
Ini akan menjadi kehebohan di semua penjuru kampus, ya aneh saja tiba-tiba ada orang yang namanya berbeda tapi bentuk tubuh dan penampilannya sama, dan lebih anehnya orang tua kami pun berbeda namanya.
Seluruh kelas masih tidak menyangka dan ada juga yang kebingungan, kenapa bisa sama mukanya, padahal aku tak pernah menceritakan kepada teman sekelasku bahwa aku mempunyai kembaran.
Lalu aku dengan perlahan berjalan sambil meneteskan air mata dan menuju ke depan kelasku lalu aku mencoba memeluk dia.
"Rangga!!!" Rangga langsung menepis tanganku.
"Rangga, kenapa lo menepis tangan gue?, gue itu ingin memeluk lo karena kita itu tak pernah ketemu lagi dari kecil" tanya Randy
"Lo siapa, kok bisa tau nama gue?" tanya Rangga dengan sombongnya
"Gue Randy, saudara kembar lo yang dari kecil sudah terpisah" jawab Randy dengan kesalnya
"Gak mungkin, kita tuh beda orang tua" ucap Rangga
"Tapi kan Bapak lo bilang, lo itu di selamatkan oleh dia di hutan" ucap Randy sambil nunjuk Rangga
"Gue sudah tau, tapi gue tetap sama mereka, karena mereka telah merawatku dari kecil sampai sekarang" ucap Rangga
"Iya, gue juga tidak ingin lo kembali ke keluarga gue" ucap Randy
"Terus, kenapa lo ingin menemui gue?" tanya Rangga
"Ada hal rahasia yang harus gue bicarakan" jawab Randy dengan sedikit pelan
"Rahasia apa?" tanya Rangga penasaran
"Ada kejadian aneh waktu gue kecil sampai sekarang tetap terjadi, nanti kita bicarakan di kantin untuk lebih lengkapnya" jawab Randy dengan pelan
"Kejadian aneh itu seperti apa?" tanya Rangga penasaran
__ADS_1
"Itu gak bisa gue ceritakan, takutnya ada yang mencelakakan kita" jawab Randy
"Ok nanti gue akan ke kantin, dan lo harus ceritakan kejadiannya secara lengkap" ucap Rangga sambil nunjuk Randy
"Ok, gue janji akan ceritakan lebih lengkap" ucap Randy
Setelah berbicara sebentar, Rangga pun duduk di kursinya dan kami pun melanjutkan mata kuliahnya. Setelah kami selesai dimata kuliah Bu Ani, aku dan Rangga pun pergi ke kantin untuk membicarakan hal penting tentang kekuatan yang membuat kita merasakan satu sama lain. Setelah sampai di kantin kami pun mencoba membicarakannya.
"Rangga, kita duduk di pojokan saja?" ucap Randy sambil nunjuk kursi yang berada di pojok
"Ok, lo mau pesan apa, biar gue yang pesenin?" tanya Rangga
"Gue teh es aja" jawab Randy
"Berarti dua ya?" tanya Rangga kembali
"Iya, jangan lama-lama nanti keburu masuk kelas" ucap Randy
Rangga pun pergi untuk memesan lalu Rangga memesan 2 teh es ke Ibu Kantin.
Randy pun menunggu di kursi lalu tidak berapa lama, Rangga pun kembali dan membawa 2 gelas teh es.
"Nih, teh esnya" ucap Rangga sambil menaruh teh esnya di meja
Randy sambil mengambil teh esnya, "Iya makasih Rangga" ucap Randy
"Iya, sama-sama, tadi lo mau bicara apa ke gue?" tanya Rangga dengan nada bicara yang aneh.
"Gue itu bisa merasakan apa yang lo rasakan" jawab Randy dengan bicara pelan
"Apa?!!" Hmbusss...Rangga menyemprotkan minumannya ke wajah Randy
__ADS_1
"Lo ini kenapa sih, kagetnya sampai nyembur, basah nih wajah gue" ucap Randy sambil membersihkan wajahnya
"Sorry, gue gak pernah mendengar yang seperti ini, lo mimpi ya?" ucap Rangga sambil sedikit tertawa melihat ekspresi Randy
"Memang lo enggak merasa ada yang aneh gitu waktu kecil?, dan gue bilangin sama lo gue gak mimpi" ucap Randy menegaskan
"Gak tau gue, gue susah mengingatnya kalau pas gue kecil, kalau gak salah mungkin gue pernah merasa kesepian waktu itu, tapi gak gue anggap karena gue saat itu kesepian juga, karena di tinggal ibu angkat gue" ucap Rangga sambil membuat mata Rangga mulai berkaca-kaca.
"Maaf ya, gue jadi bahas ibu lo" ucap Randy dengan nada sedikit bersalah.
"Iya, gak apa-apa, lagian gue juga merasa aneh ketika gue ditemukan di hutan, soalnya jarak antara hutan dan jalan itu sangat tinggi, kemungkinan gue bisa mati waktu itu" ucap Rangga keheranan
"Mungkin kita harus mengecek hutan itu, siapa tau kita bisa menemukan petunjuk disana?" tanya Randy
"Ok, gimana kalau besok kita pergi, kan tidak ada mata kuliah besok?" tanya Rangga mengajak
Randy pun memikirkan tawaran Rangga, setelah lama berpikir lalu Randy menjawab, "Bener juga, bagaimana jika besok kita ketemuan di stasiun kereta api?" tanya Randy
"Kenapa harus ke situ?" tanya Rangga kebingungan
"Karena gue sering ke situ" jawab Randy
"Ok, gue tunggu disitu" ucap Rangga
Randy mengeluarkan hpnya, "Ini nomer hp gue, lo simpan biar kita nyaman ketemuannya" ucap Randy sambil memperlihatkan hpnya kepada Rangga
Rangga pun mengeluarkan hp dan menyalin nomor hpnya, "Ok, sudah gue salin nomornya" ucap Rangga
"Ok, simpan itu baik-baik" ucap Randy sambil nunjuk Rangga
Bersambung
__ADS_1