Kita Kembar

Kita Kembar
Ayah Randy Datang


__ADS_3

Hp Rangga berbunyi, Rangga pun mengangkat telponnya, "Rangga lo lagi dimana ini?" tanya Ayu


"Gue sudah di terminal bis, lo kenapa nelpon?" balas Rangga


"Randy perlu pendonor, dia kekurangan darah" ucap Ayu


"Kenapa gak ayahnya saja?" ucap Rangga mengalihkan perhatian


"Ayahnya beda golongan darahnya" ucap Ayu yang sedang kesal


"Nanti kalau dia terkejut gimana karena melihat gue?" ucap Rangga


"Gaklah, nanti kita jelasin bersama, ini sudah terdesak, gue gak mau kehilangan orang yang gue cintai" ucap Ayu


"Baiklah, gue ke rumah sakit lagi" ucap Rangga sambil mematikan telponnya


Rangga pun pergi ke rumah sakit lagi untuk mendonorkan darah ke Randy. Setelah sampai di rumah sakit Rangga buru-buru ke depan ruang operasi dan menemui Ayu.


"Yu mana dokternya?" tanya Rangga


"Itu disana" ucap Ayu sambil nunjuk ke arah kantor dokter


Rangga pun masuk ke ruangan yang di tunjuk Ayu, "Dokter, saya Rangga, saya yang akan mendonorkan darah saya" ucap Rangga


Dokter yang saat itu sedang sibuk lalu melihat ke arah Rangga. Betapa terkejutnya dokter melihat wajah Rangga mirip dengan pasiennya. Setelah di jelaskan sedikit sama Rangga barulah Rangga di suruh masuk ruangan lain untuk mendonorkan darahnya. Darah Rangga pun di sedot dan di masukkan ke infus. Setelah selesai Rangga pun keluar dari ruangan itu.


"Gimana Rangga, beres?" tanya Ayu


"Iya tenang saja, Randy pasti selamat" ucap Rangga sambil memegang tangannya yang habis di masukkan jarum.

__ADS_1


Tiba-tiba datang bapaknya Randy ke depan ruang operasi dan dia bertemu Rangga, "Randa!!!" teriak Bapak Randy.


"Randa?,  itu bukan nama saya Pak, nama saya Rangga" sahut Rangga


"Randa adalah nama kamu yang dulu, jadi sekarang namamu Rangga, kamu


masih hidup ya nak?" tanya Bapak Randy


"Masih, memangnya saya tampak seperti orang mati" ucap Rangga keheranan


Bapak Randy pun memeluk Rangga dan menangis, "Maafkan Bapak yang tidak


mencarimu lagi" ucap Bapak Randy


"Maksud bapak saya memang kembaran Randy" ucap Rangga


"Gimana kronologinya pak, saya pengen tau kejadian 16 tahun lalu?" tanya Rangga penasaran


"Mungkin agak panjang tapi bapak akan ceritakan kejadian saat kamu hilang" ucap Bapak Randy


"Waktu umur kamu masih 2 tahun, kita sekeluarga mau pergi liburan, tapi waktu itu hujan deras dan kita ada di wilayah hutan yang sepi, kebetulan bapak waktu itu menyetir, dikarenakan hujan bapak tidak melihat jalan dengan jelas, jadi kami menabrak pohon dan jatuh di hutan itu, kami bertiga di temukan kecuali kamu, jadi kami menganggap kamu sudah tiada" ucap Bapak Randy bercerita


"Tapi kenapa bapak tidak mencariku lagi sampai sekarang?" tanya Rangga


"Karena bapak sibuk kerja dan juga bapak mau menghilangkan trauma yang bapak alami makanya kami tidak ingin mengulang masa lalu untuk mencari kamu" jawab Bapak Randy


"Berarti bapak memang mau ninggalin aku" ucap Rangga kesal


"Gak nak, Bapak tetap masih rindu sama kamu, ternyata yang bapak lakuin salah, bapak tetap masih mengingat masa lalu itu" ucap Bapak Randy menyesal

__ADS_1


Rangga pun mencoba menenangkan, "Tapi maaf ya pak, saya sudah ada ayah angkat yang sudah saya anggap ayah sendiri, jadi Rangga gak berniat kembali ke rumah Bapak" ucap Rangga


"Bapak gak masalah nak, dan tolong sampaikan pada ayah kamu, bapak berterima kasih karena sudah merawatmu sampai menjadi dewasa seperti ini" ucap Bapak Randy


"Iya pak nanti saya sampaikan" ucap Rangga


"Dan juga Bapak minta maaf sudah marah sama neng Ayu, dan Bapak terima kasih sudah sudi mendonorkan darah untuk Randy" ucap Bapak Randy


"Sama-sama Pak, kami akan maafkan Bapak" sahut Ayu


Dokter pun keluar dari ruang operasi lagi, "Pak dokter gimana keadaan Randy?" tanya Pak Rudy(Bapaknya Randy)


"Dia baik saja, keadaannya sudah stabil berkat donor darah dari Rangga" ucap Dokter


"Tapi ada hal lain yang ingin saya bicarakan sama Pak Rudy jika Randy sudah bangun" ucap Dokter


"Iya pak dokter, makasih ya pak sudah nolongin Randy" ucap Pak Rudi


"Jangan sama saya, sama Rangga" ucap Pak Dokter sambil nunjuk Rangga


Pak Rudi pun menggenggam tangan Rangga, "Rangga makasih ya" ucap Pak Rudi


"Iya gak apa-apa pak, Randy juga sudah banyak membantu saya, saya hanya


balas budi" ucap Rangga merendahkan diri


Setelah operasi berjalan baik, Randy pun di pindahkan dari ruang operasi ke ruang perawatan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2