Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Emosi Nabila.


__ADS_3

Reyhan mengikuti wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya itu ke ruang tamu, ia menduga - duga hal seperti apa yang ingin disepakati oleh Nabila.


"Jadi, gini Rey. Rekaman ini sebagai alat kelangsungan hidupku darimu, kamu ngerti?" ucap Nabila saat mereka berdua sudah duduk berhadapan.


Reyhan mengerutkan keningnya tak mengerti, ia pun menggeleng, "Gak ngerti!"


"Kamu bilang suka aku, kan? Apalagi sejak kemarin kamu terus mengangguku. Aku tau karakter dan sifatmu, Rey. Saat kau suka seseorang, kau akan menjadi pria gila, bahkan apapun akan kau lakukan. Bahkan sejak pertama kau ngejar Lova, saat menghadapimu dia benar - benar kewalahan!"


"Lalu, apa hubungannya dengan rekaman itu?" tanya Reyhan masih belum paham.


"Aku tak ingin kau berbuat hal yang sama padaku, hanya untuk berjaga - jaga jika saja kau akan melakukan hal konyol misalnya memberikan 1 mobil mawar merah seperti pada Delova dulu saat lounching film terbarunya. Kau bahkan menyatakan cintamu di depan semua orang, kau tau? Tindakanmu itu sudah melanggar hak privasi orang, Rey! Karena itu rekaman ini akan jadi jaminan, agar kau tak boleh melalukan hal - hal konyol untuk mendekati ku. Paham?"


Mendengar perkataan Nabila tentang perilakunya dulu, ia kini merasa malu tapi ia sama sekali tak menyesali perilakunya yang seperti maniak saat menyukai seseorang karena baginya itu adalah bentuk ketulusannya.

__ADS_1


"Oke, jadi aku bisa menarik kesimpulan dari ucapanmu. Aku boleh mendekatimu, tapi aku jangan melakukan hal - hal konyol atau kamu akan menyebarkan rekaman-ku? Seperti itu, kah?" Reyhan sengaja bertanya dengan pertanyaan menjebak.


Nabila tak menyangka pikiran Reyhan malah seperti ia berkata jika Reyhan di ijinkan mendekatinya, apa dia salah bicara?


"I-itu..." gagap Nabila.


"Baiklah, kesepakatan sudah dibuat. Aku akan melakukan pendekatan padamu dengan cara yang kamu mau. Jadi, mau kamu seperti apa? Pendekatan secara Lembut, sopan? Baiklah, jika aku ingin membantumu menjadi Sutradara dan itu adalah caraku mendekatimu, apakah menurutmu itu berlebihan atau konyol?" tanya Reyhan, menatap serius Nabila.


"Sutradara? Kenapa kau berbicara begitu? Kau tau sesuatu?" tanya Nabila heran, ia hanya mengatakan tentang dirinya yang akan menjadi Sutradara kepada temannya.


"Tapi, darimana kamu tau Apl itu?"


"Kamu tidak ingat status WA-mu kemarin. 'Kitty come back'. Adikku kebetulan adalah fans setia pembaca novelmu, saat kamu menulis status itu, adikku juga menulis hampir sama persis sepertimu."

__ADS_1


"Lalu?" tanya Nabila lebih penasaran lagi.


"Lalu aku meminta adikku mengunduh Apl-nya dan membuat akun. Uhm... disana ada komentar salah satu akun pembacamu, sebenarnya itu membuatku kesal. Jadi, aku membalas komentarnya. Dari sana, aku tau kau sepertinya ingin menjadi Sutradara."


"Tunggu, aku akan membuka akun-ku." dengan cepat Nabila membuka akun menulisnya dan membaca komentar - komentar tentang ia yang akan menjadi sutradara bersama Produser Dimas. Setelah menscroll ke atas ternyata semua itu gara - gara dua akun yang saling berbalas. Satu akun Dimas yang dikenali dia dengan nama Pria Pemilik Kitty, satu lagi akun yang tidak dikenal Nabila bernama Kitty Milikku.


"Apa nama akun-mu, Kitty Milikku?" tanya Nabila menatap Reyhan.


"Uhm, itu." Reyhan mengiyakan.


"Ya ampun, Rey! Lihat, ini maksudku saat aku bilang kau selalu melakukan hal konyol saat menyukai seseorang! Untuk apa kau membalas Mas Dimas seperti ini?! Kamu kekanakan sekali!" Nabila mulai tersulut emosinya.


"Aku hanya cemburu, apa salah? Dia menamai akun-nya dengan Pria Pemilik Kitty! Tentu saja aku tak bisa menahan emosiku!" balas Reyhan membenarkan tindakan dirinya.

__ADS_1


"Rey!" Nabila pergi ke lemari pendingin, membuka dan mengambil air dingin lalu meminumnya ia merasa gerah dengan keras kepala Reyhan.


Reyhan merasa tetap tak bersalah, menurut dia apa yang dilakukan adalah bentuk mengungkapkan semua perasaannya.


__ADS_2