Kita Kembar

Kita Kembar
Pergi Ke Kantor


__ADS_3

Setelah itu, lift pun telah sampai di kantor ayah Randy. Mereka bertiga pun keluar dari lift dengan keadaan Ayu dan Desi tetap memegang tangan Randy.


"Desi, kita sudah sampai tolong lepaskan pegangan lo dari tangan gue!" ucap Randy


Setelah itu Desi pun melepaskan pegangan tangannya dan Randy melanjutkan berjalan ke kantor ayahnya. Setelah sampai di pintu kantor, Randy pun mengetok pintu kantor, "Assalamu'alaikum yah" ucap Randy.


"Iya, masuk saja, pintunya nggak di kunci", ucap ayah Randy.


"Baiklah", ucap Randy lalu masuk ke dalam kantor, Randy pun menghampiri ayahnya.


"Silahkan duduk dulu", ucap ayah Randy mempersilakan duduk.

__ADS_1


Randy pun menurutinya dan duduk saling berhadapan. Namun disaat itu, ayah Randy seperti sibuk sendiri mengerjakan file-file kantornya. "Yah tolong jangan mengerjakan file kantor, Rangga saat ini sedang di tawan", ucap Randy.


"Tunggu sebentar saja, ayah sebentar lagi selesai, ayah tau itu penting juga tapi ayah gak mungkin meninggalkan pekerjaan ayah", ucap ayah Randy.


Setelah menunggu, Ayah Randy pun tetap tak menghiraukan perkataan Randy dan tetap melanjutkan pekerjaannya. Randy pun dengan reflek mengambil file yang berada di tangan ayahnya dan bilang, "Ayah beneran mau bantu gak sih?" tanya Randy


"Nak kembalikan file ayah yang kamu pegang!" ucap ayah Randy


"Gak sampai ayah menuruti kemauan Randy", ucap Randy yang masih memegang file ayahnya.


"Kurang perhatian, kalian berdua terlalu sibuk, setidaknya Rangga lebih memperhatikan aku yah", ucap Randy lalu melempar file itu di depan wajah ayahnya.

__ADS_1


Randy pun keluar dari kantor ayahnya lalu Ayu sama Desi pun mengikuti Randy. Ayu terus menerus membujuk Randy namun Randy tetap merajuk dan tak mau menemui ayahnya kembali. Ayu tetap berusaha mencoba menenangkan Randy yang sedang kesal dengan ayahnya.


"Randy, kalo kamu tidak mau mendengarkan ayahmu, tolonglah kamu dengarkan aku saja", ucap Ayu sambil memegang tangan Randy.


Randy pun berhenti dan mau mendengarkan Ayu, "Baiklah, aku akan mendengarkan", ucap Randy dengan tampang wajah yang masih kesal.


"Sayang, menurut aku mungkin ayah kamu ada alasan tersendiri untuk mengerjakan file kantornya, bisa jadi file itu adalah cara dia buat ngebantu Rangga", ucap Ayu yang sangat yakin ayah Randy pasti ada alasannya.


Randy pun mulai merasa sedikit tenang dan kembali ke kantor ayahnya. Setelah sampai di kantor, ternyata ayah Randy sudah tidak berada di kantornya. Setelah itu Randy pun mengecek ruang kerjanya lalu Randy menemukan secarik kertas bertuliskan.


"Nak, ayah sudah cari data-data perusahaan milik ayahnya Juli dan ternyata perusahaan ayahnya Juli adalah milik negara asing yang belum di ketahui, Ayah kali ini akan mencoba masuk ke dalam dan mencari tau lebih lengkap, dan pesan terakhir dari ayah, maafin ayah ya nak, ayah terlalu keras kepadamu, ayah hanya tidak ingin kehilangan kamu"

__ADS_1


Setelah membaca surat itu, Randy pun terduduk lesu dan seperti tidak percaya bahwa sebenarnya ayah sangat menyayanginya. Randy mengira bahwa ayahnya yang keras kepadanya itu karena menyalahkanku akibat hilangnya Rangga tapi ternyata dia takut kehilanganku. Randy merasa bersalah karena telah menyalahkan ayahnya sendiri.


Bersambung


__ADS_2