
Nabila semakin menundukan wajahnya, ia tak berani menatap kedua sahabatnya Delova dan Agnia pasalnya yang mereka tau ia sudah resign dan menjauh dari Reyhan.
"Sorry, guys. Silahkan lanjutkan pestanya, kami akan ke toilet sebentar," Tanpa menunggu jawaban, Agnia menarik lengan Nabila diikuti oleh Delova. Mereka bertiga menghilang dari pandangan semua orang.
Setelah dirasa di dalam toilet kosong, Agnia mulai menyerang Nabila duluan. "What?! Kekasih? Lo sama cunguk itu!"
"Ini tuh gak seperti yang kalian dengar dan bayangkan. Reyhan berbohong, entah apa maunya," ucap Nabila mulai menjelaskan.
"Lalu?"
"Begini, setelah aku mengundurkan diri. Reyhan... " bla - bla, Nabila mulai menjelaskan dari pertama Reyhan mulai mengejarnya.
"Gila! Sumpah gila! Gak pernah gue bayangin tuh pria cunguk bakalan balik suka sama lo, Nab!" Agnia masih syok mendengar cerita dari Nabila.
"Jangankan lo, Nia. Gue aja tiap apapun sikap dia sama gue sekarang , kayak sikap Rey sekarang contohnya, gue masih gak percaya."
Delova yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara, " Nab, gue pikir dulu Reyhan bukan benar - benar suka sama gue. Itu malah seperti obsesi dia, menurut gue sih lo kasih kesempatan sekali aja sama dia."
Nabila menggigit bibirnya, ia tak menolak atau mengiyakan pendapat sahabatnya, " Lihat entar aja deh, sebenarnya gue pengen fokus dulu sama karir gue. Dulu gue lebih mentingin cowok, sekarang gue pengen prioritaskan karir gue."
Setelah perbincangan singkat, mereka bertiga kembali ke dalam ruangan acara reuni. Nabila menatap pria yang masih ada di dalam hatinya, dengan diam dia memuji penampilan Reyhan yang sangat keren hari ini.
Reyhan melihat pandangan Nabila padanya, ia menatap intens penampilan wanita itu saat ini. Ia Merasa takjub karena baru melihat untuk pertama kalinya Nabila memakai dress yang membuat penampilan wanita itu luar biasa sangat cantik.
"Kau sudah selesai dengan urusanmu, sayang?" tanya Reyhan saat Nabila menghampirinya.
"Hm, ya. Ikut denganku, sebentar." Nabila menarik lengan Reyhan dan menjauh dari tempat teman - temannya berkumpul. Ia mencari tempat agak sepi.
"Jadi, apa yang sedang kamu lakukan disini. Rey?"
"Aku ada pertemuan dengan klien di Hotel ini, saat tadi melihatmu masuk kesini aku penasaran jadi aku masuk saja untuk melihatmu," lancar Reyhan berbohong.
"Kau pikir aku akan percaya, berapa kali aku bilang aku akan tau saat kau bohong!"
"Aku cuma bercanda, kau selalu serius. Aku hanya merindukanmu, jadi tadaaa... Aku ada disini menyusulmu."
__ADS_1
"Disini lalu dengan seenakmu berbohong di depan semua teman - temanku, bagaimana jika mereka percaya padahal kita tidak ada hubungan apapun!" Kesal Nabila.
"Aku yakin semua ucapanku akan menjadi kenyataan, kok." Ucap Reyhan PD.
"Ihhhh, kamu!" Nabila akhirnya tak bisa berkata -kata lagi, ia berbalik badan menghampiri teman - temannya kembali.
Reyhan dengan senyuman puas di bibirnya, dengan gagah ikut berjalan di belakang Nabila.
"Sekarang biarkan Nabila bernyanyi, sejak SMA dia pintar bermain gitar." Salah seorang teman berteriak.
"Ya, ayo Nabila!" timpal teman lainnya.
"Aku baru tau kamu pinter nyanyi dan bermain gitar. Sungguh aku pria beruntung, kamu sangat handal dalam apapun," bisik Reyhan.
"Ayo, Nab. Mainkan gitarnya." Kata Agnia.
Nabila menatap orang - orang dan akhirnya ia berjalan naik ke panggung kecil dan mengambil gitar lalu duduk bersiap di depan mic.
"Apa ada lagu request?"
"Sayang, mainkan gitarmu. Aku akan menemanimu bernyanyi Bidadari tak bersayap. Kamu siap?" ucap Reyhan.
"Baiklah," Nabila tak ingin mempermasalahkan kelakuan Reyhan saat ini, anggap saja mereka sedang menghibur semua orang.
Reyhan tersenyum senang, ia duduk di samping Nabila yang bermain gitar tapi sedikit memberi jarak antara duduk mereka.
Semua orang bersorai dan bertepuk tangan, teriakan penuh semangat memenuhi ruangan itu.
Reyhan mengetes mic di tangannya, dan mengangguk ke arah Nabila menandakan semua baik.
Nabila mulai memetik senar gitarnya, alunan gitar romantis nan merdu mengalun indah. Reyhan mulai bernyanyi diiringi permainan gitar Nabila, ia menatap wajah Nabila saat menyanyikan lagunya.
...ΩΩΩ...
Kamu yang aku butuhkan
__ADS_1
Untuk jadi teman hidupku
Bidadari tak bersayap datang padaku
Dikirim Tuhan dalam wujud wajah kamu
Dikirim Tuhan dalam wujud diri kamu
Sungguh tenang kurasa saat bersamamu
Sederhana, namun indah, kau mencintaiku
Sederhana, namun indah, kau mencintaiku
Sampai habis umurku
Sampai habis usia
Maukah dirimu
Jadi teman hidupku?
Kaulah satu dihati
Kau yang teristimewa
Maukah dirimu
Hidup denganku
Diam - diam, aku memandangi wajahnya
Tuhan, ku sayang sekali wanita ini
Tuhan, ku sayang sekali wanita ini.
__ADS_1
Semua mata terpana menatap penampilan duet mereka berdua, bahkan jantung Nabila berdebar kencang saat Reyhan bernyanyi sambil menatapnya.