Kita Kembar

Kita Kembar
Yang Sebenarnya


__ADS_3

"Maaf, Yu, Gue Rangga" ucap Rangga jujur


"Lalu suami gue mana?" ucap Ayu sambil melihat di seluruh ruangan


"Dia di bawa sama Desi" ucap Rangga


"Maksud lo?" tanya Ayu kebingungan


"Dia di tahan sama Desi, dan Desi itu sebenarnya menginginkan gue dan piring itu, tapi kami bertukar tempat" ucap Rangga menjelaskan


"Kenapa lo gak menyelamatkan dia sekarang?" ucap Ayu


"Tenang yu, ini sudah di rencanakan sama Randy" ucap Rangga


"Maksud lo, ini semua ide dari Randy?" tanya Ayu


"Iya yu, dia gak mau mengorbankan gue, dia malah mau menyelamatkan gue dan bertukar tempat dengan gue" jawav Rangga


"Kenapa dia lakuin itu sih?" tanya Ayu


"Karena dia gak mau kehilangan gue lagi yu, waktu itu gue hampir mati gara-gara menolong dia, dia mau membalas budi atas pertolongan gue" ucap Rangga


"Kenapa gak lo larang dia ngelakuin itu?" tanya Ayu


"Gak bisa gue larang yu, kalau lo masih di tahan, dia cinta banget sama lo, dia gak mau lo kenapa-napa" ucap Rangga


"Kenapa sih Randy, masih tega ninggalin gue untuk kedua kalinya?" ucap Randy


"Gak yu, dia bukan ninggalin lo, dia gak berniat mengorbankan dirinya sendiri, dia ada rencana buat menjebak Desi" ucap Rangga


"Gimana caranya Rangga?" tanya Ayu


"Sebenarnya Randy sudah memberi tau aku ketika di rumah tadi, tentang rencananya" ucap Rangga

__ADS_1


"Terus gimana?" tanya Desi


"Katanya kita mesti memberi tau polisi terlebih dahulu tentang masalah ini" ucap Rangga


"Terus gimana lagi Rangga?" tanya Ayu lagi


"Terus kita beritahu lokasi keberadaan Desi dari alat ini" ucap Rangga sambil memperlihatkan alatnya


Ayu pun melihat alatnya, "Alat apa itu Rangga?" tanya Ayu


"Masa' lo lupa, ini kan alat pelacak, waktu kalian berdua menemukan gue di gudang, sudah ingat?" ucap Rangga


"Oh yang waktu itu, iya gue ingat, terus bagaimana lagi?" tanya Ayu


"Nanti kita menunggu di lokasi itu sambil mendengar aba-aba dari Randy" ucap Rangga


"Baiklah, gue juga ikut ya" ucap Ayu


"Tapi lo jangan bikin keributan, nanti rencana yang kita jalankan akan gagal" ucap Rangga mengingatkan


"Ok, kalau gitu kita langsung pergi mengikuti alat pelacak ini" ucap Rangga


"Baiklah" ucap Ayu sambil berdiri kembali


Rangga dan Ayu pun keluar dari kamar hotel lalu menuju lift. Setelah keluar dari lift, Rangga dan Ayu pun menuju parkiran mobil untuk mengambil mobil Randy yang terparkir di parkiran hotel. Sesampainya di parkiran, kami pun mencari mobil Randy, setelah ketemu kami langsung masuk ke dalam mobil


Randy.


"Rangga, lo tau mengendarai mobil kan?" tanya Ayu


"Tau lah kak, kak Ayu bisa tenang gak?" ucap Rangga


"Baiklah..." ucap Ayu

__ADS_1


Setelah menyalakan mesin mobil, Rangga dan Ayu pun keluar dari parkiran dan menuju ke arah dimana alat pelacaknya berada.


"Yu, lo beritau gue kemana arahnya!" ucap Rangga memerintah


"Sepertinya ini pernah terjadi deh sebelumnya?" ucap Ayu teringat


"Maksudnya kak?" tanya Rangga kebingungan


"Waktu Randy mencari lo, gini juga rasanya" ucap Ayu


"Ya udah jangan banyak mikir kak, lihat saja alat pelacaknya" ucap Rangga


"Baiklah Rangga" ucap Ayu


"Di depan ada simpang tiga, kita lewat mana?" tanya Rangga


"Lewat kanan Rangga" ucap Ayu


Setelah Rangga melewati simpang itu, ternyata ada lagi persimpangan di depan.


"Ini ada simpang lagi, kita harus belok kemana?" tanya Rangga


"Belok kiri Rangga" ucap Ayu


Setelah belok ke kiri, jalan pun mulai lurus dan tidak ada persimpangan, tak berapa lama ada simpang 4.


"Di depan ada simpang kita harus kemana?" tanya Rangga


"Kita lurus saja, tapi nampaknya kita gak sempat Rangga, lampu lalu lintas keburu merah" ucap Ayu


"Tenang saja, aku akan ngebut sedikit" ucap Rangga sambil menambah kecepatan


Rangga pun ngebut secepatnya, namun dia tidak sempat, lampu lalu lintasnya keburu merah, jadi kami harus menunggu sampai lampu lalu lintas menjadi hijau. Setelah

__ADS_1


lampu kembali hijau, kami pun melanjutkan perjalanan kami.


Bersambung


__ADS_2