Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Aku Ingin Cepat Menghalalkanmu.


__ADS_3

Esok paginya Nabila mengetuk pintu Reyhan, dia ada pertemuan dengan Dimas dan dia juga akan menandatangani kontrak.


Tok... Tok... Tok...


Tak selang berapa lama Reyhan membuka pintu, tangannya masih bergulat menyimpul dasi di kemejanya. Padahal itu modus lainnya, ia sengaja membuka kembali dasinya saat mengintip dari lubang pintu dan tau jika itu adalah Nabila.


"Kamu sepertinya sibuk? Padahal aku mau menitipkan anak kucing ini." Kata Nabila.


"Tidak, sebentar lagi selesai. Bawa kucing itu masuk, Nab." Ucap Reyhan sambil berjalan masuk ke dalam membiarkan pintu depan terbuka.


"Rey, ambil aja ini! Aku gak mau masuk, ah!" tolak Nabila teriak.


Tapi Reyhan pura - pura tak mendengar, masih sambil memainkan dasinya ia duduk di meja makan dan mulai memakan sarapannya.


Nabila menghentakkan kakinya kesal, akhirnya ia masuk ke dalam lalu menutup pintu.


"Mau ditaruh dimana? Bukankah kamu juga mau berangkat kerja? Jadi, siapa yang ngurus?" tanya Nabila baru kepikiran Reyhan juga harus berangkat kerja.


"Ada adikku, itu loh yang fans kamu. Ohya, aku boleh minta bantuan gak, Nab?" tanya Reyhan seraya menatap Nabila.


"Boleh, asal masih bisa aku tolerin," Jawab Nabila, ia mengendikkan bahu.

__ADS_1


"Cuma temani aku ke birthday party adikku, acaranya besok malam. Dia kan pembaca setiamu, aku juga sudah bilang sama adikku kalo aku kenal sama kamu. Pas dia tau, dia minta aku kenalin kamu sama dia. Mau, ya?" pinta Reyhan.


" Siapa namanya?" tanya Nabila.


"Barbara, nama akun-nya di Novel kamu fans Bar - bar kalo gak salah." Jawab Reyhan.


"Ahhh... ternyata dia. Dunia ini sempit ya, adikmu itu sampai bela - belain beli banyak buku novelku. Entah berakhir dimana tu buku - buku. Karena dia fans setia aku, baiklah aku setuju."


"Makasih, nanti aku berikan gaun buat ke pestanya." Lanjut Reyhan.


"Gak usah, kamu tau kan Agnia adalah perancang busana dan punya butik sendiri. Aku nanti cari sendiri gaun di butiknya, tenang aja aku gak akan malu - maluin kamu."


"Sip, kalo gitu aku pergi sekarang. Aku ada janji temu dengan Produser Dimas. Bye..." pamit Nabila.


"Nab, tolong pakein aku dasi dulu." Pinta Reyhan masih memutar - mutar dasinya.


"Lah, emang selama ini yang masangin dasi siapa? Ko, malah gak bisa masang dasi?" Heran Nabila.


"Ubay, kan dia setiap hari jemput. Sebelum berangkat kerja ya aku dipakein dasi sama dia," bohong Reyhan.


"Ckckk, kamu itu ya bisa nya ng'gombal mulu, ngurusin cinta mulu tapi pasang dasi aja kagak bisa. Sini dasinya!"

__ADS_1


Reyhan memberikan dasi ke tangan Nabila, wanita chubby itu mulai memasangkan dasi ke kerah kemeja Reyhan. Matanya fokus menyimpul dasi, tanpa dia sadari bibir Reyhan semakin kebawah menuju bibirnya.


Saat dasi sudah terpasang, Nabila mendongak.


Cup!


Reyhan mengecup singkat bibir Nabila, saat Nabila ingin menjauhkan tubuhnya Reyhan malah mengungkungnya. Nabila mundur tapi di belakangnya adalah dinding, akhirnya dia terperangkap dalam kungkungan Reyhan dan tidak bisa kabur.


"Lepasin gak, Rey! Ciuman tadi aja itu namanya nyuri!" bentak Nabila sambil berusaha melepaskan diri.


"Hm, kamu juga pernah nyuri ciuman dariku kan? Tapi... kalo kamu sebut aku nyuri nih ciuman nya aku balikin lagi, ayo ambil ciuman dariku," goda Reyhan.


"Idih, ngeselin banget sih kamu!" Nabila mendorong tubuh atletis Reyhan, tapi percuma dia seperti sedang mendorong bongkahan batu besar.


"Baby, ternyata pagi - pagi gini bibir kamu manis banget. Kayaknya kalo kita bersama, tiap hari aku gak butuh gula lagi. Cukup magutin bibir kamu terus, itu udah cukup nyeimbangin kadar gula darahku," gombal Reyhan.


Nabila malah kembali menggeliat berusaha melepaskan tubuhnya.


"Kapan kamu mau maafin aku dan nerima aku, Nab? Aku ingin cepat halalin kamu terus gigit seluruh tubuh kamu sampai kamu mengerang dan berteriak nikmat di bawah tubuhku," bisik Reyhan di telinga sensitif Nabila.


Seketika bulu - bulu halus di tubuh wanita chubby itu berdiri, Reyhan sudah berhasil merangsang gairahnya.

__ADS_1


__ADS_2