
Nabila mengunci pintu Apartemennya, ia mengambil ponselnya dengan cepat mengirim chat pada Agnia.
Nabila : [ Gimana, jangan sampe si Rosa lolos!]
Agnia : [ Beres! Pas si Rosa masih shock dengan kejadian tiba - tiba tadi, gue langsung masukin tuh obat perang s4ng ke gelas lalu gue campur dengan wine. Gue kasih gelas itu sama si Rosa, ia tanpa sadar minum sekali teguk.]
Nabila : [ Oke, Lo masih disana kan? Posisi si Demon dimana?]
Agnia : [ Gue masukin si Demon sekarang ke dalam, tuh cewek gatel udah mulai kepanasan, haha... ]
Nabila : [ Jangan lupa rencana kita, video-in! ]
Agnia : [ Beres, si Jefri yang video-in. Ogah gue kudu nonton secara live tuh ulet bulu berkembang biak!]
Nabila : [ Oke, gue tunggu kabar dari lo lagi! ]
Nabila melempar ponselnya ke atas ranjang, ia menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur. "Malah laper, Mas Reyhan lagi apa sekarang ya?" gumamnya.
__ADS_1
Ia mendekatkan telinganya ke dinding, mendegarkan dengan fokus suara dari sebelah. "Kenapa sunyi? Apa Mas Rey gak masak buat makan, kan gak ada makanan."
"Bodo ah! Dia juga bisa masak sendiri, gak usah aku pikirin." Nabila beranjak menuju dapur, dengan cepat ia memasak mie instan yang masih ada di lemari dapurnya. Setiap minggu ia tidak lupa membersihkan Apartemen kosongnya setelah kedua orangtuanya pulang. Tapi ia tidak pernah mengisi kulkasnya lagi, alhasil sekarang ia makan seadanya.
Tapi karena khawatir akhirnya Ia membuka Apl grabfood dan memesan makanan untuk suaminya, ia khawatir Reyhan kelaparan. Tak lama suara pintu Apartemen sebelah terbuka dan menutup kembali. Nabila mendekat ke arah pintu, ia mengintip dari lobang pintu.
Suaminya itu sedang menatap pintu Apartemennya, wajahnya sangat muram tangan lelaki itu menjinjing bungkusan grabfood yang tadi ia pesan. "Kamu harus ngerasain bagaimana jauh dariku, Mas. Maafkan aku, tapi dalam rumah tangga banyak sekali godaan. Kamu harus mulai belajar menghadapi godaan - godaan itu dan bisa merubah kebiasaan jelekmu. Aku tak meminta kamu harus sempurna tapi setidaknya kita berdua saling belajar memperkuat rumah tangga kita," gumamnya.
Diluar Reyhan menatap pintu Apartemen istrinya, ia melihat grabfood di tangannya. Dalam keadaan marah, istrinya masih memperhatikannya. Ia ingin menekan bel pintu Apartemen istrinya tapi mengurungkannya.
"Maaf sayang..." gumamnya lalu membuka pintu Apartemennya sendiri dan masuk.
Di ranjang besar Apartemennya, Rosa sedang menggeliat penuh kepuasan. Rasa panas yang membuat tubuhnya tidak nyaman seketika hilang. Ia terus menerus mengerang saat bibir seorang lelaki berada di dadanya.
"Ahhhh... jangan berhenti..." ********
Tubuh Demon sudah polos begitu juga dengan Rosa, ia menciumi setiap jengkal tubuh wanita sexy itu. "Mimpi apa aku semalam dikasih wanita sexy cantik seperti dia," gumamnya disela kegiatannya menciumi tubuh mulus wanita di bawah tubuhnya.
__ADS_1
"Ayo...." Rosa melengkungkan tubuhnya ke atas
"Kau ingin aku memasukimu sekarang, cantik. Baiklah aku turuti kemauanmu..." jawab Demon dengan suara seraknya.
Jefri menelan ludahnya, ia merasa rugi karena hanya bertugas mem-video kegiatan yang membuat hasratnya berontak. " Sial! Masa gue disuruh video doang, rugi benerrrr! Sabar ya tong, entar gue puasin luh sama pacar gue!" keluhnya seraya menatap si otong yang sudah berdiri tegak.
"Diam Jef! Lo kerja mulut lo diem, biar gue fokus bajak nih lahan mulus! Kalo lo mau juga, minta ijin sama si Bos abis gue selesai lo boleh **** nih cewek!" Demon menggerutu.
"Gue bakal diem, lanjut!" Jefri langsung menutup mulutnya.
Demon melanjutkan aksinya, ia mulai menyatukan tubuh bagian bawahnya yang sudah kesakitan dengan wanita yang bergerak liar di bawahnya.
"Ahhhh~~~" ***** Rosa saat milik mereka berdua sudah menyatu.
Demon langsung bergerak cepat dengan sambutan dari Rosa yang terus bergerak liar dibawah tubuhnya membuat lelaki itu tak bisa bertahan lama mencapai puncaknya.
Jefri mengirim video itu pada sang Bos, Agnia lalu mengirimkan video itu pada Nabila.
__ADS_1
Setelah semua selesai, Demon dan Jefri melenggang pergi dari Apartemen Rosa dengan Demon yang tersenyum puas dan bibir Jefri yang cemberut