
Ayah Rangga pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
"Ayah, Ayu bantuin ya?" ucap Ayu
"Gak usah biar Rangga saja yang bantuin ayah, kamu istirahat saja biar Randy yang jagain kamu"ucap Pak Ridho
Rangga dan Pak Ridho pun meninggalkan kamar Ayu. Setelah itu Randy dan Ayu pun mulai mengobrol.
"Hei Randy, mendekat ke sini dong" ucap Ayu
"Iya kak" jawab Randy sambil duduk di dekatnya
"Gak usah manggil kak dong, panggil Ayu saja" ucap Ayu
"Iya, Ayu" ucap Randy dengan pelan
"Lo kok malu-malu, santai aja" ucap Ayu
"Gue malu karena melihat kecantikanmu" ucap Randy menggombal
"Bisa aja ngegombalnya, lo kerjanya apa?" tanya Ayu
"Gue belum kerja, gue mahasiswa yu" jawab Randy
"Lo jurusan apa?" tanya Ayu
"Jurusan teknik" jawab Randy
"Berarti sama dengan Rangga dong" ucap Ayu
"Iya, kami satu kelas yu" ucap Randy
"Kalian kapan ketemunya?" tanya Ayu
__ADS_1
"Ketika Rangga masuk kuliah" jawab Randy
Ketika mengobrol seperti biasanya, tiba-tiba Ayu memberikan pertanyaan yang mengejutkan, "Lo suka sama gue ya?" ucap Ayu sambil menatap mata Randy
Randy pun mengalihkan pandangannya ke arah lain, "Tidak....kok lo tiba-tiba nanyain itu?" tanya Randy kebingungan
"Soalnya lo kelihatan banget, lo itu sepertinya suka sama gue?" ucap Ayu sambil melihat Randy yang gelisah tak menentu
"Gak lah, kita kan baru kenal juga" jawab Randy sambil menggelengkan kepalanya
Terdengar suara tawa Ayu yang sangat lucu sekali, "Hahaha...lo itu lucu juga ya bisa di becandain, gak seperti Rangga ngeselin" ucap Ayu
"Memang Rangga dari dulu gitu ya?" tanya Randy penasaran
"Gak kok, dia berperilaku begitu semenjak dia punya pacar waktu SMA makanya dia jadi seperti itu" ucap Ayu menjelaskan
"Apakah dia putus sama pacarnya makanya dia seperti itu?" tanya Randy
"Iya itu pada waktu Rangga lulus SMA, pacarnya selingkuh lalu dia mutusin pacarnya gitu aja" ucap Ayu
"Rangga jadinya gak pernah mau punya pacar lagi dan gue takutnya dia homo, lo mesti hati-hati jika dekat dengannya" ucap Ayu bercanda
"Gak usah bercanda dong, dia pasti punya alasan kenapa gak pacaran lagi kan?" ucap Randy
"Memangnya seperti apa contohnya?" tanya Ayu
"Mungkin dia suka sama kamu yu?" ucap Randy
"Hahaha...gak mungkinlah, pasti gue tolak kalau dia bilang cinta sama gue" ucap Ayu
"Memang apa salahnya kalian kan gak sedarah?" tanya Randy
"Biarpun kami gak sedarah, gue itu masih anggap dia keluarga gue, adik kandung gue, mana mungkin gue pacaran sama dia" ucap Ayu
__ADS_1
Tanpa mereka sadari Rangga ternyata berada di balik pintu dan mendengar semua yang di katakan Ayu dan Randy.
"Udah dulu ya Randy, gue mau istirahat dulu" ucap Ayu
"Istirahat ya cantik" ucap Randy menggombal
"Makasih lo Randy, tapi jangan sering ya ngucapinnya, nanti kalo kedengaran sama ayah, lo bisa di marahinya" ucap Ayu sambil senyum sedikit
"Tenang saja yu, kan gue udah dekat sama dia" ucap Randy
"Sudah dulu ya, nanti bangunin gue ya Randy kalo sudah waktunya makan
malam" ucap Ayu
"Iya nanti gue bangunin" ucap Randy
Randy pun keluar kamarnya Ayu. Dan melihat Rangga duduk di teras dan matanya berkaca-kaca seperti sedang menangisi sesuatu.
"Lo kenapa sih, ada masalah lagi sama mantan lo?" tanya Randy
"Gak, cuma mata gue kena debu" jawab Rangga
"Bohong, lo itu ya suka banget ini memendam perasaan" ucap Randy menyinggung
"Gak ada kok, gak pernah gue memendam perasaan" ucap Rangga
"Ada pepatah mengatakan : katakanlah kejujuran walaupun itu pahit, jadi jangan di pendam, ceritakan saja" ucap Randy
"Maaf gak bisa gue ceritain karena ini rahasia gue, mana mungkin gue ceritain, nanti ada yang tersakiti" ucap Rangga
"Ya udah deh kalau lo gak mau cerita" ucap Randy
Hari pun berganti malam, dan kami semua akan makan malam, Randy pun membangunkan Ayu untuk makan malam. Setelah menunggu lama, Ayu dan Randy pun
__ADS_1
keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan untuk makan bersama-sama.
Bersambung