Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Akhirnya Berhasil Bercocok Tanam.


__ADS_3

Reyhan menutup pintu depan, ia berjalan mengendap ke arah kamarnya. Ia bukan berusaha menguping tapi saat ia ingin masuk ke dalam kamar dari luar pintu terdengar suara lembut istrinya sedang bicara di VC bersama kedua sahabatnya.


"Lingeri dari gue cocok lo pake itu, ntar gue bikinin yang banyak. Sekalian G-string nya sekali - kali pake, lo tuh harus sering - sering berpenampilan sexy dan jadi cewek nakal di depan suami Lo, biar tuh s Rey kagak ngelirik cewek - cewek diluar sana. " Ujar Agnia cekikikan.


"Cocok apaan? Gila lo, masa dada gue sampe tumpah keluar gini. Udah tau ** gue gede, lah lo bikin bahan pas dadanya buat ukuran kecil! Syalan Lo!" gerutu Nabila.


"Haha! Gue sengaja kelesss, biar si Reyhan melongo melototin tuh ***** lo yang tumpah ruah. Zaman sekarang wanita pengen dada gede tuh sampai pasang implan, nah lo kudunya bersyukur bisa asli gede gitu." timpal Agnia.


"Xixixi... kalo kado dari gue lo minum belum?" tanya Delova.


"Minuman apaan sih itu? Kok gue buka, bau nya agak - agak bikin enek ya." Nabila seperti ingin memuntahkan sesuatu.


"Yaelah, namanya juga obat kesrek buat wanita. Biar punya lo ntar tetap wangi, keset, gak becek! Itu kata emak tiri gue, haha. Kan gue seminggu lagi kawin, jadi emak tiri gue kirimin gue minuman itu. Lo coba aja deh!" Delova cekikikan diujung sana.


Reyhan mendengar obrolan tak lazim di telinganya seketika ia menahan rasa gelinya, ia akhirnya mengetuk pintu karena tak ingin mengagetkan istrinya jika langsung masuk.


"Sayang, belum selesai neleponnya?" tanya Reyhan seraya berjalan masuk, ia pura - pura tak mendengar apapun.


"Guys, kita lanjut besok ya!"


Tut... Sambungan VC ia putus.


Nabila ingin menaruh ponsel di meja samping tapi Reyhan mengambil ponsel dari tangannya, "Aku matiin ponselnya ya, baby. Biar gak ada yang ganggu lagi."

__ADS_1


Reyhan menaruh ponsel Nabila yang sudah dimatikan di atas meja, ia masih memegang botol pemberian Ayah mertuanya.


"Itu apa, Mas?"


"Jamu dari Ayah, barusan yang pijit bel Ayah yang ngasih jamu ini buat Mas minum. Ya udah, Mas ke pantry dulu mau minum ini, gak enak sama Ayah." Reyhan mulai melangkahkan kakinya keluar kamar.


Nabila teringat minuman dari Dealova, " Mas tunggu, biar aku aja yang tuangin ke gelas. Mas, tunggu aja di kamar ya." Cegah Nabila, ia mengambil botol jamu dari tangan suaminya lalu ngibrit berjalan ke dapur.


Reyhan tersenyum geli, sepertinya istri lucunya itu akan minum pemberian dari Dealova yang tadi mereka bertiga bicarakan.


Setelah di pantry Nabila menaruh botol jamu dan mulai menuangkan ke gelas tinggi, lalu mengoceknya dengan sendok. Ia lalu mencari minuman dari Dealova yang tadi sempat ia simpan di pantry, setelah menemukannya ia langsung meminumnya sekali teguk.


Dengan cepat Nabila kembali ke kamar, ia memberikan gelas berisi jamu itu kepada suaminya, " Ini, Mas."


Nabila menaruh gelas kotor ke dapur dan segera masuk kembali ke dalam kamar, saat ia masuk lampu sudah temaram.


Hanya lampu kecil diatas meja yang menyala, Reyhan berdiri di depan pintu lalu menarik tubuhnya langsung mencium bibirnya. Ia berpegangan ke tubuh suaminya, karena tubuhnya sedikit goyang.


Reyhan semakin bernafsu mencium bibir istrinya, tangannya sudah berkeliaran kamana - mana. Saat jempolnya mengelus - ngelus ujung gunung besar Nabila, istrinya itu mendesah.


"Sayang, aku tak bisa menahannya lagi," lirih Reyhan seraya menarik melepaskan sisa pakaian yang melekat di tubuh mereka berdua.


Reyhan menjatuhkan dengan pelan tubuh telanjang istrinya ke atas ranjang, bagian bawah tubuhnya sudah berdenyut sakit ingin segera dipuaskan. "Sayang, aku masukin sekarang ya." bisiknya.

__ADS_1


"M-mas, kata Bunda baca bismillah dulu..." lirih Nabila, tubuhnya sudah siap menerima suaminya.


"Bismillah..." Dengan perlahan Reyhan mulai memasukkan miliknya yang membengkak ke dalam milik istrinya.


"Arhhtgh..." Nabila terkesiap nyeri, ia menggigit bibirnya.


"Sakit ya sayang..." Reyhan menahan bobot tubuhnya diatas Nabila.


" Gapapa, Mas. Ini sudah kodratku sebagai wanita, aku bahagia sudah memberikan keperawananku padamu yang sudah sah menjadi suamiku."


Mendengar ucapan Nabila, Reyhan langsung menciumi seluruh wajah istrinya lalu kembali memagut bibir Nabila seraya menarik dan mendorong kembali senjatanya ke dalam milik Nabila. Reyhan merasa kesulitan karena kepunyaan Nabila terasa sangat sempit tapi ia melihat istrinya semakin bergairah dengan tubuh menggeliat - geliat di bawahnya. Ia semakin bersemangat menarik dan mendorong senjata tajamnya.


Selama beberapa waktu mereka terus seperti itu, terus saling bergerak memuaskan pasangannya.


"Ahhh~~ Mas... " Nabila tak kuat menahan 3rangannya, ia tak sadar mencakar punggung suaminya membuat Reyhan sedikit meringis tapi ia tetap merasa senang karena sudah berhasil membuat istrinya itu mengerang nikmat.


"Aku akan segera menyelesaikannya, sayang..." bisik Reyhan.


"Yahh... cepat.. Mas... Ahhh..." Nabila terengah - engah.


"Berteriak lah sayang, aku ingin mendengar teriakanmu," bisik Reyhan.


Reyhan semakin mempercepat gerakannya, membuat tubuh Nabila menggelinjang hebat dibawahnya. " Masssss... Ahhhh..." teriaknya.

__ADS_1


Akhirnya dengan satu dorongan terakhir Reyhan menyemburkan benih - benihnya dibarengi dengan teriakan kepuasan mereka berdua mencapai puncaknya. "Ahhhhhh..."


__ADS_2