Kita Kembar

Kita Kembar
Si Meong


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Randy pun pergi ke kamar Rangga dan baring disini. Randy dan Rangga tidur berdua di kamar. Paginya Rangga dan Randy bangun, Randy punĀ  mengemasi barangnya karena Randy ingin pulang ke kosnya.


Setelah selesai mengemasi barang, "Cepatlah Rangga antarkan gue ke stasiun" ucap Randy sambil nunggu Rangga memakai pakaiannya


"Iya, sabar, gue juga baru memakai pakaianku" ucap Rangga


"Cepatlah nanti keburu habis tiket kereta" ucap Randy


"Dengan si meong gimana?" tanya Rangga


"Besok saja baru kita hubungi dia" ucap Randy


Mereka pun berangkat menuju stasiun kereta. Sesampainya di stasiun Randy langsung bergegas membeli tiket lalu berangkat menuju kos. Sesampainya di kos, Randy pun langsung membersihkan kamar kos. Setelah itu Randy pun coba menghubungi si meong.


'Tut...tut...tut...' bunyi suara telpon


Telpon pun diangkat sama si meong, "Halo ong" ucap Randy


"Halo, siapa ini?" tanya Meong


"Ini gue Randy" jawab Randy


"Oh, Randy, ada perlu apa menelpon?" tanya Meong


"Ada misteri yang harus gue pecahkan" ucap Randy


"Eh, beneran, gue suka yang misteri gini, emang apaan misterinya?" tanya Meong penasaran


"Gue menemukan piring terbang" ucap Randy berbohong supaya Meong tertarik


"Gak mungkin, gak percaya gue, lu mau bohongin gue kan?" tanya Meong


"Ya udah kalau gak percaya, besok gue datang ke rumah lo untuk membicarakan masalah ini" ucap Randy


"Emang ada masalah apa piring terbangnya?" tanya Meong yang semakin penasaran


"Ada bagian yang hilang, gue mau elo menganalisanya" ucap Randy


"Ok, besok kita ketemuan nanti gue akan bantu lo pecahkan kodenya" ucap Meong


"Makasih ya ong" ucap Randy


"Iya, sama-sama" ucap Meong


Keesokan harinya Randy dan Rangga pun berangkat menuju rumah meong.


"Lo tau rumah si meong?" tanya Rangga


"Taulah Rangga, gue udah pernah satu kali pergi ke rumahnya" jawab Randy


"Memangnya lo ngapain ke sana?" tanya Rangga


"Ini rahasia sih tapi gue akan beritahu lo, gue itu minta tolong membuat makalah" jawab Randy


"Itu doang, itu mah gak bahaya, kecuali lo memalsukan tanda tangan dosen" ucap Rangga

__ADS_1


Setelah mengobrol lama akhirnya mereka berdua sampai juga ke rumah si Meong.


Rangga melihat rumah Meong, "Ini beneran rumahnya Randy?" tanya Rangga karena rumahnya jelek sekali seperti kurang meyakinkan jika dia bisa membantu memecahkannya


"Iya bener ini rumahnya, kita masuk saja langsung" ucap Randy yang turun dari motor menuju depan rumah Meong


Rangga pun menyusul Randy yang berada di depan pintu si Meong, "Assalamualaikum" ucap Randy


"Assalamualaikum ong" ucap Randy sambil mengetok pintu rumahnya lagi


Pintu rumah itu pun terbuka, lalu keluarlah orang memakai kaos oblong bertulisan aku bukan hacker, "Wa'alaikumsalam" ucap orang itu.


"Silahkan masuk" ucap orang itu sambil mempersilakan Randy danbRangga masuk ke rumah


Rangga dan Randy pun masuk ke dalam rumah, "Ong, lo beneran bisa memecahkan kodenya?" tanya Randy


"Bisa tenang saja, percaya aja sama gue" ucap Meong


Randy pun mengeluarkan piring dari tasnya, "Ini piringnya yang gue bicarakan" ucap Randy sambil memegang piringnya


Meong pun memperhatikan piring yang di pegang Randy, "Ini mah piring biasa" ucap Meong


"Gak mungkin ong, ini ada kode rahasia di depan dan belakang piringnya, coba perhatikan" ucap Randy


Si meong pun mulai memperhatikan tulisan di piring, "Iya ya, beneran ada tulisan jawa kuno" ucap Meong yang takjub


"Kami sudah menerjemahkan separuhnya, jadi tinggal bagian yang hilang ini yang belum" ucap Randy


"Palingan juga gak penting yang bagian yang hilang itu" ucap Meong menyepelekan


"Ini penting ong, ini menyangkut nyawa kami berdua" ucap Randy


"Iya gak apa-apa, asalkan kita tau isi potongan yang hilang" ucap Randy


"Gue akan berusaha semaksimal mungkin, minimal seminggu pengerjaannya" ucap Meong


"Makasih ya ong, gue gak tau mau ngomong sama siapa lagi kalau bukan sama lo" ucap Randy


Setelah dari rumah si meong, kami pun berencana akan pergi ke perpustakaan daerah.


