
Ketika Desi dan Randy sedang mengobrol, ternyata Rangga dan Ayu juga berada di dalam rumah sambil bersembunyi mendengarkan Desi bercerita. Setelah Desi selesai bercerita sedikit tentang yang ada di foto, mereka berdua masuk ke dalam. Rangga dan Ayu pun agak mendekati kamar dan melihat dari celah lubang yang ada di dinding kamar itu.
"Maafin gue Desi telah meninggalkan lo" ucap Randy sambil mendekati Desi
"Maaf katamu, lo udah nyakitin gue Rangga" ucap Desi
"Maaf karena telah nyakitin lo waktu di gudang itu" ucap Randy sambil perlahan mendekat
"Gak, lo itu pasti masih suka sama kakak lo kan?" ucap Desi sambil menutup muka dan berbalik badan
"Itu sudah tidak lagi, kan dia sudah jadi istri Randy" ucap Randy lalu memegang bahu Desi
"Tapi lo tetep suka sama dia, ngaku aja lo?" ucap Desi
Randy membuat Desi berbalik ke belakang, mata mereka berdua bertatapan. "Gak gue itu
sukanya sama lo!" Randy memeluk Desi agar supaya di ampuni sama Desi
Sementara itu di luar Ayu terlihat marah melihat Randy menggoda Desi, untung saja amarah Ayu sempat di tahan sama Rangga.
"Kak jangan marah, ini bagian dari rencana" ucap Rangga menenangkan Ayu
"Rencana pala lo, jelas-jelas Randy seneng banget di peluk cewek cantik seperti Desi!" ucap Ayu yang lagi emosi
"Ini kami lakukan agar bisa mengalihkan perhatian" ucap Rangga sambil menahan Ayu untuk masuk ke dalam kamar
"Mengalihkan dari mana, mana bisa gue teralihkan dari Randy yang memeluk Desi" ucap Ayu yang masih mencoba untuk masuk dalam kamar
"Kakak sabar aja, nanti kakak bahas di rumah aja sama Randy" ucap Rangga
"Awas aja kalau mereka sampai ciuman, gue akan langsung hajar tuh cewek" ucap Ayu
Setelah Randy memeluk Desi, sepertinya hatinya agak luluh sejenak, walaupun sebenarnya aku hanya mengalihkan perhatiannya dari apa yang aku ambil di dekatnya. Aku mengambil pistol yang ada di sakunya.
"Letakkan senjata kalian atau gue tembak Desi!" ucap Randy sambil menodongkan senjata yang diambil ke kepala Desi.
Ketika mendengar perintah itu kedua anak buah Desi pun meletakkan senjatanya ke lantai.
__ADS_1
"Lo mau pakai cara licik ya Rangga?" ucap Desi
"Kata siapa gue pakai cara licik, lo dari awal juga licik kan menjebak gue" ucap Randy
"Darimana lo bisa tau?" tanya Desi kebingungan
"Sebenarnya gue hanya bertukar posisi dengan Rangga" ucap Randy membuka penyamaran
"Jadi lo ini Randy?" ucap Desi yang sedikit kaget
"Iya, gue sengaja bertukar posisi agar Rangga tidak menjadi sandera kalian" ucap Randy
"Sejak kapan lo bertukar posisi?" tanya Desi
"Sejak di hotel itu, sebenarnya gue pura-pura pingsan agar gue bisa mengaktifkan alat pelacak
yang gue bawa" ucap Randy menjelaskan rencana
"Baiklah Randy, gue menyerah" ucap Desi
Lalu tiba-tiba Desi menghentak kepalanya ke wajahku, aku langsung termundur ke belakang dan Desi kabur dari kamar ini. Lalu dua anak buah Desi mengambil pistol yang
membuat mereka berdua terjatuh.
"Terima kasih Rangga atas bantuannya" ucap Randy sambil mencoba untuk berdiri
"Sama-sama Randy" ucap Rangga
"Ngomong-ngomong Istri gue mana?" tanya Randy
"Dia sedang mengejar selingkuhan lo" ucap Rangga dengan polosnya
"Maksud lo?" ucap Randy
"Dia mengejar Desi, setelah dia melihat lo memeluk Desi" ucap Rangga menjelaskan lagi
"Kalau gitu kita harus cepat mengejarnya, Desi itu masih punya satu pistol yang dia sembunyikan" ucap Randy mengajak keluar
__ADS_1
"Kenapa gak lo bilang?, gue kira cuma satu, makanya gue izinkan Ayu untuk mengejar selingkuhan lo" ucap Rangga
"Bisa gak lo jangan bilang selingkuhan, nanti gue hajar lo ya!" ucap Randy sambil
mengepalnya tangannya lalu mengarahkan ke Rangga
Kami berdua pun mengejar Ayu dan Desi di luar rumah. Setelah keluar rumah, ternyata Desi sudah menodongkan pistol ke arah Ayu.
"Desi tolong letakkan pistolnya" ucap Randy yang berdiri di sebelah Rangga
"Gak akan, kenapa sih Randy lo merusak rencana gue mulu?" ucap Desi yang menodongkan senjata ke arah Ayu
"Gue cuma gak suka cara lo mengancam kami, harusnya lo pakai cara baik-baik" ucap Randy kesal
"Seperti memeluk Desi ya Randy!" teriak Ayu
"Maaf sayang!!!" teriak Randy meminta maaf
"Lo beneran suka memeluk gue Randy?" tanya Desi
"Iya gue suka sedikit" ucap Randy yang sengaja berbohong supaya Ayu marah
"Kalau gitu gimana kalau gue jadi istri kedua lo?" tanya Desi
Randy berpikir sejenak lalu bertanya ke Ayu. "Lo setuju gak sayang?" tanya Randy
Ayu pun menjawab, "Mana gue setuju!" ucap Ayu sambil berdiri dan membuat pistol yang di pegang Desi jatuh ke tanah.
Randy pun melompat ke arah Desi untuk menangkapnya, akhirnya Desi pun tertangkap.
"Randy kok lo melompat ke arah Desi sih?" tanya Ayu yang sedang melihat Randy berpelukan sama Desi
Randy pun menoleh ke Ayu. "Gue cuma mau menangkap dia sayang, biar gak kabur" ucap Randy
"Awas saja ya Randy, nanti kita akan bicarakan di rumah" ucap Ayu sambil mengacungkan jari telunjuknya
Randy pun berdiri sambil memegang tangan Desi agar tidak kabur. "Baik sayang" ucap Randy
__ADS_1
Tak berapa lama polisi pun datang ke lokasi dan menahan Desi dan anak buahnya. Mereka akan di jebloskan ke penjara atas tuduhan rencana pembunuhan, penculikan, dan pengancaman.
Selesai