Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Kau Ingin Melakukannya Di Kantor?!


__ADS_3

Setelah kira - kira tinggal jarak satu langkah lagi, Reyhan dengan cepat menarik tubuh montok istrinya lalu menahannya di atas pangkuan kedua kakinya. Kini tubuh Nabila sudah berada di atas pahanya, tangan Reyhan menahan tubuh istrinya dengan kuat.


"Jadi, apa kamu mengaku salah? Hm," tanya lelaki itu seraya bibirnya menjelajah mulai dari bahu polos istrinya. Satu tangan sudah berhasil menarik lengan baju atasan istrinya sampai melorot ke bawah.


"Jangan disini, Mas. entar di rumah aja, malu kalo ada yang masuk," bisik Nabila tapi ia tak berusaha bangun dari pangkuan suaminya.


"Biarin! Emangnya siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu. Jadi... sekarang hukumanmu adalah kamu harus puaskan suamimu ini sekarang, Baby." Reyhan mulai menggigiti leher istrinya, Nabila menahan kepalanya disana.


"Jangan begini, nanti saja di rumah yah..."


"Haha... mulut dan tanganmu tidak sinkron sayang. Kamu bilang jangan, tapi malah menahan kepalaku agar mulutku tetap bermain di lehermu." Godanya.


"Bapak Reyhan! Apa kau sedang mempermainkanku?!" Nabila menyubit perut suaminya.


"Aww! Sakit, yank." Reyhan mengakhiri sandiwara marahnya.


"Rasain!"

__ADS_1


Reyhan membenarkan posisi istrinya di atas pangkuannya, kini Nabila sudah duduk mengangkang tubuh mereka berdua saling berhadapan. " Nah, posisinya sudah pas. Kita belum pernah bercinta melakukan posisi ini, bagaimana jika sekarang kita melakukannya sayang... ya, ayo." Bujuk Reyhan dengan wajah merajuk.


"Gak! Aku mau turun. Malu atuh ih entar kalo pintu kebuka, lagian pegawai kamu belum ada yang tau pernikahan kita kecuali beberapa orang," tolak Nabila.


"Gak akan ada yang masuk sih, yank. Suer... Ubay aja kalo masuk ketuk pintu dulu, kamu gak kasihan sama si otong yang udah keras gini." Reyhan mulai menggerakan tubuh bagian bawahnya, membuat benda keras miliknya menusuk pantat Nabila.


"Ih, Mas!"


"Ayo mulai sayang, kita-"


"Rey! Aku bawa data pengeluaran-" Rosa masuk begitu saja, ucapan wanita itu terpotong saat matanya melihat adegan mesra suami - istri yang menusuk mata dan menyakiti hatinya.


"Lain kali ketuk pintu dulu! Di Perusahaan kau harus bersikap profesional, Ros. Aku adalah Bos mu dan kau hanyalah seorang pegawai dan tidak lebih. Satu hal lagi, hormati keberadaan istriku. Dia adalah istri dari Bos mu, dia adalah seorang Nyonya Reyhan. Mengerti!" bentak Reyhan pada Rosa yang masih mematung di depan pintu.


"Y-ya... maafkan a-aku..." suara Rosa bergetar.


"Pergilah!" Setelah mengatakannya, Reyhan mulai menciumi leher istrinya lagi menimbulkan suara ******* nikmat lolos dari bibir Nabila.

__ADS_1


Rosa menggigit bibirnya mendengar suara ******* di belakangnya, ia ingin sekali menyumpal mulut Nabila. Ia dengan cepat membuka pintu kabur dari sana.


"Masss... ahhh, kamu gapapa galak gitu sama Rosa? Entar dia ngadu sama orang tuanya gimana... ahhh..." Nabila terengah - engah, bibir suaminya sudah mulai menjelajahi daerah dadanya.


"Bodo! Aku gak perduli, aku percaya sama Mamaku. Kalo ada masalah, Mama pasti bisa mengatasinya... sayang ayo fokus padaku jangan bicara lagi."


"Kunci dulu pintu kantornya... Pliss," mohon Nabila.


Reyhan tak menjawabnya, ia seketika berdiri. Tangannya menahan tubuh istrinya seraya berjalan ke arah pintu. Nabila menjepit pinggang suaminya dengan kedua kakinya. Setelah mengunci pintu, lelaki itu kembali duduk di kursi dan mulai membuka semua pakaian mereka berdua.


"Sayang, masukin sekarang ya? Apa kamu siap?" lirih Reyhan masih menahan gairahnya.


"Yahhh sayang...."


Reyhan mengangkat tubuh montok istrinya sedikit ke atas, setelah posisi senjatanya siap mengarah ke milik istrinya ia langsung melepaskan tubuh Nabila ke bawah. Nabila mulai ikut bergerak bersama suaminya, ia mengerti sebagai seorang wanita yang ingin memuaskan suaminya ia harus bergerak aktif bahkan sesekali harus lebih dominan dari sang suami.


Wajah suaminya menunjukkan kepuasaan saat ia menggerakan dengan aktif tubuhnya, ia melengkungkan tubuhnya ke belakang dan menahan kedua tangannya di meja di belakangnya.

__ADS_1


Reyhan melihat istrinya berusaha untuk memuaskannya, ia tersenyum puas. Ia menaruh tangannya di pinggang Nabila, membantu wanita itu untuk bergerak lebih atraktif lagi.


__ADS_2