
Saat dini hari Reyhan kembali menciumi tubuh polos istrinya, ia mencium setiap jengkal tubuh Nabila membuat wanita yang tengah tertidur pulas itu mel3nguh dalam tidurnya. Saat senjatanya sudah membesar siap untuk bertempur lagi, ia dengan perlahan memasukannya kembali ke dalam milik istrinya.
Kelakuannya itu seketika membuat mata terpejam Nabila terbelalak membuka, "Mas!"
"Hehe, abisnya dari tadi Mas ciumin kamu gak bangun - bangun. Kepaksa deh jari jempol super Mas langsung masukin goa sempit kamu, nah kamu langsung bangun kan, Baby..." lelaki itu nyengir tanpa merasa bersalah sedikit pun pada istrinya.
"Salahkan aja Ayahmu, sepertinya ini efek dari jamu pemberian Ayah. Tadi malam Ayah bilang bakal bikin adek bontotku kuat sampai pagi, nah ini jam 2 pagi," Reyhan mulai menenggelamkan kepalanya di antara dua gunung kembar istrinya. " Sayang, dadamu besar aku suka. Bisa betah lama - lama disini kepalaku karena empuk," celetuknya.
"Mas..." pasrah Nabila.
"Mas masukin lagi ya, tanggung udah nanclep setengah. Hehe..."
Nabila pasrah dan akhirnya mengangguk, ia memeluk tubuh suaminya.
Reyhan memulai lagi membajak lahan sempit tapi gembur milik istrinya. Setelah beberapa kali cankulan, akhirnya bibit - bibit unggul tertanam dengan baik di dalam lahan subur milik Nabila. Reyhan mengerang penuh kepuasan, ia memeluk istrinya berguling dan tertidur kembali.
Dini hari pukul 3.55 WIB, Nabila terbangun karena sudah terbiasa bersiap sholat subuh. Dengan rasa perih di antara kedua pahanya, ia turun dengan perlahan tidak ingin membangunkan suaminya. Nanti ia akan membangunkannya setelah Adzan berkumandang.
__ADS_1
Nabila berjalan tertatih - tatih seraya menggigit bibirnya, sesekali ia meringis tapi bibirnya tetap tersenyum karena ia merasa sudah menjadi wanita sempurna untuk suaminya. "Alhamdulillah, malam pertama kami lancar." Lirihnya seraya masuk ke kamar mandi.
Ia mengucapkan niat dan membaca doa junub. Ia lalu membersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali kemudian ia mulai menyalakan air shower seraya membersihkan seluruh badan dengan tangan kiri dan malanjutkan membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi ia membangunkan Reyhan, ia mengecup pipi suaminya, " Mas, bangun. Sholat subuh dulu yuk."
Reyhan malah bergumam, ia masih tak ingin bangun. Nabila mencoba sekali lagi, " Mas, aku mau sholat di imam-in Mas loh." tapi sekali lagi suaminya tak membuka kedua matanya.
Nabila menghela nafas, ia merasa bukan ranahnya untuk memaksa suaminya sholat. Sebagai istri Ia hanya diperbolehkan untuk mengingatkan suaminya. Ia masuk lagi ke kamar mandi untuk berwudhu, kemudian ia sholat lebih dulu.
Setelah waktu menunjukan pukul 6.30 WIB, Reyhan akhirnya terbangun. Ia mengucek kedua matanya yang masih mengantuk, ia meraba kasur disampingnya mencari sang istri. "Sayang..." panggilnya saat tak menemukan keberadaan sang istri di tempat tidur.
Nabila masuk kamar, ia mengingat kuncir kuda rambut pendeknya karena baru selesai bersih - bersih dapur, "Mas, udah bangun. Ini udah jam setengah 7, Mas jadi gak sholat subuh." Celetuknya tapi sambil tersenyum manis, ia tidak ingin seperti istri cerewet yang seperti menggurui seorang suami.
Reyhah masih dengan wajah bantal dan rambut acak - acakan malah nyengir, ia menarik tubuh istrinya sampai mereka berdua jatuh ke atas ranjang.
"Mas! Aku belum selesai bersih - bersih rumah," Nabila berusaha menggeliat melepaskan diri.
__ADS_1
"Mas laper, mau sarapan makan kamu, boleh ya?" Reyhan merengek seperti anak kecil.
"Mas masih belum puas semalaman gangguin aku?"
"Belum, abisnya tubuh kamu bikin Mas ketagihan. Rasanya asam, manis, asin, asem, gurih - gurih nyoy. Yuk, sekali lagi." Reyhan mulai menggigiti leher istrinya.
"Tapi, Mama mertua tadi nelepon aku. Mama bilang kita harus makan di rumah mereka terus bawa Ayah sama Bunda. Mereka ingin kita datang pukul setengah 8 udah disana," celetuk Nabila.
"Hah? Lah orang pengantin baru malah disuruh kesana, gapapa sayang masih banyak waktu. Sekali lagi, ya... ya..."
Nabila menggeleng, "Aku udah ngasih tau Ayah sama Bunda tadi, terus mereka langsung bersiap - siap. Gimana kalau mereka datang kesini, kita lagi gituan? Mas mau kayak semalem, kita udah panas tapi malah break dulu gitu?" Nabila menaikan sebelah alisnya menantang suaminya.
Reyhan akhirnya menghela nafas pasrah, ia segera bangun masih memeluk istrinya, "Baiklah, Mas mandi dulu." Ia turun dari ranjang berjalan ke kamar mandi.
"Jangan lupa niat dan doa junub, Mas kesayangan akoh." Nabila mengingatkan dengan lembut.
"Ok, sayang. Emmuacchh..."
__ADS_1
Nabila tersenyum bahagia, ia berharap mereka berdua bisa saling melengkapi selamanya. Setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan, ia ingin dirinya bisa melengkapi suaminya begitu pula Reyhan bisa melengkapi dirinya.