
Setelah mengetahui bahwa ayahnya sedang menuju ke perusahaan milik July, Randy pun berniat untuk mengejarnya dan mencegahnya walaupun ini inisiatif dari ayahnya sendiri namun Randy khawatir terjadi hal yang tak di inginkan. Namun tangan Randy di tahan sama Ayu, Randy pun menoleh ke arah Ayu dan bilang, "Sayang lepaskan tanganku, aku mau mengejarnya!".
"Maaf aku gak bisa melepaskanmu sayang, kamu adalah harta yang paling berharga bagi diriku, jika kamu pergi juga maka mereka pasti menahan kamu, mungkin ini memang jalan terbaik", ucap Ayu.
Randy pun hanya terduduk lesu di kursi kantor sambil sedikit kecewa terhadap dirinya sendiri karena tak pernah mempercayai ayahnya yang begitu menyayangi dengan cara yang berbeda. Setelah lama duduk, Randy pun lalu bangkit dan bilang, "Aku dapat ide, agar ini bisa terselesaikan dengan aman".
"Bagaimana caranya Randy, bukannya kita tidak bisa lagi menyusup ke dalam perusahaan milik July karena sudah pasti ketahuan sama mereka?" tanya Desi.
__ADS_1
"Kita tidak perlu menyusup, kita hanya perlu sesuatu yang bakalan membuat mereka sangat terkejut", ucap Randy.
Randy pun lalu merundingkan rencananya bersama dengan Ayu dan Desi. Randy menjelaskan rencananya secara rinci agar lebih mudah di pahami. Setelah selesai membahasnya, Ayu tiba-tiba menarik tangan Randy untuk menjauh dari Desi.
Ayu pun berbisik berdua dengan Randy, "Kamu yakin dengan rencana ini, dia gak bakal bikin masalah kan?" tanya Ayu yang masih ragu sama Desi.
"Sayang, kamu tenang saja, gak usah terlalu khawatir, kalau dia berkhianat, aku tidak mungkin juga di lukai sama mereka, setidaknya rencana ini membuat aku tidak mengkhawatirkan mereka saja", ucap Randy sambil mengelus rambut Ayu.
__ADS_1
"Jadi gimana Randy, apakah temanmu mau membantumu menjalankan rencana?" tanya Desi.
"Tentu saja, dia adalah pelengkap dari rencanaku untuk mengalahkan dan mengamankan piring itu dari genggaman mereka!" ucap Randy.
"Aku sebenarnya masih ragu, tapi setelah kamu bilang seperti itu, sepertinya aku yakin pasti bisa walaupun peluang yang kita dapat seimbang yakni 50:50", ucap Desi.
Setelah itu mereka bertiga pun pergi dari rumah teman Randy menuju di dekat perusahaan milik July. Setelah lama perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di lokasi yang lumayan dekat dari perusahaannya. Setelah itu Randy pun menunggu mobil lain yang datang yaitu mobil temannya. Selama menunggu, Randy terus memperhatikan pintu masuk perusahaan July yang sepertinya semakin di jaga ketat. Mungkin ini akibat, Rangga dan ayahnya yang kabur jadi mereka menjadi lebih waspada dari seharusnya.
__ADS_1
Setelah lama menunggu, akhirnya datang juga teman Randy dengan membawa alat teknologi di dalam mobilnya. Randy pun lalu keluar dari mobil dan mendekati mobil temannya. Temannya pun membuka jendela dan berbicara dengan Randy. Setelah selesai ke mobil temannya, Randy pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan bilang, "Rencana sudah bisa dimulai!".
Bersambung