Kita Kembar

Kita Kembar
Pulang


__ADS_3

Randy membawa Rangga ke kamarnya lalu keluar lagi menuju kamar kakek dan mencoba membangunkan kakek yang lagi tidur di kamarnya.


"Kek, kakek...!!!" teriak Randy sambil menggedor pintu


(Haduh...kok enggak bangun coba kugedor lagi)


"Kakek bangun...kakek!!!" teriak Randy sambil menggedor pintunya lebih keras


Tak berapa lama, pintu kamar kakek pun terbuka dan kakek keluar sambil menggaruk rambutnya.


"Ada apa sih sama kalian mengganggu tidur kakek?, kalian tau gak ini


tuh sudah malam" ucap Kakek


"Kek, Rangga pingsan tadi di dekat toilet" ucap Randy


"Kamu gak bohong kan, dia dimana sekarang?" tanya Kakek Rangga


"Gak mungkinlah aku bohong kek, aku membawa Rangga ke kamar kek" ucap Randy


Kami pun pergi ke kamar untuk melihat keadaan Rangga yang sedang pingsan, dan ketika kakek melihat Rangga dia langsung buru-buru menghampiri Rangga.


"Rangga...Rangga...!!!" teriak Kakek sambil mengoyangkan tubuh Rangga


"Sudah aku coba tadi kek, tapi tetap gak sadarkan diri" sahut Randy


Kakek Rangga pun berbalik badan dan berbicara, "Coba kamu ambilkan air didapur" ucap kakek sambil menunjuk ke arah dapur


"Baik kek, saya akan ambilkan" ucap Randy sambil mengangguk


Randy pun mengambil air ke dapur dan kakek menunggu di kamar sambil mencoba membangunkan Rangga. Tak berapa lama, Randy pun kembali dari dapur dengan membawa air untuk Rangga.


"Air ini untuk apa kek?" tanya Randy


"Untuk dia minum takutnya karena kecapean" Kakek pun mengambil air dari tangan Randy


Kakek pun mengangkat tubuh Rangga sedikit dan meminum air tersebut ke


Rangga. Rangga pun meminum air itu dan seketika kembali sadar sambil terbatuk-batuk.


"Rangga lo udah gak apa-apa?" tanya Randy


"Gue gak apa-apa Randy jangan khawatir" jawab Rangga


"Syukurlah, gue kira lo akan mati karena efek samping itu" ucap Randy

__ADS_1


"Gaklah, tadi gue merasa tubuh gue sakit sekali" ucap Rangga


"Mungkin karena gue kebelet tadi, kan gue memegang perut makanya lo


sakit" sahut Randy


"Bukan karena itu, ini beda mungkin lo harus cek tubuh lo deh" ucap Rangga sambil nunjuk Randy


"Gak mungkinlah, buktinya gue sehat-sehat saja" ucap Randy sambil bergaya memperlihatkan tubuhnya


"Sakitnya belum terlihat, tapi gue sepertinya bisa merasakannya" ucap Rangga


"Sudah sudah, lo istirahat saja, nanti tambah parah loh" ucap Randy


"Iya ***, kamu istirahat saja, ini juga sudah tengah malam, waktunya kita tidur" ucap kakek menasehati


"Bener tuh kata kakek lo Rangga" sahut Randy


"Iya, gue akan istirahat" ucap Rangga


Setelah itu akhirnya Rangga pun tertidur di kasur, Mereka akhirnya pun tidur sama-sama di kasur. Kemudian keluar dari kamar mereka dan kakek pun kembali ke kamarnya.


Hari pun sudah menjelang pagi. Randy terbangun dari tidurnya. Betapa terkejutnya Randy ketika memalingkan wajahnya ke kiri ternyata dia melihat Rangga yang masih terlelap di kasur dengan wajah menyeramkan.


"Astaga, ngagetin aja Rangga, woi bangun sudah pagi!!!, sudah pagi masih tidur aja ni bocah" teriak Randy untuk membangunkan Rangga


"Woi bangun dong, sudah pagi ini" ucap Randy membangunkan Rangga


Rangga pun terbangun dan bilang, "Kenapa sih lo ganggu orang sedang tidur?" tanya Rangga


"Bangun lah, kita mau ke kampus" ucap Randy mengingatkan


"Memangnya jam berapa sekarang?" tanya Rangga


Randy pun melihat jam tangannya, "Sudah mau jam 8 pagi" ucap Randy


Rangga pun terkaget dan baru ingat dia kuliahnya jam 9. Dia pun langsung


buru-buru bangun lalu mandi, setelah itu memakai pakaiannya dan mengemaskan


barang bawaannya.


"Cepat lah, kita mesti buru-buru ini, ntar telat" ucap Rangga


"Yang bikin kita telat kan lo" balas Randy

__ADS_1


"Iya, gue salah karena bangunnya telat, lo cepetan berkemasnya" ucap Rangga memerintah


"Sabar napa sih, banyak ni yang gue bawa" ucap Randy


"Iya, anak orang kaya" ucap Rangga dengan nada meledek


"Iya, manusia barbar" ucap Randy untuk menjawab ejekan Rangga


Setelah berkemas kami langsung pamit sama kakek soalnya sudah bantu kami dan juga mengizinkan menginap, kebetulan kakek sedang berada di teras depan rumah.


"Kek pamit dulu ya?" ucap Rangga


"Iya ***, kok buru-buru banget pulang" ucap kakek


"Kami ada jadwal kuliah kek" sahut Randy


"Ya sudah kalo gitu hati-hati di jalan ya, dan ingat kalian harus saling bantu" ucap kakek


"Yoi kek, tenang aja selama ada aku disini" ucap Randy dengan bahasa gaulnya


"Kakek gue mana paham, sudah cepat jalan" sahut Rangga


Kami pun langsung tancap gas dan langsung menuju kampus karena gak mungkin buat pulang ke kos, karena pasti telat datang ke kampus. Kami pun dalam perjalanan menuju kampus, Rangga membawa motornya dengan sangat kencang.


"Semuanya sudah lo bawakan?" tanya Rangga di jalan raya


"Sudah semuanya, tenang saja gak ada yang ketinggalan" jawab Randy


Sesampainya kami di kampus, jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, kami pun langsung berlari dari parkiran depan kampus menuju ke kelas sambil berlari.


"Ayo cepat nanti kita telat ini" ucap Rangga


"Gue gak bisa cepat-cepat larinya, gue capek soalnya" ucap Randy yang kelelahan


Rangga pun berhenti lalu menghampiri Randy yang terhenti, "Lo harusnya banyakin olahraga biar tahan nafas lo saat lari" ucap Rangga sambil menggandeng Randy


Setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua sampai juga ke kelas. Namun ketika sudah sampai, semua mahasiswa di kelas tidak ada satupun.


"Kok kosong, kemana semua orang?" ucap Rangga


"Coba lo cek grup WA kelas dulu Rangga" ucap Randy


"Gue gak ada di grup, kan baru masuk kelas" jawab Rangga polos


"Baiklah, gue saja yang cek grup wa nya" ucap Randy

__ADS_1


Ketika kami mengecek grup WA ternyata dosennya gak bisa datang hari ini dan mata kuliah jadinya tidak ada di jam 9 ini.


Bersambung


__ADS_2