Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
BAB.9 AWAL BARU !


__ADS_3

Lain lagi dengan Nabila yang sedang berbahagia, pria yang baru saja dicampakkan olehnya masih memegangi bibirnya yang baru saja dicium. Reyhan bahkan masih merasakan kenyal-nya bibir Nabila saat bibir lembut wanita itu beradu dengan bibirnya.


Reyhan masih tertegun dengan yang dilakukan Nabila padanya, apalagi setelahnya wanita itu kabur begitu saja.


"Kau pikir aku akan melepaskanmu, girl! Jangan bermimpi! Aku akan mengejarmu, mulai sekarang kau adalah milikku, Nabila!"


Reyhan mengambil ponselnya, menelepon asistennya Ubay yang sedang keluar memeriksa urusan Perusahaan mewakili dirinya.


"Ubay!" teriaknya saat sambungan telepon tersambung.


"Yaelah Bos, aku gak budeg. Kenapa teriak?" Ubay mengomel.


"Oh, sudah berani mengomel pada atasanmu, yah!" Ujar Reyhan.


" Refleks Bos... Jadi ada apa, Bos?" Ubay memelankan suaranya, sepertinya keadaan sang Bos sedang sensitif.


"Kalau urusanmu sudah selesai, cepat kembali ke Perusahaan. Cari Nabila, bawa kemari!"


"Siap!" Ubay tak ingin memancing emosi si Bos, dengan cepat ia mengiyakan.


Sambungan terputus, Reyhan memijit kepalanya memikirkan sesuatu dan akhirnya terpikir akan adiknya.


Reyhan mencoba menelepon sang adik tapi tak diangkat, ia akhirnya mengirim chat via WA.

__ADS_1


Reyhan : [ Dik, Kakak butuh bantuan. Nanti hubungi Kakak. ]


Ceklis satu, ia pikir mungkin adiknya sedang kuliah.


...****...


Pria bertubuh tinggi 183cm itu celingak - celinguk tak sabar menanti Nabila datang, bahkan sejak pukul 11 dia sudah datang ke kafe. Antusiasme nya membuat Dimas tak ingin kecolongan waktu dengan datang terlambat, lebih baik menunggu daripada harus datang terlambat. Jika ia harus membuat Nabila menunggunya, ia takut wanita berparas chubby tapi menarik itu akan mengurangi poin keseriusannya tentang kerjasama yang ia sodorkan pada Nabila.


Nabila melebarkan senyuman nya ketika mendapati ternyata Dimas sudah berada di kafe lebih dulu darinya, ia sangat menghargai itikad baik dari pria yang berprofesi sebagai seorang Produser itu.


"Mas," sapanya.


"Duduklah, Nab."


"Belum, nanti kopi keburu dingin. Kamu pesan apa?" tawar Dimas.


"Ice kopi aja, Mas. Cuaca lumayan panas," jawab Nabila.


"Oke," Dimas melambai ke seorang pegawai kafe, ia memesan dua ice kopi dan satu cake untuk Nabila.


" Jadi, kamu meminta bertemu untuk?" tak sabar Dimas langsung bertanya pada intinya.


" Aku menerima tawaranmu, hari ini aku sudah menyerahkan surat pengunduran kerja," Jawab Nabila juga pada intinya, ia tak ingin bicara berputar - putar.

__ADS_1


"Terimakasih, Nab. Selamat bergabung di Perusahaan kami," Dimas tak bisa meyembunyikan rasa gembiranya.


"Hehe.. Makasih, Mas."


"Aku akan segera menyiapkan dokumen - dokumen perjanjian, aku tak sabar untuk segera bekerja sama denganmu membuat film ini." Ujar Dimas.


"Ahya, semalam aku membaca postingan tentang pengumuman mu yang akan menulis novel season-2. Bahkan aku ikut berkomentar di akun-mu, tapi sepertinya kamu tak membacanya," Lanjut Dimas, ia berkali lipat senang hari ini.


"Benarkah, maaf aku tak bisa membaca apalagi membalas komentar pembaca satu - persatu. Nama akun-mu apa?" tanya Nabila.


"Uhuk, itu agak memalukan. Aku takut kamu marah," Wajah Dimas berubah malu.


"Loh, kok gitu. Kenapa mesti marah, itu hak kamu mau memberi nama akun-mu apa, Mas."


"Benar nih kamu gak bakal marah?" tanya Dimas ragu.


"Suerrrr... Hihi." Nabila merasa lucu, ia tak menyangka Dimas tipe pria yang kurang PD juga.


"Pria pemilik Kitty, itu nama akun-nya," jawab Dimas pelan tapi terdengar jelas oleh wanita chubby di depan nya.


Awalnya Nabila biasa saja saat mendengarnya, ia berusaha menahan tawa yang memberontak ingin keluar dari mulutnya tapi akhirnya ia tak bisa menahan tawanya lagi, "Hahaha... haha... ya ampun... haha... "


Dimas merasa ingin menggali lubang kemudian masuk ke dalam nya, jika perlu ia akan bersembunyi di lubang semut kecil sekali pun. Dimas merasa ia adalah pria paling tidak tahu malu, bisa - bisanya ia menamai akun-nya seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2