
Malam harinya kedua sahabat itu merayakan keberhasilan Nabila, meskipun belum menandatangani kontrak tapi sudah bisa dipastikan kejayaan Nabila sebentar lagi akan datang menghampiri.
"Cheers!" ujar Agnia lalu meminum jus di gelasnya.
"Sayang, Lova gak ada disini," kata Nabila.
"Sepertinya kita bisa pulkam dulu ke Bandung, nganter si Del bagiin undangan sekalian reuni. Tuh anak kenapa kagak pake undangan digital aja sih biar gak repot nyebar satu - satu." Omel Agnia.
"Katanya dia nyebar undangan digital ke teman artis - artisnya, juga ke semua kalangan banyak lainnya. Lova mungkin kangen sama mendiang Ibunya dan pengen nyekar lebih dulu ke makam jadi sekalian pulkam bagiin undangan," timpal Nabila.
"Iya mungkin... untung saja masih ada bokapnya yang bisa jadi wali nikah. Nah gue, bokap gak ada ntar pas married paling pake wali hakim." ujar Agnia, merasa sedikit melow jika mengingat Ayahnya pergi meninggalkannya yang entah dimana rimbanya sekarang.
"Bukan salah lo juga, ya kalo bokap lo ada balik ntar dia bisa jadi wali,"
"Huh! Bokap gue udah ngilang sejak gue kecil, udah gak ada harapan dia balik lagi ke rumah. Lagian Mama udah gak mau nerima bokap lagi kayaknya, Mama bilang gak bisa maafin bokap gue."
"Ya, udah sih. Emangnya lo mau nikah bentar lagi? Gak, kan?!" Nabila yang paling beruntung, keluarganya masih lengkap bahkan masih harmonis di usia mereka yang sudah menginjak usia tua.
"Ya juga, ngapain bahas sekarang," Agnia nyengir.
__ADS_1
"Yuk pulang, ponsel gue lowbatt lupa isi tadi malem," ajak Nabila.
"Yuk."
...***...
Sejak siang Reyhan marah - marah, ternyata setelah meninggalkan kantornya Nabila pergi dan tak kembali ke Perusahaan. Ubay sudah mencarinya, tapi Ubay mengatakan jika Nabila sudah berpamitan kepada semua teman - teman kerjanya. Bahkan saat Reyhan menelepon, ponsel Nabila tak aktif.
Sekarang Reyhan sedang duduk di depan kemudi mobil di parkiran Apartemen yang ditinggali Nabila, ia menyuruh Ubay mengumpulkan semua data tentang Nabila termasuk alamat tempat tinggalnya.
Apalagi siang tadi adiknya membalas chat darinya, sebelum kesini ia sudah menemui adiknya lebih dulu.
Saat menscroll komentar - komentar yang begitu banyak, Reyhan menemukan satu akun pembaca yang meresahkan bernama pria pemilik Kitty.
"Cih! Siapa dia? Berani - beraninya menamai akun-nya seperti itu!"
Reyhan membaca komentar dari si pemilik akun.
Pria Pemilik Kitty : "Semangat Kitty, ayo kita berdua jadikan novel ini menjadi karya besar di dunia film."
__ADS_1
Reyhan mengerutkan keningnya membaca komentar, ia benar - benar tak menyukai komentarnya. Ia pun mengetik balasan di kolom kometar akun Pria Pemilik Kitty.
Kitty Milikku membalas Pria Pemilik Kitty : "Kau bermimpi bung, sana jauh - jauh! Kau pembaca yang terlalu berkhayal, jangan ganggu Kitty-ku."
Membaca ulang ketikan balasannya, Reyhan tertawa puas, "Ternyata zaman sekarang, dunia online pun banyak pria gila!"
Tapi balasan dari akun Pria Pemilik Kitty membuatnya kesal.
Pria Pemilik Kitty membalas Kitty Milikku : "Aku tidak bermimpi, aku adalah seorang Produser Film. Namaku adalah Dimas dari Perusahaan HT, Author Kitty sudah menyepakati akan membuat film bersamaku dan dia akan menjadi Sutradara-nya."
Kolom komentar Akun Pria Pemilik Kitty sontak ramai, para pembaca sangat mengenal Produser bernama Dimas yang sudah menggarap banyak film bergenre romantis yang populer selama beberapa tahun ini. Tentu saja Reyhan pun mengenal namanya, meskipun ia belum pernah bertemu atau mengenal wajah Produser Dimas secara langsung.
"Dia?! Apakah pria yang waktu itu keluar dari kafe bersama Nabila? Jadi, karena pria ini Nabila memilih resign?!" Seketika Reyhan emosi lagi, ia tak terima Nabila diambil pria lain meskipun dalam hal pekerjaan.
"Jangan bermimpi pergi, Nab! Aku akan mendapatkanmu, kau ingin menjadi Sutradara bukan, akan ku jadikan kau Sutradara terkenal!"
Akhirnya mobil yang dikenal Reyhan memasuki parkiran Apartemen, benar saja wanita yang sedang ditunggu - tunggunya keluar dari mobil.
Reyhan dengan cepat membuka pintu mobil, berjalan mendekati Nabila lalu menarik lengan wanita yang sudah di rindukannya seharian ini.
__ADS_1