"Rangga, habis ini kita ke perpustakaan daerah" ucap Randybmengajak


"Memangnya kita mau apa kesana?, gue benci buku" ucap Rangga


"Kita kesana untuk cari petunjuk yang masih ada kaitannya dengan piring itu" ucap Randy


"Contohnya seperti apa Randy?" tanya Rangga penasaran


"Tentang efek penyembuhan, apakah kekuatan yang ada dalam diri kita ini juga bisa menyembuhkan atau menyelamatkan salah satu dari kita" ucap Randy menjelaskan


"Bener juga sih, tapi mana mungkin ada buku mengenai piring tersebut" ucap Rangga


"Gak usah langsung ke intinya juga" ucap Randy


"Ya maaf, gue gak terlalu pintar" ucap Rangga

__ADS_1


"Intinya kita cari yang berkaitan saja, mau itu novel sejarah dan lain-lain" ucap Randy


"Baik lah kita akan ke perpustakaan" ucap Rangga


Berangkatlah kami menuju perpustakaan daerah. Sesampainya di sana kami langsung mencari buku yang berkaitan dengan piring yang kami temukan.


"Ingat ya Rangga, kita cari yang berkaitan saja, kalau yang gak ada


kaitannya jangan di cari" ucap Randy mengingatkan


"Siap, gue akan mulai mencarinya" ucap Rangga


Rangga dan Randy pun mulai mencari satu per satu, tapi hanya sedikit yang mereka temukan dan itu semua hanya karangan novel saja yang memiliki cerita seperti ini.


"Gak mungkin bisa ada Randy" ucap Rangga menyerah


"Lo cari saja sana! gue sedang sibuk ini" ucap Randy


Rangga pun menutup buku yang dibacanya, "Coba ajak kakak gue tadi, pasti bisa gantikan gue cari buku" ucap Rangga


Randy pun menutup bukunya, "Lo gak boleh ngandelin kakak lo Rangga, ngomong-ngomong lo ada nomor hp Ayu?" ucap Randy


"Ada, memangnya kenapa Randy?" tanya Rangga curiga dengan pertanyaan


Randy yang tiba-tiba


"Boleh gue minta nomor hpnya?" tanya Randy


"Gak boleh, palingan lo mau gombalin dia aja" ucap Rangga yang jengkel


"Gak lah, gue cuma mau tanya buku doang, kan kakak lo pintar" ucap Randy


"Tapi jangan mesra-mesraan ya?" ucap Rangga mengancam


"Iya, tenang saja Rangga" ucap Randy


Rangga mengeluarkan hpnya. "Ini nomornya" Rangga pun mengirim nomer kontak Ayu lewat WA


Hp Randy pun berbunyi, lalu Randy membuka hpnya, "Makasih ya Rangga" ucap Randy


"Muka lo merah tuh" ucap Rangga dengan kesal


"Mungkin gue kepanasan" ucap Randy membalas ejekannya


"Jadi lo sudah ketemu bukunya?" tanya Rangga


"Sudah tapi semuanya fiksi sih" ucap Randy


"Kan sudah gue bilang mana mungkin ada, semua yang kita alami hanya mitos" ucap Rangga


"Tapi kan gak semua mitos itu salah, ada beberapa juga benar, jangan kita hanya menganggap satu mitos salah malah semuanya di salahkan" ucap Randy menjelaskan


"Iya dah, lo bener semua, lo masih mau mencari atau pulang dulu, gue ngantuk soalnya" ucap Rangga


"Baiklah kita pulang saja, gue juga sudah puas mencari tapi belum menemukan petunjuk apapun" ucap Randy

__ADS_1


Randy dan Rangga pun pulang dari perpustakaan dan menuju stasiun kereta api, karena Randy ingin pulang ke kosnya.


Bersambung


__ADS_2