
"Kakek kenapa nangis?" tanya Randy
Kakek pun tidak menghiraukan pertanyaan Randy, kami berdua pun diam sejenak
dan mulai menenangkan kakek yang sedang menangis.
"Kek gimana sudah membaik?" ucap Rangga sambil memegang pundak
kakek
"Sudah ***, makasih ya sudah menenangkan kakek" jawab kakek sambil
memegang tangan Rangga
"Kek, Apa arti tulisan yang ada di piring itu?, sampai-sampai membuat
kakek menangis?" tanya Randy penasaran
"Tulisan yang kakek baca ialah resiko yang di tanggung kalian berdua"
jawab kakek
"Memangnya apa resiko yang akan kami terima kek?" tanya Randy
penasaran
"Disini tertulis bahwa akan ada kematian yang menyertai kalian"
jawab kakek
"Kok bisa kematian, kan kami hanya bisa merasakan satu sama lain
saja?" tanya Rangga
"Iya *** tapi itu sebelum kalian bertemu, kalau sudah bertemu maka
salah satu diantara kalian akan mati" ucap kakek
"Kenapa salah satu dari kami harus mati?" tanya Rangga
"Di piring ini tertulis, bahwa kalian itu berbagi tubuh satu sama lain, jadi piring ini sebenarnya berguna untuk membagi nyawa bukan untuk penyembuhan,
tapi masalahnya kakek gak tau sama orang yang memberi nyawa kepada kalian
berdua" jawab kakek menjelaskan
"Apakah kematian ini bisa di cegah?" tanya Randy
"Disini tidak di cantumkan cara mengatasinya, hanya saja tertulis
kebersamaan adalah kuncinya" jawab kakek
"Jadi kami harus terus bersama gitu?" tanya Randy
"Gak perlu, aku gak bisa tinggal sama dia, aku punya urusan lain"
jawab Rangga
"Tapi Rangga disini tertulis kebersamaan adalah kuncinya, mungkin ini
satu-satunya jalan supaya tidak ada yang mati di antara kita" ucap Randy
"Masa' gue kemana-mana harus sama lo, lagipula kita ini laki-laki nanti
di kira homo" ucap Rangga menyinggung
"Ya mau gimana lagi, nanti kita celaka loh kalau gak sama-sama" ucap
__ADS_1
Randy menasehati
"ogah, gue mending mati" jawab Rangga
"gak usah gitu, gue cuma pantau dari jauh aja gimana Rangga?" tanya Randy
"Udah macam stalker aja lo!" ucap Rangga sambil menyilangkan tangannya
"Kan gue pengawas lo wajar dong" jawab Randy
"Tapi gak gitu jugalah, nanti giliran gue pacaran eh malah ada
elu..." ucap Rangga
"Tenang saja, gue pantau lumayan jauh dari jangkauan, aku akan menggunakan teropong" ucap Randy sambil ketawa
"Sudah selesai bicaranya?" sahut kakek
"Udah kek, jadi kematian ini datang tiba-tiba atau ada jadwal?" tanya Randy
"Yang namanya kematian itu ya datangnya tiba-tiba, intinya kalian itu saling jaga satu sama lain, jangan sampai hilang dari pengawasan" jawab
kakek
"Baik kek, aku akan usahakan" ucap Randy
"Satu hal lagi Rangga, kamu harus menjaga Randy juga, takutnya dia akan menimpa hal yang sama" ucap kakek
"Siap kek, aku akan menjaga Randy" ucap Randy
Suasana yang tadinya terang sekarang menjadi gelap, ternyata hari sudah
menjelang malam.
