
"Menurut lo ini bahasa apa ya?" tanya Randy
"Sini piringnya, coba gue lihat tulisannya" ucap Rangga sambil
mengambil piringnya lagi
"Coba lo perhatikan lebih dekat deh Rangga, itu seperti tulisan jawa kuno" jawab Randy sambil nunjuk tulisannya
"Kok bisa lo beranggapan ini tulisan jawa kuno Randy?" tanya Rangga keheranan
"Soalnya gue pernah melihat ini di buku-buku, cuma masalahnya gue gak tau cara bacanya" jawab Randy
"Mungkin kakek gue tau tulisan ini" ucap Rangga
"Memangnya kakek lo tau tulisan jawa kuno?" tanya Randy memastikan
"Gak tau juga, tapi dia pernah bilang kalau dia itu bisa bahasa jawa kuno" jawab Rangga
"Apakah mungkin dia juga bisa baca tulisannya?, karena dia kan bisa bahasa jawa kuno ini sih masih pendapat aku pribadi" ucap Randy
"Berarti kita mesti menanyakannya, jadi habis dari sini kita akan menemui kakek gue" ucap Rangga
"Tapi bukannya nanti kesorean kalau kita sekarang ke sana, gue gak nyaman loh sama kakek lo" ucap Randy
"Gak apa-apa kok, dia orangnya ramah dan gak galak seperti ayah gue" ucap Rangga
"Baiklah, tapi nampaknya kita harus menginap juga di rumah kakek lo deh, karena gue udah capek banget ni" ucap Randy
"Jangan nanti kuliah besok gimana?" tanya Rangga
"Kan besok pagi bisa pulang" jawab Randy
"Itu nanti sajalah kita bicarakan, kita mesti pergi sekarang saja, nanti keburu malam, soalnya di hutan ini sangat seram kalau di malam harinya" ucap Rangga
"Ok, tapi gue mau minum dulu ya, lo ada air gak?" ucap Randy
"Gue ada bawa tapi tadi sudah gue minum sedikit, jadi tinggal setengahnya" ucap Rangga sambil menuangkan di gelas Randy
"Iya, gak apa-apa mana airnya?" tanya Randy yang tidak memperhatikan
"Air yang tadi kan sudah gue tuangkan di gelas lo, kok lo minta lagi?" tanya Rangga kesal
"Air tadi sudah habis makanya gue minta lagi" ucap Randy
__ADS_1
"Ini airnya, tapi jangan lo habiskan ya?" ucap Rangga sambil memberikan botol airnya ke Randy
"Iya, tenang gak gue habisin kok minumannya" ucap Randy
Randy pun meminum airnya dan beristirahat sebentar. Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan untuk keluar dari hutan. Setelah perjalanan panjang akhirnya mereka sudah keluar dari hutan yang menyeramkan itu. Mereka pun mengambil motornya yang terparkir di tepi jalan raya.
"Ini helm lo?" ucap Rangga sambil melempar helm
"Aduh...jangan di lemparlah, sakit tangan gue ini menangkapnya" ucap Randy sambil menggoyangkan tangannya yang sakit
"Maaf maaf, soalnya lo jauh banget tadi, tangan gue juga capek sekali harus memegang helm lo" ucap Rangga
"Siapa suruh pegang?" ucap Randy
"Kalau gak di pegang, gimana caranya gue ngegas motor gue?" balas Rangga
"Kan helmnya bisa lo letakkan di tempat duduk di belakang, repot banget jadi orang" ucap Randy kesal
"Iya iya, terserah deh" ucap Rangga
Rangga pun naik motornya dan langsung tancap gas menuju rumah kakek Rangga.
Yang mungkin bisa membuat mereka menterjemahkan bahasa jawa kuno.
Kami sedang dalam perjalanan menuju rumah kakek Rangga. Aku pun mengobrol sama Rangga ketika dalam perjalanan.
"Deket rumahnya, gak jauh dari hutan yang kita datangi tadi" jawab Rangga
"Kenapa kakek lo gak tinggal dengan ayah lo?" tanya Randy kembali karena penasaran
"Kakek gue lebih suka tinggal dekat hutan di banding dekat sungai" jawab Rangga
"Kakek lo umurnya berapa?" tanya Randy
"Sudah 70 tahun umurnya" jawab Rangga
"Nenek lo masih ada?" tanya Randy
"Gak, beliau sudah meninggal 5 tahun yang lalu" jawab Rangga
"Maaf ya, gue tanya yang bukan-bukan" ucap Randy yang sedikit merasa bersalah
"Gak apa-apa, tanyakan saja tentang apapun sama gue, gue gak masalah kok!" ucap Rangga
__ADS_1
"Lo punya kakak?" tanya Randy
"Punyalah, walaupun dia bukan kakak kandung" jawab Rangga
"Umurnya, masih tua dia apa lo?" tanya Randy kembali karena pengen tau
"Umur kami beda setahun, karena pas gue di temukan gue dengan dia masih kecil pada saat itu" jawab Rangga
Mereka pun jadi banyak mengobrol di motor dan tanpa terasa sudah mau sampai di rumah kakek Rangga.
"Itu sudah dekat rumahnya" sambil nunjuk rumah kakeknya
"Tua banget rumahnya, memangnya gak di renovasi?" ucap Randy
"Gak, dia gak suka di renovasi, soalnya rumah ini peninggalan kakek buyut gue" jawab Rangga
Rangga pun berhenti di rumah kakek Rangga. Rangga dan Randy pun turun dari motor dan jalan kaki menuju depan rumahnya.
"Assalamualaikum" ucap Rangga
"Assalamualaikum kek" Rangga mencoba memanggil kembali
"Kakek, ini Rangga datang berkunjung" ucap Rangga
Kakek Rangga pun keluar rumah dengan menggunakan tongkat, "Wa'alaikumsalam nak"
"Kakek masih sehat?" tanya Rangga
"Kakek masih sehat ***, kamu bawa teman?" balas Kakek Rangga
"Aku Randy kek" sahut Randy
"Kok mukanya sama seperti kamu ***?" tanya Kakek keheranan
"Ini kembaran aku kek" jawab Rangga
"Kembaran kamu?, kok kakek gak tau?" tanya Kakek sambil melihat Randy dan Rangga
"Iya kek panjang ceritanya, nanti Rangga ceritakan ke dalam, kita masuk dulu aja" ucap Rangga
"Baiklah ***, ayo masuk rumah kakek" ucap Kakek Rangga
"Baik kek, kami akan masuk" sahut Randy sambil menundukkan kepala
__ADS_1
Rangga pun menuntun kakeknya berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Bersambung