
Setelah itu telpon pun dimatikan sama Randy. Ayu pun lalu menghampiri Randy dan memeluknya, "Randy gimana tadi sudah tenang?" tanya Ayu
"Iya, sayang, makasih ya sudah memelukku" ucap Randy
Tiba-tiba dari belakang Randy, Desi pun mendekat dan menutup matanya karena ingin memeluk Randy dari belakang namun karena Ayu sudah melihat Desi mau melakukan hal itu. Ayu pun memutar tubuhnya dan itu membuat Desi jadi memeluk tubuh Ayu bukan Randy. Setelah itu Desi pun membuka matanya dan melihat Ayu yang berada di depannya. Desi pun langsung buru-buru melepaskan pelukannya dan pergi dari situ karena kesal.
Setelah itu Randy, Ayu dan Desi pergi menemui ayah Randy dan menjelaskan rencananya. Randy pun mengendarai mobilnya menuju ke kantor ayah Randy yaitu R company. Di dalam mobil Desi mulai menggoda Randy dan bertanya aneh-aneh.
"Randy, lo bisa tenang gitu dan gak khawatir sama Rangga?" tanya Desi
"Gue begini karena gue tau bahwa Rangga baik-baik saja dan gak di siksa seperti waktu dulu lo nyiksa dia!" jawab Randy kesal
"Maafin gue, waktu itu gue kesal sama Rangga karena mutusin gue sepihak" ucap Desi
__ADS_1
"Maafnya jangan sama gue tapi sama Rangga" ucap Randy jengkel
"Gue sudah minta maaf sama Rangga waktu di penjara dan dia sudah gak marah lagi sama gue" ucap Desi
"Baguslah kalo gitu, berarti dia pemaaf gak seperti lo pendendam" ucap Desi
"Kok lo gitu sih, padahal gue ini suka sama lo!" ucap Desi
"Bener gue gak setuju Randy nikah lagi, apalagi sama cewek ganjen seperti lo" celetuk Ayu memotong pembicaraan
Setelah itu Desi pun berhenti menggoda Randy. Tak berapa lama terlihat kantor R company sudah dekat. Randy pun mulai meperlambat laju kendaraan karena takut terlewat. Setelah sampai ke kantor, Randy pun memarkirkan mobilnya di depan kantor ayahnya. Setelah itu Randy pun keluar dari mobil bersama Desi dan Ayu lalu berjalan masuk ke dalam kantor. Setelah masuk ke dalam, Randy pun menuju ke lift untuk menuju ke kantor ayahnya di lantai 20. Setelah masuk ke dalam lift, ternyata di dalamnya begitu ramai dan membuat ruang lift terasa sempit.
Gara-gara hal ini malah membuat Desi dan Ayu menempel ke arah Randy. Randy merasakan ada sesuatu yang lembut menempel di dekat tangannya namun Randy tidak bisa melihat ke bawah karena sulit sekali mau menundukan kepala. Tapi anehnya kenapa yang di sebelah kanan lebih lembut daripada yang sebelah kiri. Tak berapa lama di lantai 10, lift pun mulai renggang karena orang yang mulai banyak keluar dari lift. Setelah itu Randy pun melihat sesuatu yang lembut di tangannya, ternyata di kanan ada Desi yang menempel di tangan Randy sedangkan di kiri ada Desi.
__ADS_1
"Desi lepaskan tangan gue!" ucap Randy
"Gak mau, gue takut naik lift" ucap Desi
Randy pun lalu melihat sebelah kiri dan bilang, "Sayang lepasin dong tanganku di sebelah kiri?" ucap Randy
"Gak mau nanti lo macem-macem sama Desi" ucap Ayu
"Gak mungkin sayang, aku nyuruh kamu lepas agar aku bisa melepaskan tanganku yang kanan" ucap Randy
"Aku tetap gak mau!" ucap Ayu
Bersambung
__ADS_1