"Kalian habis dari sini mau kemana?" tanya Kakek
"Hari sudah malam, mendingan kalian menginap di rumah kakek" ucap Kakek
"Gak usah kek nanti merepotkan, soalnya besok kami ada jadwal
kuliah" ucap Randy
"Kan pulangnya bisa subuh, bahaya kalau kalian malam pulangnya" ucap Kakek
"Bahaya kenapa kek?" tanya Randy penasaran
"Katanya banyak begal berkeliaran di dekat hutan yang kalian lewati" jawab Kakek
"Memangnya sudah ada kejadiannya kek?" tanya Rangga
"Kejadian itu sudah terjadi seminggu yang lalu" jawab Kakek
"Terus orang yang di begal gimana keadaannya?" tanya Randy penasaran
"Dia mati mengenaskan dan pelakunya belum di tangkap, jadi mendingan kalian menginap saja, subuhnya kalian bisa pulang untuk kuliah" ucap Kakek
"Gimana kalau kita menginap saja Rangga?" tanya Randy sambil menoleh ke arah Rangga
"Baiklah kita akan menginap, lagipula kakek gue sudah nyuruh kita menginap, kita ikuti saja kemauannya, aku takutnya terjadi beneran ke kita" jawab Rangga pasrah
"Kalau lo udah bicara seperti, gue ikut saja" ucap Randy
Mereka berdua pun menginap di rumah kakek. Di rumah ini hanya ada 2 kamar, jadinya mereka berdua akan tidur di kamar yang sama.
Randy dan Rangga berdiri di depan kamar, "Ini benar kamarnya cuma dua" ucap Randy
"Iya ***, kamarnya cuma ada dua, satu untuk kakek, dan kalian akan pakai kamar yang ini" ucap Kakek sambil menunjuk kamarnya
__ADS_1
*****
Waktu pun sudah malam dan menunjukkan jam 8 malam, Randy dan Rangga pun
makan malam terlebih dahulu kemudian kembali ke kamar.
"Kenyangnya habis makan, Randy gue kembali ke kamar dulu" ucap Rangga sambil meninggalkan ruang makan
"Rangga tungguin gue, gue takut soalnya" ucap Randy sambil berlari mengejar Rangga
Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar, setelah itu mereka berdua baring di tempat tidur.
"Hei, Rangga boleh gak gue memutar lagu?" tanya Randy sambil berbisik ke telinga Rangga
"Jangan putar, gue gak bisa tidur kalau mendengar suara berisik" ucap Rangga
"Tapi gue juga gak bisa tidur kalau gak dengar lagu" ucap Randy
"Pakai earsphone kan bisa dengerinnya?" ucap Rangga
"Tapi gue lupa bawa earphone" ucap Randy
"Lo kecilin aja volumenya, dan telinga lo deketin di hp" ucap Rangga
"Baiklah, gue coba dulu" ucap Randy
Jam pun sudah menunjukkan pukul 11 malam, saat itu Rangga tengah tertidur,
Tiba-tiba Randy pun membangunkan Rangga.
"Rangga bangun!" ucap Randy sambil menggoyangkan tubuh Rangga
"Kenapa lagi sih?" tanya Rangga
"Gue kebelet pipis nih" ucap Randy sambil memegang bagian bawahnya
"Pergi sendiri saja" jawab Rangga
"Gue orangnya penakut, temenin lah" ucap Randy sambil menggoyangkan Rangga lagi
Rangga pun terbangun, "Baiklah, gue temenin" ucap Rangga
Rangga dan Randy pun pergi ke toilet dan ternyata toiletnya tidak terhubung dengan rumah kakek.
"Toiletnya disana" ucap Rangga sambil nunjuk toiletnya
"Ini beneran disana?" tanya Randy yang ketakutan
"Iya, dekat hutan sana" ucap Rangga
"Lumayan jauh itu Rangga" ucap Randy yang masih takut
"Lo penakut banget sih, gue akan mengantar lo ke sana" ucap Rangga
Mereka berdua pun pergi ke toilet kakek Rangga dan Rangga menunggu depan pintu toiletnya.
"Rangga tunggu gue, lo jangan kemana-mana" ucap Randy di balik pintu toilet
"Iya gue tungguin" ucap Rangga dari balik pintu dan menghadap ke arah lain
"Jangan ninggalin gue" ucap Randy
"Iya gak bakalan gue ninggalin lo" ucap Rangga
Setelah beberapa lama, Seketika suara Rangga tidak terdengar lagi di pintu. "Rangga Rangga....Rangga...!!!" teriak Randy dari balik pintu lalu Randy pun mencoba mengintip dari balik pintu.
Ternyata Rangga tidak kelihatan lalu Randy pun bergegas keluar dari toilet untuk melihat Rangga, dan benar saja Rangga tergeletak di tanah. Dan Randy pun membangunkannya lalu membawa Rangga masuk ke rumah kakek lagi.
__ADS_1
Bersambung