Kita Kembar

Kita Kembar
Ruangan Rahasia


__ADS_3

Setelah turun ke lantai bawah, pintu lift pun terbuka dan terlihat ruangan yang sangat luas. Disini terdapat banyak sekali benda-benda aneh yang sepertinya bukan berasal dari bumi.


"Kalian ini sebenarnya siapa dan apa alasan kalian meneliti benda aneh ini?" tanya Rangga


"Kami ini organisasi rahasia di bawah naungan pemerintah, kami disini bertugas meneliti objek yang tidak bisa di kenali yang berasal dari luar bumi" jawab July


"Jadi kalian ini NASAnya indonesia?" tanya Rangga


"Bisa di bilang seperti itu dan benda-benda aneh yang ada disini akan kami teliti lalu di kembangkan, siapa tau akan menjadi trobosan teknologi baru untuk manusia" jawab July


"Teknologi yang seperti apa yang mau lo buat?" tanya Rangga


"Seperti menyembuhkan dan menghidupkan yang sudah mati" jawab July yang sepertinya mengarahkan ke arah piring, yang sedang di pegang Rangga

__ADS_1


"Tenang saja ini akan tetap gue berikan, tapi sesuai dengan persyaratannya" ucap Rangga


Setelah lama berjalan, July, Rangga dan Desi pun sampai di depan pintu besi. July pun lalu membukanya menggunakan id card yang dia simpan di kocek bajunya lalu terlihatlah lorong panjang yang di depannya ada pintu besi lagi. Di samping lorong terlihat etalase dari kaca dan terlihat banyak sekali koleksi bebatuan luar angkasa yang tersimpan di dalamnya.


Mereka bertiga pun terus berjalan sampai di persimpangan, setelah sampai mereka belok sebelah kanan. Setelah itu mereka sampai di suatu ruangan, July pun membuka ruangan dan terlihat ayah angkat Rangga yang sedang terbaring di kasur. Melihat hal itu, Rangga pun ingin mendekati ayah angkatnya namun sayangnya ayahnya berada dalam ruangan kaca jadi tidak bisa mendengar apa yang di katakan oleh Rangga.


"Ayah!!!, ini Rangga, Rangga datang untuk menyelamatkan ayah!!!" teriak Rangga sambil meneteskan air mata


"Sudah cukup, bising telingaku mendengarnya, itu ruangan kaca mana mungkin dia bisa dengar, sebaiknya kita bicara masalah kita" ucap July


Rangga pun lalu mengusap air matanya dan mulai membahas pertukarannya. "Jadi gimana kalau lo serahkan dulu nanti langsung gue lepas" ucap July.


"Tidak bisa, ayah angkat gue dulu, baru piringnya" ucap Rangga

__ADS_1


"Baiklah, gue akan lepaskan ayah lo!" ucap July.


July pun menelpon anak buahnya dan menyuruh mereka untuk membuka ruangan kaca itu. Tak berapa lama ruangan itu pun terbuka dan Rangga pun lalu teriak membangunkan ayah angkatnya. Karena mendengar suara teriakan Rangga, ayah angkat Rangga pun lalu keluar dari ruangan dan pergi menghampiri Rangga. Gara-gara hal itu membuat pikiran Rangga teralihkan ke ayahnya. Kemudian diam-diam July mencoba mengambil piring itu dari tangan Rangga namun beruntung piring itu berhasil di rampas oleh Desi.


"Apa-apaan ini Desi!!!, lo kenapa merampas itu dari gue?" tanya July


"Gue dari awal kerja sama dengan Rangga dan gue juga sudah tau dengan sikap lo, lo itu suka mengambil kesempatan seperti dulu waktu lo merampaskan pacar gue" ucap Desi


"Lo dendam sama gue, kejadian itu sudah lama, itu kan jaman kita masih SMA, lupakanlah masa lalu" ucap July


"Masa lalu lo bilang, dulu gue cewek yang paling di populer tapi semenjak lo pindah ke sekolah gue, lo mengambil semuanya" ucap Desi


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2