Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Kebenaran.


__ADS_3

Lelaki yang sudah menjadi seorang calon Ayah itu mendekati Nabila dengan ragu - ragu. "Sayang, apa Dokter sudah memeriksamu dengan benar?"


Wanita yang berbaring di atas ranjang rumah sakit itu hanya terdiam, Nabila belum ingin berbalik menatap suaminya.


"Sayang mual gak? Ngidam gak? Mau aku bawakan rujak? Baso, gudeg, sop iga, soto mie, soto buntut..." goda Reyhan.


Seketika bibir Nabila tersenyum, wanita itu tak kuat menahan gelinya.


Reyhan ikut tersenyum, dia memberanikan diri mendekat dan duduk di kursi samping ranjang menarik lembut tangan istrinya. "Sayang, mau aku pergi?"


Nabila menggeleng.


"Kalau gitu lihat aku," pinta Reyhan memelas.

__ADS_1


Wanita chubby itu akhirnya berpaling, ia menatap suaminya dengan air mata yang bergenang.


"Kok malah nangis, aku yang salah... aku salah. Jangan begini, bukankah Dokter bilang kamu gak boleh stres." Reyhan berdiri mengusap air mata yang menetes ke wajah istrinya. "Maafin Mas, ya."


"Sekarang Mas akan jujur sama kamu, tapi Mas mohon setelah Mas jujur kamu jangan ninggalin Mas. Mas gak mau kehilangan kamu..."


"Aku akan mendengarkan, Mas."


"Sayang, Mas tidak sengaja tidur dengan Rosa di hotel saat di Kalimantan. Mas tidak tau apa yang terjadi, tapi saat bangun Mas sedang memeluk tubuh Rosa di atas tempat tidur. Maafin, Mas..." suara lelaki itu bergetar.


"Kemudian Rosa mengancam Mas, kalau Mas gak mau jadi kekasihnya dia akan mengatakan tentang kejadian itu sama kamu dan semua keluarga. Mas hanya tidak ingin kehilangan kamu, tapi Mas sekarang mengerti kalau dengan diam dan tak jujur padamu itu benar - benar kesalahan besar," Reyhan menunduk merasa bersalah.


Nabila menarik tangan besar suaminya, "Aku sudah tau semuanya, Mas. Aku hanya mengetes kejujuranmu, aku hanya ingin mendengar semua kebenarannya dari mulutmu sendiri."

__ADS_1


Kepala tertunduk Reyhan terangkat, "Jadi kamu memang sudah tau seperti tebakan Mas, tapi darimana kamu tau?"


"Sebelum aku menjelaskan, Mas baca novvel season keduaku. Bukankah Mas tau akunku, bukalah dan baca sebentar. Setelah membacanya kamu pasti akan mengerti."


Reyhan segera membuka akunnya, ia mencari novvel terbaru tulisan istrinya. Setelah selesai membaca seketika ia menangis, menyesali semua sikapnya selama ini ketika bersama Rosa di depan istrinya. Bahkan akhirnya ia terjebak karena ulahnya sendiri. " Maafin mas, maaf..."


Nabila bangkit dari baringannya, dia memeluk kepala suaminya dan mengelusnya lembut. "Maaf juga aku jadikan kisah kita menjadi cerita novvel-ku kembali, maaf aku menulis semuanya disana."


Reyhan menggeleng, tangannya memeluk tubuh isrinya dengan erat, "Aku memang tidak pernah mengerti hatimu, tanpa sadar Mas selalu menyakitimu. Mulai sekarang Mas akan selalu mendengarkanmu, Mas juga akan mulai memperbaiki diri Mas. Maaf... jika Mas belum bisa menjadi suami yang sempurna untukmu, belum bisa menjadi iman yang baik untukmu..."


Nabila melepaskan pelukannya, ia tersenyum bahagia seraya mencium bibir suaminya singkat. "Aku mencintaimu karena itu aku sangat takut kehilanganmu, Mas. Tapi aku juga tau cinta manusia hanyalah fatamorgana, tidak akan abadi. Ujian, cobaan yang datang dalam rumah tangga mari kita jalani bersama, Mas. Cintai aku karena Allah, jangan cintai aku karena nafsumu. Maaf aku menjauhimu beberapa hari ini sampai Mas sakit, selamat Mas kamu akan menjadi seorang Ayah sebentar lagi." Wanita itu menarik tangan besar suaminya menuju perut ratanya dan berhenti disana.


Reyhan mengelus perut rata istrinya, kepalanya menunduk ke perut dan mengecupnya. "Bayi Papa, baik - baik disana ya. Jangan repotkan Mamamu, kami menunggumu datang ke dunia."

__ADS_1


Agnia dan Dimas ikut terharu melihat pemandangan suami - istri yang penuh cinta di depan mereka.


Agnia dengan perlahan menyatukan tangannya dengan tangan lelaki yang berdiri di sampingnya. Dimas awalnya terkejut tapi akhirnya ia mengeratkan genggaman mereka berdua, lelaki itu menatap Agnia dengan senyuman di bibirnya.


__ADS_2