Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Kepergok Ayah + Visual Para Tokoh


__ADS_3

Nabila turun dari panggung disusul Reyhan di belakangnya, saat melihat Agnia yang sedang tertawa ia merasa heran.


"Lo napa, Nia?"


"Tadi ada adegan lucu pas lo lagi maen gitar di panggung, wkwkwk..." jawab Agnia.


"Apaan emang?"


"Mantan lo si Dendi mata nya gak bisa dikondisikan, melongo aja natap lo kagak ngicep - ngicep tuh matanya. Kayaknya terkesima dia sama lo, mantan tercantik. Alamat si Suci merong - merong terus mereka adu mulut, noh mereka berdua langsung pergi masih sambil berantem." lanjut Agnia.


"Mantan terindah gak tuh! Wkwkk..." timpal Delova.


"Ngawur." Nabila geleng - geleng kepala mendengar celotehan kedua sahabatnya.


Nabila celingak celinguk mencari seseorang.


"Lo cari siapa, Nab?"


"A Bayu mana? Tadi bukannya masih ada." Nabila belum sempat mengucapkan makasih pada Bayu karena tadi membelanya.


"Pulang, lah malah cari A Bayu. Terus Reyhan mau dikemanain?" Ledek Agnia padahal dia tau Nabila dan Reyhan belum ada hubungan apapun.


"Rese, Lo!" Nabila menyubit pinggang sahabat jahil-nya itu.


REYHAN SI PALING GAK PEKA.


__ADS_1


BAYU NAKSIR LAMA SAMA NABILA



DIMAS SANG PRODUSER SI PRIA KALEM



NABILA SI CHUBBY



DELOVA SAHABAT PALING KALEM



AGNIA SI SAHABAT BAR - BAR



"Tidak! Aku bisa naik taxi online dari sini, semua orang sudah pergi Rey. Sekarang gak ada yang melihat jadi gak usah akting lagi. Lagian aku bisa pulang sendiri," tolak Nabila saat Reyhan menawarkan mengantarkan dia pulang.


"No! Aku gak akan membiarkan wanita cantik berkeliaran dengan dress minim, apalagi itu kamu!" kukuh Reyhan tetap dengan keinginan dia.


Tidak ingin berdebat panjang lebar dengan Reyhan, Nabila akhirnya mengalah.


Sekitar 30 menit dari pusat kota Bandung ke daerah rumah Nabila, akhirnya mobil sampai. Reyhan menahan tangan Nabila yang akan membuka pintu, "Biarkan aku membukanya untukmu."

__ADS_1


Reyhan membuka seatbelt kemudian turun dari dalam mobil, ia berlari kecil memutar lalu membuka pintu mobil untuk Nabila.


"Baby, silahkan."


Nabila memutar matanya ke atas saat dipanggil baby oleh Reyhan, ada saja kelakuan Reyhan padanya. Ia keluar turun dari dalam mobil dan berterimakasih.


"Makasih, tapi aku gak suka panggilanmu. Ingat, Rey. Kita bukan siapa - siapa. Aku harap kamu bisa menghargai aku, jangan seenakmu." Protes Nabila.


"Iya, iya. Mau aku antar sampai depan pintu?" tawar Reyhan.


"Nggak, kamu hati - hati dijalan." Tolak Nabila sekaligus mengusir secara halus.


"Nab, cuek banget sih sekarang. Kamu gak khawatir gitu sama aku malam - malam mengendarai mobil, terus gak penasaran aku tidur dimana. Bahkan sekarang setiap malam gak ada lagi yang ngingetin aku jangan lupa minum vitamin, jangan ngopi, jangan bergadang dan ini itu. Sedih tau, Nab." Ucap Reyhan dengan wajah sedih.


"Baru aku cuekin segitu aja udah protes terus, lah gimana kabarnya aku selama setahun dicuekin kamu?" Nabila tidak mau kalah, ia mengeluarkan uneg - uneg nya.


Reyhan tidak menyangka jawaban Nabila malah menyentil kelakuannya dulu pada Nabila.


"Jadi, ini yang bikin kamu menangis waktu Ayah telepon?!" Bentak Ayah Nabila yang sejak tadi sudah ada di belakang mereka berdua mendengarkan, dia baru pulang membeli martabak pesanan istrinya.


Nabila berbalik badan, mulutnya terbuka saking terkejutnya, "A-ayah, ini gak seperti Ayah dengar. Tapi, apa Ayah sengaja nguping?"


Wajah Mamat sang Ayah sedikit malu saat putrinya bertanya karena kebongkar dia menguping, tapi ia dengan cepat menutupi rasa malunya dengan berwajah garang.


"Kamu gak lihat Ayah bawa ini, tadi Bunda-mu pengen Ayah beliin martabak jadi Ayah baru pulang. Salah siapa kalian bicara di depan rumah yang siapa aja orang bisa lewat dan denger! Masuk!" Perintah Mamat seraya dia berjalan masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.


"Ayah, dia harus pulang," Tolak Nabila.

__ADS_1


Mamat menghentikan langkahnya, ia bicara tanpa berbalik, "Gak ada penolakan. Ayah bilang masuk, ya masuk. Kalian berdua!" Mamat lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah.


Sang Bunda Mirna sudah membuka pintu dari dalam, ia melihat suaminya ribut - ribut di depan. Dia sendiri sejak tadi sedang mengintip anaknya Nabila dari balik gorden jendela, karena dia mendengar suara deru mobil datang. Ternyata putrinya sedang mengobrol dengan seorang pria, jadi dia hanya memeriksa dari dalam rumah.


__ADS_2