Kita Kembar

Kita Kembar
Desi Lagi


__ADS_3

"Sayang laper nih habis main ke pantai, kita maka dulu yuk?" ajak Ayu


"Ok sayang, kamu mau makan apa?" tanya Randy


"Makan sate yank" ucap Ayu


"Yakin itu doang yang mau kamu beli?" ucap Randy


"Iya sayang, aku gak mau yang bermewah-mewah makanannya, lagipula kamu belum pernah kan makan


sate di dekat pantai ini?" ucap Ayu


"Belum sih yank, kamu mau minum apa?" tanya Randy


"Es kelapa aja, kayaknya seger deh kalau minum pas siang hari gini" jawab Ayu


"Ok aku pesan kan ya" ucap Randy


Aku pun memesan sate dan air kelapa, kami pun menunggu pesanan kami datang. Setelah datang kami pun makan satenya.


Ayu pun memakan satenya terlebih dahulu, "Sayang, enak banget satenya" ucap Ayu


"Iya sayang, kamu makan saja, jangan makan sambil ngomong nanti tersedak loh" ucap Randy


"Iya sayang aku tau" ucap Ayu


Kami pun memakannya sampai habis, setelah ini kami langsung mau pulang ke hotel lagi. Dalam perjalanan pulang, aku tetap waspada takutnya orang yang tadi siang masih membuntuti kami. Namun ketika sampai di hotel, aku belum melihatnya, makanya aku langsung saja menuju kamar hotel.


Aku pun masuk ke dalam kamar hotel tanpa kecurigaan. Ketika sudah masuk ke kamar hotel lalu tiba-tiba tubuhku tak bisa di gerakkan lagi. aku tidak sadarkan diri saat itu.


Tak berapa lama, aku pun mendengar suara orang membangunkanku. Aku pun mencoba membuka kedua mataku. Lalu aku melihat seseorang yang ingin aku jebloskan penjara, yaitu Desi.


"Lo lagi, lo gak ada kapoknya ya?" ucap Randy marah

__ADS_1


"Gak dong, gue gak ketangkep" ucap Desi


"Desi...!!!Mana istri gue?" ucap Rangga yang emosi


"Tenang saja, dia ada di sebelah lo" ucap Desi sambil nunjuk


"Sayang bangun yank....!!!" teriak Randy


Istriku Ayu pun terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya dan melihatku.


"Sayang..." ucap Ayu yang merasa takut


"Syukurlah lo gak apa-apa" ucap Randy lega


"Sayang, kita ada dimana?" tanya Ayu


"Gue gak tau, sepertinya kita di bangunan tua" ucap Randy menenangkan Ayu


Randy pun ke arah Desi, "Itu Desi lagi yank" ucap Randy


"Desi...? Lo mau apa lagi dia sama kita?" ucap Ayu emosi


"Saya bisa diem dulu, biar gue yang tanyakan" ucap Randy


"Baiklah yank" ucap Ayu menuruti


Randy pun kemudian bertanya kepada Desi, "Desi...! kenapa lo bawa kita kesini? lo mau bunuh Ayu lagi?" ucap Randy emosi


"Oh...so sweet, sayangnya bukan itu tujuanku" ucap Desi


"Terus lo mau apa lagi dari kami?" ucap Randy


"Aku hanya mau 3 saja kok dari kalian, gak banyak kan Randy?" ucap Desi

__ADS_1


"Gue gak masalah memberikan apapun, asal itu bukan nyawa kami ataupun keluarga terdekat kami" ucap Randy


"Tenang saja kali ini gue bukan mau membunuh, tapi gue cuma mau Piring dan Rangga, mudah kan syaratnya?" ucap Desi


"Lo mau apakan Rangga?" tanya Rendy


"Gue cuma mau dia bantu aku mengaktifkan kekuatan dari piring itu aja kok" ucap Desi


"Lo gak tau apa-apa soal piring itu, itu bisa membahayakan jika Rangga menggunakannya lagi" ucap Randy yang marah


"Bukan urusan gue, gue sebenarnya benci banget sama keluarga lo Randy" ucap Desi


"Kenapa keluarga gue?" tanya Randy kebingungan


"Lo gak tau, apa yang dilakukan keluarga lo terhadap keluarga gue?" balas Desi


"Jujur, gue gak tau apa-apa" jawab Randy


"Baiklah, gue akan ceritakan semuanya, kenapa gue sampai membenci keluarga lo" ucap Desi


"Lo ingat kecelakaan waktu lo masih kecil?" tanya Desi


"Tidak terlalu ingat karena waktu itu gue masih kecil" ucap Randy


"Sebenarnya gue juga sama tidak ingat, gue cuma di beritahu sama paman tentang kejadian itu" ucap Desi


"Dan dia bilang bahwa orang tua gue mati, ketika kecelakaan itu terjadi" ucap Desi


"Maksudnya, orang tua lo yang di tabrak sama ayah gue?, gak mungkin dia belum pernah cerita soal itu" ucap Randy


"Dia gak mungkin mau cerita sama lo, itu aib mereka, mereka suruh gue merahasiakan itu dari semua orang" ucap Desi


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2