri


"Halo juga Desi" ucap Randy


"Lo tau kenapa lo ada di mobil ini?" ucap Desi samping Randy


"Gak tau, tadi rasanya gue bersama Randy tadi di hotel" ucap Randy pura-pura gak tau


"Tadi gue yang nyuruh Randy membius lo, agar lo bisa gue bawa ke suatu tempat" ucap Desi


"Lo mau bawa gue kemana?" tanya Randy


"Lo jangan banyak tanya, mending lo diam" ucap Desi sambil memegang mulut Randy


Sekitar setengah perjalanan menuju tempat yang akan Desi tuju, ternyata ada mobil yang


membuntuti dari tadi. Desi sadar mungkin itu Randy yang mengejarnya.


"Rangga lo gak bawa alat pelacak kan?" ucap Desi


"Gak mungkinlah, mana mungkin gue bawa alat pelacak" ucap Randy membantah


"Cepat geledah dia!!!" perintah Desi kepada anak buah yang ada di samping Randy

__ADS_1


Setelah di geledah, Desi pun mendapatkan alat pelacak yang aku letakkan di sepatuku. Desi lalu membuang alat pelacaknya di luar. Tak berapa lama setelah di buang, Randy di cubit sama Desi yang membuat Randy merasa kesakitan di pipinya. Randy pun lalu terpikir untuk membuat kode untuk Rangga. Randy pun melakukan kode ini supaya Rangga bisa tau lokasi yang di tuju sama Desi. Randy melakukannya walau tangannya terikat di depan. Tak berapa lama, sepertinya mobil Desi berhenti di rumah tua dan terbengkalai. Desi pun memasukkan mobilnya ke dalam.


Setelah mobil masuk ke dalam rumah, Randy di suruh turun sama Desi. Randy pun turun dan di jaga sama anak buah Desi. Rumah ini nampaknya memang sudah tidak layak di


tinggali, kenapa ya Desi membawaku kesini, apa sih yang dia cari sampai segitunya ingin mendapatkan piring dan membunuh Rangga. Setelah semua keluar dari mobil, kami semua masuk ke dalam rumah itu. Ketika berada di


dalam rumah itu, aku melihat foto orang tua dan anaknya yang tersenyum. Randy pun bertanya kepada Desi.


"Desi ini rumah siapa?" tanya Randy


"Ini rumah gue dulunya Rangga" ucap Desi


"Maksud lo yang ada di foto ini, lo bersama orang tua lo?" tanya Randy


"Iya, itu sudah 16 tahun yang lalu, dulu gue anak kecil yang bahagia, orang tua gue baik banget sama gue" ucap Desi bercerita


"Mereka kecelakaan, dia di dorong ke hutan sama orang tua kandung lo Rangga" ucap Desi menyalahkan


"Terus apa hubungannya dengan gue?" tanya Randy


"Jelas ada, lo yang seharusnya bisa meninggal tapi di selamatkan oleh alien" ucap Desi


"Maksud lo?" tanya Randy kebingungan

__ADS_1


"Gue melihatnya Rangga, gue melihat alien itu menyelamatkan lo, gue melihat dia menggunakan piring ini lalu pergi lagi dan piring ini di tinggalkan oleh alien itu"


ucap Desi


"Jadi rencana lo bawa gue kesini buat apa?" ucap Randy


"Buat balas dendam atas ketidakadilan ini" ucap Desi


"Ini bukan salah gue, alien itu yang menyelamatkan gue atas keinginannya" ucap Randy


"Tapi itu tetap gue gak bisa terima, orang tua lo yang membuat kami sekeluarga celaka, lalu


kenapa lo yang di selamatkan?" ucap Desi


"Terus lo mau apa sekarang?" ucap Randy


"Gue mau lo menghidupkan lagi orang tua gue!" ucap Desi


"Gue gak bisa nyawa gue udah tinggal setengah, nanti gue akan mati" ucap Randy


"Terserah gue gak peduli, lo itu penyebab kematian orang tua gue! dan lo mesti menerima akibatnya!!!" ucap Desi emosi


"Apakah maaf gak cukup Desi?, manusia memang kadang melakukan salah, lo harusnya bisa memaafkan keluarga kami" ucap Randy

__ADS_1


"Gue tidak cukup dengan maaf Rangga, gue sampai sekarang tidak pernah bahagia, apalagi semenjak lo ninggalin gue" ucap Desi


Bersambung


__ADS_2