
2 minggu berlalu sejak Nabila menumpahkan semua uneg - uneg hatinya pada suaminya. Sejak saat itu Nabila memperhatikan tingkah laku Reyhan sepertinya menuruti omongannya. Jika mereka sedang di rumah jika Rosa menelepon suaminya itu akan me - rejeck panggilan dari wanita itu, setelah 2x panggilannya ditolak Rosa akan berhenti menelepon.
Begitu pula ketika Reyhan sedang bekerja, jika sedang beraktifitas apapun suaminya itu selalu melakukan VC jika Nabila sedang tidak sibuk. Tapi jika Nabila sedang sibuk, Reyhan hanya sekedar menelepon biasa agar Nabila dapat mendengarkan suaranya melalui earphhone kecil di telinga.
Seperti saat ini, Reyhan sedang meeting dengan para bawahannya tentang pembagian dana untuk setiap series, film, varety show dan yang lainnya. Lelaki itu sengaja menaruh ponselnya di atas meja ruang rapat, ia tau jika istrinya sedang mendengarkan dalam sambungan.
Di lokasi syuting sesekali Nabila tersenyum penuh ceria, sudah beberapa minggu ini suaminya tak pernah membuatnya sedih lagi. Suaminya selalu menepati janjinya jika ia akan mulai menjauhi Rosa juga pegawai atau teman wanita lainnya. Jika memang diharuskan bertemu untuk membahas pekerjaan, suaminya itu selalu membawa orang ketiga seperti asistennya Ubay atau sekertarisnya.
"Nab, sudah beberapa hari ini lo tersenyum bahagia terus," colek Agnia yang baru datang membawa beberapa busana untuk para artis syuting, Nabila sengaja meminta Dimas agar fashion untuk film ini disediakan dari butik sahabatnya itu.
"Ini loh Mas Rey, gue udah cerita masalah si Rosa kan sama lo, tentang si wanita uler super ribet itu ngegoda suami gue juga gue udah ngomong ke Mas Rey, kalo gue gak suka dia berduaan terus sama Rosa, deketan terus sama tuh cewek. Setelah gue ngomong, Mas Reyhan akhirnya berubah dan mulai ngejauhin nih si wanita cabe ijo, gue seneng aja gitu," jawab wanita chubby itu nyengir.
__ADS_1
"Bagus lah... kalo laki lo kelakuannya masih gitu! Jangankan si wanita busuk itu gue uleg, laki lo juga bakal gue jadiin perkedel! Awas aja kalo berani nyakitin lo!" dumel sahabatnya itu.
Nabila merangkul Agnia, "Uluh - uluh, sahabat nyablak tapi paling kece sedunia. Jangan galak - galak sama laki gue neng, gue ogah jadi janda. Tapi kalo laki gue beneran nakal, jangankan jadi perkedel gue rela lo jadiin dia ikan bakar! Panggang sampe gosong! Hihihi..."
Keduanya cekikikan tanpa mereka berdua sadari pria yang sedang mereka ghibahin sudah selesai meeting, pria itu mendengarkan obrolan mereka berdua dengan asap yang sudah keluar dari ubun - ubunnya. "Sayang... jadi pas aku digoreng entar pake bumbu gak? Kalo bisa bumbunya pake cabe rawit sekilo biar tambah seger lidah kamu ngunyah aku!"
Wanita chubby itu langsung mematikan sambungan teleponnya saat mendengar suara sarkasme suaminya, "Gaswat! Laki gue denger omongan kita, lo sih ah mancing - mancing gue segala! Awas! Gue mesti buru - buru ke Perusahaannya, bilangin Produser Dimas gue ijin bentar gih!" wanita itu kelabakan, ia berlari keluar dengan tergesa - gesa.
***
Reyhan masih menunduk, ia pura - pura tak mendengarnya. Sebenarnya ia tak benar - benar marah, perkataan istrinya tadi dalam sambungan telepon memang pantas ia terima jika dirinya memang bersalah. Setelah ia menjauhi Rosa, wanita itu mulai memperlihatkan sifat aslinya di depannya.
__ADS_1
Saat ia lengah Rosa akan tiba - tiba memeluknya beralasan ia terpeleset atau jika wanita itu mengajak makan bersama meskipun ia mengajak Ubay tapi terkadang sikap Rosa semakin agresif padanya dengan mengambil makanan atau menyuapinya padahal di tempat umum, ia mulai merasa risih karena sikap Rosa padanya tidak seperti sikap seorang teman.
Untung saja istrinya mengingatkannya, jadi ia bisa menghindar dari wanita bermuka dua seperti Rosa. Kini ia hanya ingin menghargai Rosa sebatas putri dari sahabat Ibunya, ia tidak ingin merusak kedekatan 2 keluarga.
Nabila masuk ke dalam dan menutup pintu kantor, Reyhan sengaja membuka lembaran dokumen berikutnya dengan kasar.
Srettt!
"Ihhh, jangan kasar - kasar atuh sama kertasnya. Aku yang salah tapi malah kertas yang jadi korbannya, sini kalo mau mah kasarin aku aja..." goda istrinya itu.
Reyhan menahan senyumnya, ia mengambil gelas dan meminum air sekali teguk.
__ADS_1
"Haus ya, mau aku ambilin air gak?" tawar istri chubby - nya, ia melihat dari sudut matanya Nabila berjalan mendekat ke arahnya dengan langkah takut - takut.
Setelah kira - kira tinggal jarak satu langkah lagi, Reyhan dengan cepat menarik tubuh montok istrinya lalu menahannya di atas pangkuan kedua kakinya. Kini tubuh Nabila sudah berada di atas pahanya, tangan Reyhan menahan tubuh istrinya dengan kuat.