
Seketika bulu - bulu halus di tubuh wanita chubby itu berdiri, Reyhan sudah berhasil merangsang gairahnya.
"Meoww..."
Suara dari anak kucing menyadarkan pikiran Nabila, ia menggigit tangan Reyhan. Saat terlepas dari kungkungan Reyhan, Nabila dengan cepat berlari kabur keluar.
Reyhan malah tersenyum senang, "Tunggu saja girl, aku akan segera menaklukanmu."
***
Setelah tanda tangan kontrak, Dimas mengajak Nabila pergi menyeleksi beberapa pemeran di beberapa sanggar. Biasanya yang datang kesana untuk menyeleksi pemeran - pemeran pengganti atau figuran yang masih muda.
Nabila sudah mendatangi beberapa sanggar tapi ia belum mendapatkan orang yang cocok, sampai akhirnya ia menemukan 2 aktor muda bertalenta untuk dijadikan pemeran pendukung.
Saat Nabila dan Dimas ingin bertemu kedua aktor itu setelah berbicara dengan manajemen sanggar, Nabila malah dikagetkan dengan keberadaan Reyhan disana.
Manajer yang tadi berbicara dengan Nabila menunduk malu, " Maaf, Nona. Tapi, kedua aktor itu sudah diminati lebih dulu oleh CEO Reyhan. Saya tidak bisa berbuat apa - apa, silahkan Anda berdua bicara saja dengan Tuan Reyhan."
Dimas yang belum mengenal Reyhan, hanya mengangguk sopan pada manajer karena dia belum begitu mengerti. Lain lagi dengan Nabila yang terpancing emosinya.
__ADS_1
Nabila berjalan masuk ke dalam ruangan para aktor, ia menahan kekesalannya.
"Wah, nona Nabila sang Sutradara sudah datang," Ucap Reyhan cuek.
Dimas menyusul masuk ke dalam, ia menatap pria yang sepertinya mengenal dekat Nabila, "Nabila, kamu mengenal pria itu?"
"Dia adalah CEO Reyhan, yang tadi manajer bicarakan. Kebetulan dia adalah CEO di tempatku bekerja dulu, sebelum aku mengundurkan diri." Jelas Nabila.
Penjelasan Nabila cukup membuat Dimas terkejut, pasalnya ia baru tau ternyata seorang CEO seperti Reyhan terkadang turun langsung jika sedang mencari para aktor. Tapi penjelasan Nabila selanjutnya lebih membuatnya terkejut.
"Dia juga yang beradu komentar dengan Mas Dimas di Novel-ku, nama akunnya Kitty milikku. Mas masih ingat?" Kata Nabila.
"Kalian jangan berbicara berdua, kemarilah. Jika kalian butuh kedua aktor ini, mari kita bernegosiasi." Kata Reyhan kesal, melihat wanita yang disukainya berdekatan terus dengan pria lain.
Nabila mendekati Reyhan, diikuti oleh Dimas.
"Halo, nama saya Dimas. Anda pasti sudah mengenal saya, kita pernah berbalas komentar." Kata Dimas seraya mengajak berkenalan.
"Ya, saya Reyhan. Senang berkenalan dengan pencuri pegawai setiaku," Reyhan membalas uluran tangan Dimas.
__ADS_1
"Anda sangat suka bercanda ternyata, Tuan Reyhan. Saya tidak mencuri Nabila, tapi Nabila berjodoh dengan naskah yang pernah dibuatnya saat melamar ke Perusahaan HT." Dimas tidak terpancing.
Nabila tersenyum mendengar jawaban Dimas, membuat Reyhan menatap tajam Dimas.
"Baiklah, saya akui itu adalah keberuntungan Anda bisa mendapatkan Nabila. Jika saya lebih awal tau jika Nabila ingin menjadi Sutradara, sudah dipastikan Anda tidak akan pernah mempunyai kesempatan," Jawab Reyhan tak mau kalah.
"Oke, oke. Jadi, Tuan Reyhan. Bagaimana dengan kedua aktor? Anda ingin mengambilnya atau memberikan mereka pada kami?" Nabila memotong perdebatan tak kentara antara Dimas dan Reyhan.
"Apa kamu betul - betul membutuhkan kedua aktor itu?" tanya Reyhan.
"Ya, sejak tadi kami berkeliling mencari pemeran yang pas. Dan baru kali ini kami rasa kedua aktor tadi sangat cocok dengan peran untuk film kami." Jawab Nabila.
"Baiklah, tapi dengan satu syarat." ucap Reyhan.
"Syarat apa?" tanya Dimas.
"Aku akan ikut berinvestasi dalam film yang aka kalian garap, meskipun Perusahaan agensi kita berbeda tapi menurutku masih sah - sah saja jika aku menginvest dana dalam film kalian, bagaimana?" Pinta Reyhan.
Nabila melongo tak percaya mendengar persyaratan dari Reyhan, pasalnya jika Reyhan menjadi investor dalam film- nya sudah dipastikan dia akan selalu berada dalam genggaman pria keras kepala itu.
__ADS_1