
Bimbang gelisah yang di alami Ayu dengan Rangga, mereka menunggu kepastian,
apakah Randy bisa selamat atau tidak.
"Yu, maaf karena gue Randy jadi celaka" ucap Rangga yang duduk dikursi tunggu rumah sakit
"Gak, gue yang salah Rangga karena membiarkan Randy menyelamatkan gue dari tembakan peluru" ucap Ayu yang duduk disebelahnya
"Maksud kakak?" tanya Rangga
"Harusnya Desi menembak gue bukan Randy, tapi Randy malah melindungi gue" ucap Ayu sambil mengelap air matanya
"Sebenarnya gue sudah tau Randy tertembak" ucap Rangga
"Pasti lo bisa merasakan hal yang sama kan" sahut Ayu
"Iya yu, sekarang ini dia masih kesakitan di operasi" Rangga memegang punggungnya
"Gue sudah tau tentang kemampuan kalian dari Randy, dia juga nolongin lo karena dia merasakan lo dalam bahaya" ucap Ayu
"Si bodoh itu terlalu baik sampai menolong gue padahal gue gak pernah berbuat baik kepadanya" ucap Rangga kesal
"Gak cuma sama lo dia berbuat baik tapi pada semua orang" ucap Ayu
"Apakah kita harus hubungi orang tuanya?" tanya Rangga
"Ya pastinya, kita kan gak ada uang buat biaya operasinya, tapi gue gak tau nomer orang tuanya" ucap Ayu
"Coba kamu cari di kontak hp Randy" ucap Rangga
"Baiklah, lo tunggu disini ya Rangga" ucap Ayu sambil berjalan keluar rumah sakit
Ayu pun pergi ke mobil dan mengambil hp Randy lalu menelpon orang tua Randy untuk datang ke rumah sakit.Setelah selesai menelpon, Ayu pun kembali menemui Rangga.
"Rangga sudah gue telpon" ucap Ayu
"Apa katanya?" tanya Rangga
__ADS_1
"Dia marah-marah dan menyalahkan gue" ucap Ayu
"Lo gak apa-apakan yu?" tanya Rangga
"Gak, gue sudah biasa di salahkan" ucap Ayu
"Terus mereka akan datang ke sini?" tanya Rangga
"Iya mereka datang dan sebaiknya lo gak disini?" ucap Ayu
"Kenapa gue gak boleh disini?" tanya Rangga
"Nanti lo di kira Randy lagipula lo belum pernah ketemu orang tua Randy kan?" ucap Ayu
"Baik lah, lo jagain Randy ya, gue mau ngobatin luka dulu setelah itu gue pulang" ucap Rangga
"Ok, akan gue jaga dia" ucap Ayu
Rangga pun merawat lukanya di rumah sakit ini. Tak berapa lama setelah itu Rangga keluar dari rumah sakit dan tak sengaja berpapasan dengan orang tua Randy. Ayu masih menunggu Randy di depan ruang operasi lalu Ayu melihat bapak-bapak.
"Cari Randy" ucap Bapak itu
"Randy masih di ruang operasi pak" ucap Ayu
"Kamu siapa?" tanya Bapak itu sambil nunjuk-nunjuk
"Saya Ayu pak, bapak ini ayahnya Randy?" tanya Ayu
"Iya saya ayahnya Randy, kamu siapanya Randy?" ucap Bapak itu
"Saya pacarnya, saya minta maaf karena gara-gara saya, Randy jadi masuk rumah sakit" ucap Ayu sambil menundukan kepalanya
"Minta maaf katamu?, kamu itu membahayakan anak saya!!!" bentak Ayah Randy
"Maaf...Pak...saya janji akan menjaga Randy sampai sembuh Pak" ucap Ayu
"Gak usah lebih baik kamu pulang saja!!!" bentak Bapak Randy kepada Ayu
__ADS_1
"Tapi saya tetap mau disini pak jagain dia" ucap Ayu tetap tegar
"Untuk apa lagian nanti kamu akan membahayakan dia lagi" ucap Bapak itu
"Gak akan pak, saya mencintai Randy pak, saya takut kehilangannya" ucap Ayu
"Kamu mau saya laporkan polisi karena membuat anak saya jadi sekarat
seperti sekarang" ucap Bapak itu mengancam
"Gak perlu Pak, saya akan pergi sendiri" ucap Ayu sambil menangis
"Lebih baik kamu pergi biar saya yang jaga Randy!" teriak Bapak Randy
Tak berapa lama, Pak Dokter pun keluar dari ruang operasi dan melihat pertengkaran
itu lalu menghentikannya.
Bapak Randy pun menghentikan amarahnya, lalu bertanya kepada Dokternya, "Dok gimana anak saya?" tanya Bapak Randy gelisah
"Anak bapak baik-baik saja, kami sudah berhasil mengangkat peluru dari tubuhnya" ucap Pak Dokter
"Tapi dia mengeluarkan darah yang banyak jadi kami meminta dari kalian mendonorkan darah, siapa disini yang golongan darahnya sama?" ucap Pak Dokter menjelaskan
"Golongan darah saya beda dok dengan anak saya, dia sama dengan ibunya yang lagi keluar negeri, mungkin agak lama kalau mau datang ke sini" ucap Bapak Randy
"Dok gimana kalau adik saya, dia golongannya sama dengan Randy" ucap Ayu
"Oh, boleh, dimana adikmu?" ucap Pak Dokter
"Dia lagi keluar nanti saya panggil" ucap Ayu
"Ok, saya tunggu ya, kita harus cepat Nanti dia gak tertolong" ucap Pak Dokter sambil kembali ke kantornya terlebih dahulu
Setelah itu Ayu pun menelpon Rangga agar Rangga kembali ke rumah sakit lagi.
Bersambung
__ADS_1