Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Mulai PDKT.


__ADS_3

Reyhan menatap gadis yang sedang marah padanya dengan mata sendu, ia memakai trik lemah di hadapan Nabila agar gadis itu tak memarahinya lagi.


Tapi aktingnya sudah terbaca oleh Nabila, kedekatan selama setahun ini dengan Reyhan membuatnya paham kelakuan Reyhan jika sedang serius atau sedang berpura - pura.


"Jangan berakting, aku tau kamu gak menyesali tingkahmu. Jangan berpura - pura seolah kamu menyesal, Rey!" cibir Nabila galak.


"Oke, baiklah. Aku gak akan mengulanginya lagi, mulai sekarang apapun komentar yang aku baca nanti, aku akan menjaga jari - jariku." Janji Reyhan. "Jadi, kamu beneran ingin jadi Sutradara?" tanyanya.


"Bukankah kamu sudah membaca novel nya?" tanya balik Nabila.


"Ya, aku sudah baca. Kamu merelakan impianmu untuk menjadi Sutradara 2 tahun lalu karena menyukaiku saat pertama kali melihatku. Kamu akhirnya memutuskan agar bisa bekerja di Perusahaan ku, apapun lowongan-nya asal kamu selalu bisa melihatku terus menerus. Jadi, apa aku penghambat karirmu?"


Nabila menggeleng, " Bukan salahmu, itu mutlak adalah keputusanku. Saat itu impianku belum terlalu aku prioritaskan, jadi saat aku memutuskan untuk bekerja di Perusahaanmu... Itu memang sudah kupirkan matang - matang."


"Kalau itu bukan salahku, maukah kamu tidak pergi dari Perusahaan tapi kamu tetap bisa menjadi Sutradara seperti mimpimu dengan selalu berada di sampingku?"


Nabila menatap tajam ke dalam mata Reyhan, dia mendapati ucapan Reyhan padanya sangat tulus.


"Tidak... aku bilang padamu semua sudah terlambat. Baik itu urusan pekerjaan atau pun cinta. Kamu harus terima itu, Rey."


Reyhan terdiam tak membalas ucapan Nabila, sepertinya dia sekarang baru paham apa artinya cinta. Bukan dengan cara dirinya harus memaksakan rasa cinta pada seseorang tapi ia harus menunggu orang itu membalas cinta-nya tanpa paksaan.


"Baiklah, aku gak akan memaksamu lagi," timpal Reyhan berkata lemah.

__ADS_1


Nabila tak percaya apa yang sedang di dengarnya, seorang pria seperti Reyhan yang selalu memaksakan kehendaknya menyerah begitu saja.


"Are you serious?" tanya Nabila memastikan.


"Ya."


"Kamu akan berhenti menyukaiku juga?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir Nabila, membuat dia malu karena pertanyaannya terasa tak masuk akal setelah dia menolak cinta Reyhan.


"Tunggu! Gak usah dijawab, aku yang bego nanya kayak gitu. Oke, sekarang sebaiknya aku pergi. Kamu akan berangkat ke Perusahaan kan, aku pergi duluan." Nabila pergi tergesa - gesa, sepanjang jalan ia merutuki pertanyaan konyol yang dilontarkannya barusan.


Setelah sosok Nabila tak terlihat, Reyhan malah tersenyum lebar.


"Kamu pikir aku pria yang mudah menyerah, Nab. Lihat saja, kau ingin caraku yang tidak konyol bukan. Aku akan mencari cara paling aman, tapi kamu sudah aku tandai dan pria lain tidak boleh mendapatkanmu!"


Saat melihat status WA Nabila tadi malam, Reyhan akhirnya mengendarai kendaraan roda empat nya ke Petshop, disana ada lengkap jenis kucing apapun dan berbagai makanan serta perlengkapan nya.


.


.


"Ubay, urus dulu kucing ini. Nanti pulang, berikan padaku. Dan cari Apartemen kosong di dekat Unit Apartemen Nabila, jika bisa aku ingin tinggal di Unit sebelahnya. Usir saja penghuni sebelah Unit Nabila, bayar berapa pun dia minta saat kau membeli unit-nya. Jika itu Apartemen sewa, langsung hubungi pemilik Apartemennya!" Dengan enteng Reyhan memerintah sang asisten membuat Ubay melongo ada apa lagi dengan otak gak beres Bos-nya?


"Bos, kemarin Bos minta data lengkap Nabila. Lalu tempat tinggalnya, sekarang Bos bahkan ingin pindah ke tempatnya?"

__ADS_1


"Ya," dengan sabar Reyhan menjawab, karena suasana hatinya sedang senang.


"Aku boleh bertanya, Bos?"


"Hm."


"Bos, menyukai wanita si tukang ngemil itu?"


"Ya," Reyhan masih tersenyum saat menjawab.


"Si wanita gembil eh chubby?"


"Ya," jawab Reyhan mengangguk.


"Tapi Nabila gak cantik loh, Bos. Kalah jauh dengan model mantan - mantan pacar Bos yang sexy, aduhai alamak pokoknya? Kok bisa Nabila?"


"Ubay?" Reyhan menipiskan bibirnya, kesabaran nya mulai menipis tapi masih bertahan.


"Berapa bonus-mu bulan lalu selain gaji?"


"200 juta, Bos."


"Dengan uang itu kamu bisa bertahan hidup selama 3 bulan saat mencari pekerjaan baru. Kecuali kau masih betah kerja disini, mulai sekarang mulutmu sebaiknya jangan pernah sekali pun menjelekkan Nabila lagi. Cam kan ini, Ubay. Mulai sekarang Nabila adalah wanita satu - satunya bagiku, paham?!"

__ADS_1


Tubuh Ubay sedikit bergetar, mulut lemesnya emang tak bisa dikondisikan kalau sudah penasaran main nyablak aja, "Oke, Bos. Dimengerti. Mulai sekarang Nabila adalah calon Nyonya Bos, siap!"


"Nah, ingat itu!" Reyhan melebarkan senyumnya saat mendengar Ubay menyebut Nabila seorang Nyonya Bos.


__ADS_2