Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
PULKAM


__ADS_3

Nabila membawa 1 koper berisi perlengkapan untuk sehari - hari untuk ia pakai di kampung halamannya, Bandung. Ia dan kedua sahabatnya setuju hanya membawa 1 mobil dan itu mobil Alphard Delova. Manager Delova awalnya protes dan ingin memberikannya seorang pengawal tapi karena jaminan dari Agnia akan menjaga dengan aman Delova akhirnya sang Manager hanya mengirim 1 asisten menemani Delova.


"Cabut, Nab!" ucap Agnia pada Nabila yang akan menjadi supir mereka pulang - pergi.


"Gaskeuuun...!!!" jawab Nabila seraya mulai menginjak pedal gas.


" Jangan ngebut - ngebut, Neekk... eyke masih belum mau metong, bebeb eyke si manise masih belum siap nge'duda! Aww... Aw...!" teriak sang asisten bernama asli Rahmat tapi sekarang bernama Rara. Ia terus menjerit - jerit saat Nabila melajukan mobil sedikit ngebut.


"Segini lo bilang ngebut, Ra! Gimana entar s Nabila full gass di jalan Tol! Cemen lo ahh!" cibir Agnia.


"Aww, neeekk... eyke ogah ninggalin bebeb eyke. Nah lo kan jomblo!" balas Rara si pria gemulai ngeledek.


"Bac0t lo, Ra. Gue rebut si Arman dari lo baru tau rasa. Biarin s Arman nikmatin tubuh tulen cewek asli kayak gue... Weeee!" canda Agnia.


"Rese lo neeek... Huwaaa Del, denger noh ocehan temen lo." Rara berbalik meminta Delova membelanya.


"Makanya diem, Ra. Entar kalo lo nyerocos terus, gue turunin lo di pinggir jalan Tol, kagak bisa pulang lo, mau?" Delova malah membela Agnia, tapi membalas senyuman iseng dari Agnia. Mereka berdua puas mengerjai pria asisten gemulai nya itu.


Rara cemberut, " Cih, au ahh..."


"Hahahaha..." ketiga sahabat di dalam mobil pun tertawa puas.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian mereka sampai di kediaman Delova, papah Delova dan Ibu sambungnya sudah berada di luar rumah menyambut sang anak.


"Mama Tere," sapa Delova seraya memeluk Ibu tiri yang selalu baik padanya.


"Sayang, selamat datang." Balas sang Ibu Tiri cipika cipiki.


"Pah," Delova melepaskan pelukan pada sang Ibu lalu memeluk Ayahnya.


"Baik, baik. Papah senang kamu terlihat sehat," Sang Papa tersenyum sayang.


Nabila dan Agnia tak lupa ikut menyapa, "Om, Tante. Kami gak masuk dulu ya, mau langsung pergi nganter Agnia, tadi mama nya udah telepon." Ucap Nabila.


"Ya, udah. Kalian hati - hati, ya."


"Okay, bye."


Kedua sahabat itu pun kembali melajukan mobil menuju rumah Agnia, saat mobil berhenti di pekarangan rumah Agnia terlihat ada sosok kakak lelakinya yang menunggu di teras rumah.


"Aduh! Gue lupa bilang sama lo, Nab. Lo tau kan s Aa naksir sama lo sejak lama, yah meskipun lo udah ngasih kode sama kakak gue kalo lo gak bisa nerima perasaannya tapi noh lo lihat, pas gue bilang mau balik sama lo dia semangat banget. Lo, turun bentar deh sapa dia doang." Kata Agnia.


"Lo kan tau, Nia. Alesan gue gak bisa nerima kakak lo, kalo hubungan kami nggak lancar kan bisa ngancurin persahabatan kita. Gue pernah bilang kan, anti pacaran sama saudara temen. Sekarang pun, gue gak mau ngasih harapan."

__ADS_1


"Ngerti gue, tapi silaturhami mesti terus terjalin kan? Cuma nyapa doang, Nab. Ya... Ya..." desak Agnia.


"Oke deh, bentar aja." Nabila menghembuskan nafasnya pelan, lalu membuka sabelt Mobil yang menahan tubuhnya kemudian turun dari dalam mobil.


Bayu sumringah saat melihat wanita yang sejak lama dan masih dia taksir berjalan mendekatinya.


"Assalamualaikum, A bayu. Aa damang (sehat)?" sapa Nabila mengulurkan tangan.


"Wa'alaikumsalam, alhamdulillah Nab. Kamu sehat?" jawab pria dengan tinggi badan 175cm dan wajah ganteng dengan alis tebal membalas uluran tangan Nabila lalu mempererat salaman.


Nabila tersenyum ramah, ia melepaskan salaman mereka.


"Sehat A, aku cuma mau nganter Nia sampe sini. Jadi, maaf ya aku gak bisa lama." Ucap Nabila langsung berpamitan.


"Loh, kok. Masuk dulu ke dalam, Mama masak untuk kalian," Bayu sedikit tak rela Nabila pergi begitu saja.


"Aa, ari aa Nia balik gak disapa. Aa gak kangen sama Nia?" Agnia dengan cepat menarik lengan Kakaknya.


"Bye, Nab. Calling - calling aja entar." Ucap Agnia lagi seraya menyeret tubuh Bayu ke dalam.


"Ok, salam buat Mama lo."

__ADS_1


"Yups, udah sana pergi."


Nabila berbalik badan menuju mobil lalu langsung tancap gas dan pergi dari sana.


__ADS_2