
Rangga pun akan menggunakan piring untuk menyembuhkan Randy. "Randy mungkin hanya ini yang bisa gue lakukan untuk lo" ucap Rangga
"Gue hanya butuh rasa percaya agar bisa menyembuhkan dan mengucapkan mantra alien yang gak bisa di terjemahkan" ucap Rangga yang masih merasakan sakit yang di derita Randy
Lalu piring pun di letakkan di atas tubuh Randy dan Rangga pun memejamkan mata sambil mengingat masa saat mereka bertemu supaya memperkuat rasa percaya dirinya. Tubuh Randy pun seperti sedikit melayang ketika efek penyembuhnya bekerja. Di sekitar Randy muncul cahaya-cahaya biru, yang melayang memutari tubuh Randy. Setelah itu Randy perlahan menurun dan tersadar. Randy pun mulai membuka matanya dan melihat Rangga.
"Rangga...!!!" teriak Randy
"Iya, ini gue" ucap Rangga
"Lo datang menyelamatkan gue" ucap Randy
"Iya Randy" ucap Rangga
Rangga pun tiba-tiba terjatuh di pasir sambil terbaring. Randy pun mendatangi Rangga.
"Rangga lo kenapa?" tanya Randy
"Ini efek samping karena gue menggunakan piring yang kita temukan" ucap Rangga
"Kenapa lo menggunakannya padahal lo sudah tau akan terkena dampaknya?" tanya Randy
"Gue hanya ingin lo bahagia sama Ayu" ucap Rangga
"Lo gak perlu memikirkan gue dan Ayu, lo harus memikirkan kebahagian lo!" ucap Randy
"Gue sebenarnya sudah bahagia semenjak kita bertemu, gue bahagia karena gue punya saudara kandung, dan juga gue bisa ketemu sama orang tua kandung gue saat di rumah sakit" ucap Rangga
"Lo jangan bilang seperti itu!" ucap Randy
"Gue tak pernah sekalipun memanggil lo adik kan, kali ini aku akan memanggil lo adik" ucap Rangga
"Jangan gitu, kita baru sebulan bersama, kenapa kita harus berpisah secepat ini?" ucap Randy
"Kita gak akan berpisah, gue akan selalu ada di dalam diri lo" ucap Rangga sambil nunjuk ke Randy
__ADS_1
"Rangga apa gak ada cara lain agar bisa menghilangkan efek sampingnya?" tanya Randy
"Gak ada, kan lo sudah tau, efek sampingnya kematian" ucap Rangga
"Dan bagian yang hilang itu apa Rangga?" tanya Randy
"Bagian yang hilang itu percaya, tapi gue juga belum mengerti maksud sebenarnya" ucap Rangga
"Randy bisa lo panggilkan Ayu!" ucap Rangga
Randy pun memanggil Ayu untuk datang ke sini. Ayu pun mendatangi Rangga dan Randy. Ayu pun terkejut melihat Rangga terbaring di pasir. Ayu pun menghampiri Rangga.
"Ayu...!!" ucap Rangga
"Ada apa ini Randy?" tanya Ayu
"Rangga mau bicara sama lo" ucap Rangga
"Ada apa Rangga?" tanya Rangga
"Gak Rangga, lo itu selalu baik, kakak selalu menyayangi lo" ucap Ayu
"Maaf tadi aku bohong tentang syarat menyembuhkan" ucap Rangga
"Kenapa lo bohongin gue Rangga?" ucap Ayu yang sedikit marah sama Rangga karena membohonginya
"Karena lo pasti melarang gue kalau gue melakukan hal yang membahayakan gue" ucap Rangga
"Lo kenapa lakuin ini Rangga?" tanya Ayu dengan nada sedih
"Karena dulu gue pernah suka sama lo kak" ucap Rangga jujur
"Sejak kapan lo suka sama gue Rangga?" tanya Ayu
"Sejak gue tau kita bukan saudara kandung" ucap Rangga
__ADS_1
"Kenapa lo gak bilang sebelumnya ke gue?" tanya Ayu
"Karena gue gak mau orang lain salah sangka dan menganggap kita gak bermoral karena suka sama saudara sendiri, makanya gue memendam cinta ini" jawab Rangga
"Rangga, jujur kakak juga pernah menyukai lo dulu, tapi karena lo terus menjauhi gue, jadinya gue menganggap lo itu membenci gue, makanya gue membuang rasa cinta gue sama lo, maafin gue Rangga" ucap Ayu sedikit merasa bersalah
"Tidak apa-apa kak, gue sudah sangat senang saat bersama ayah dan kakak, gue bisa merasakan gimana rasanya punya keluarga" ucap Rangga sambil tersenyum
"Rangga, lo jangan pergi, kita ke rumah sakit ya siapa tau ada cara menyembuhkan lo?" ucap Ayu
"Gak ada kak, sudah jelas-jelas di piring tulisannya kematian, lagi pula efek samping ini gak mungkin ada di buku-buku kan?" ucap Rangga
"Memangnya di piring gak ada menjelaskan cara mencegahnya?" tanya Ayu
"Gak ada kak, lagipula gue sudah pernah mendengar mitos, jika saudara kembar terpisah lama lalu di pertemukan kembali maka salah seorang dari saudara kembar itu akan mati, mungkin ini yang di maksud dari mitos itu?" ucap Rangga
"Rangga jangan bicara seperti itu, kamu tega sama ayah, nanti dia dengar kabar bahwa lo pergi meninggalkannya gimana?" ucap Ayu khawatir
"Bilang saja sama ayah yu, gue akan selalu ada bersamanya, dan juga disana ada Randy yang bisa menjaga dia" ucap Rangga
"Rangga, gue takut gue gak bisa menjaga ayah lo seperti lo menjaganya" sahut Randy
"Lo pasti bisa Randy, gue juga minta tolong lo jagain Ayu ya, dia gak sulit kok menjaganya, dan gue juga mau lo nikah sama dia, biar kalian bisa terus bersama sampai kakek nenek" ucap Rangga
"Dan permintaan terakhir gue sama kalian berdua, tolong sampaikan pesanku kepada ayah dan ibu kandungku, maaf aku gak bisa lama sama kalian, mungkin waktu seminggu sudah cukup bagiku untuk mengenal kalian" ucap Rangga
"Rangga, gue gak percaya lo malah yang meninggalkan gue lebih dulu, yang harusnya di posisi itu gue" ucap Randy merasa bersalah
"Sebenarnya memang harus gue yang meninggalkan lu, gue yang membuat lu celaka, maafkan gue atas kejadian itu, mungkin ini saat terakhir gue, kamu janji ya akan menjaga mereka berdua Randy" ucap Rangga
"Iya gue janji Rangga" ucap Randy sambil meneteskan air matanya
Dengan perlahan tangan Rangga pun turun, Wajahnya pucat dan matanya terpejam, lalu Rangga pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Bersambung
__ADS_1