
Reyhan sedang membaca lagi chat semalam balasan dari Nabila, ia ingin mengajak bertemu untuk memberikan kucing pada wanita chubby itu.
Chubby-ku ♡ : [ Sorry, Rey. Aku mau balik ke Bandung, mau reuni SMA sekalian nganter Delova bagiin undangan. Kita ketemu pas aku udah balik ke Jakarta. ]
Reyhan belum membalas chat Nabila, sejak semalam ia sedang memikirkan apakah dia harus pergi menyusul atau tidak? Jika ia menyusul, apa Nabila akan marah?
"Napa, Bos?" Ubay membuyarkan lamunan nya.
"Nabila balik ke Bandung, katanya nganter Delova sekalian mau Reuni dan entah kapan dia balik kesini. Aku bingung mau nyusul apa nggak."
"Reuni? Hm, pengalaman aku sih Bos. Reuni itu kadang kita ketemu mantan atau seseorang yang pernah kita taksir, loh."
Seketika mata Reyhan membulat, perkataan Ubay berhasil membuat dia mengambil keputusan.
"Berangkat!"
.
__ADS_1
.
.
Pesta reuni yang diadakan di sebuah hotel mewah di Bandung yang sengaja di sewa oleh Delova sudah hampir dipenuhi teman - teman SMA-nya. Meskipun beberapa berhalangan hadir tapi kebanyakan dari mereka datang karena sangat antusias ingin bertemu langsung teman yang sudah menjadi seorang artis terkenal.
Nabila berdandan cantik dengan dress yang dipilih Agnia untuknya, ketiga sahabat itu menjadi pusat perhatian tentu saja Delova yang paling bersinar. Sejak SMA, Delova memang sudah terkenal akan kecantikannya dan hampir semua pria yang hadir hari ini adalah cowok yang pernah ditolak Delova semasa sekolah atas.
Dari sudut matanya Nabila melihat mantan pacar SMA nya berjalan mengandeng seorang wanita yang dulu adalah orang ketiga dalam hubungan Nabila dan sang mantan pacar.
Wanita perebut itu tersenyum manis pada Nabila, jika Nabila tak tau pikiran kotornya dan sifat asli wanita bernama Suci itu, ia pasti akan menyambut baik senyumannya.
Dendi menyikut pelan kekasihnya, ia tersenyum meminta maaf pada Nabila sang mantan.
Seorang lelaki tak jauh dari tempat berkumpul Nabila, sedang mendengarkan obrolan mereka. Saat seorang wanita mengejek tubuh Nabila saat dulu, ia meremas gelas di genggaman tangannya karena Reyhan menahan amarahnya, ia tak ingin membuat kekonyolan yang akan membuat Nabila marah padanya.
Di sisi lain Bayu yang ada di ruangan itu karena ia tadi sengaja masuk dan menyusul ke dalam tempat acara reuni, saat tadi mengantar Agnia ia tak langsung pulang. Saat mendengar ledekan dari Suci dengan gerak cepat ia menghampiri kumpulan adiknya.
__ADS_1
"Meskipun Nabila dulu gemuk, jangan salah loh. Banyak pria yang menyukai Nabila, dan itu bukan gemuk namanya tapi ideal karena Nabila sangat tinggi. Apalagi wajah Nabila cantik alami, gak seperti kebanyakan wanita sekarang banyak bermuka palsu," ujar Bayu seraya menatap Suci yang bermake-up tebal.
Reyhan menatap tajam pria yang baru saja memuji - muji Nabila, ia yang tadinya ingin sabar bertahan akhirnya ia maju mendekati kumpulan Nabila.
"Sayang..." Reyhan merangkul pinggang Nabila tanpa takut.
"Rey!" Nabila melongo tak percaya Reyhan ada disana, lebih tak percaya lagi dengan perilaku Reyhan sekarang padanya.
"Aku sudah datang, sayang. Kamu lama menungguku?" Reyhan mengetatkan rangkulan di pinggang Nabila semakin menempelkan tubuh mereka.
Seluruh mata yang berada diruangan itu memandang mereka berdua, terutama Delova dan Agnia yang tak mengerti. Nabila menatap kedua sahabatnya dengan mata pasrah karena ia memang belum jujur pada keduanya jika Reyhan mulai mengejar - ngejar dia.
"Siapa dia, Nab?" yang akhirnya membuka mulut adalah Bayu.
Reyhan mendekatkan bibir di telinga Nabila, " Nab, ikuti aktingku. Jika setelah acara ini kamu ingin menyebar rekaman-ku karena marah, aku gak perduli lakukan saja," bisik Reyhan.
"Rey-" ucapan Nabila terpotong saat ingin menolak ide Reyhan, pria itu mengecup lembut pipi Nabila.
__ADS_1
"Halo semuanya, perkenalkan. Saya adalah CEO di Perusahaan sebuah Agensi hiburan internasional. Tempat Nabila bekerja dan saya adalah kekasihnya. Reyhan Azam Wardi," ucap Reyhan memperkenalkan dirinya.
"Waaahhh!!!" Sontak orang - orang yang mengenal Agensi terbaik di Indonesia itu bersorak kaget tak percaya.