
Mulut Barbara terbuka lebar, kedua matanya membelalak tak percaya.
"Tutup mulutmu! Cantik - cantik mangap kayak orang bego," Jahil Reyhan pada adik perempuannya.
Seketika Barbara menutup mulutnya, ia menatap wajah Kakak dan calon Kakak Iparnya bergantian. "Kak Rey, kakak gak lagi bercanda, kan?" tanya Barbara masih tak percaya.
"Halo, Assalamualaikum. Aku Nabila, penulis Kitty. Kakakmu berkata benar, kami akan segera menikah." Nabila maju memperkenalkan dirinya.
Barbara masih tertegun, tapi saat wanita yang mengaku calon kakak iparnya itu memeluknya seketika ia tersadar dari rasa terkejutnya.
"Selamat ulang tahun, sayang. Barakallah fii umrik. Wish u all the best." Ucap Nabila masih sambil memeluk Barbara.
Barbara membalas pelukan Nabila, ia tersenyum bahagia. " Mimpi apa aku semalam? Di hari ulang tahunku bertemu penulis hebat seperti Kak Nabila sekaligus mempunyai kakak ipar. Seneng banget, Mama juga pasti seneng soalnya Mama juga fans novel Kak Nabila."
Nabila melepaskan pelukannya dari tubuh Barbara, ia membalas senyuman tulus calon adik iparnya itu. " Aku juga merasa sangat senang mendapatkan adik ipar yang luar biasa cantik dan baik sepertimu."
"Tapi, jangan bilang pada siapapun kalau kami akan menikah. Aku tidak ingin karena Mas Reyhan seorang pemilik Agensi apalagi dalam film yang akan kubuat kakakmu ini menginvestasikan milirian rupiah mungkin bisa sampai trilliunan, aku sebagai Sutradara dalam proyek film ini tidak ingin dikatakan oleh orang - orang bisa menyutradari film karena istri dari seorang Investor film." Pinta Nabila.
Reyhan menghela nafas sabar dengan keputusan Nabila, dia juga hanya bisa menuruti keinginan sang calon istri. " Ikuti saja permintaan Kakak iparmu, jangan bilang dulu ke Papa sama Mama biar Kakak nanti sekalian ngenalin secara resmi setelah pesta berakhir."
__ADS_1
Barbara mengangguk, "Siap. Kalau begitu kalian berdua jangan masuk ke dalam berdua bareng, di dalam sudah banyak temanku juga beberapa artis kenalan Mama. Ada juga Artis dari bawah naungan Agensi kakak, jadi Kak Nabila masuk bareng sama aku aja." Ajaknya.
Sekali lagi Reyhan menghela nafasnya, padahal ia sangat ingin bersama Nabila sepanjang pesta. "Kalian berdua, masuklah."
Barbara segera menggandeng lengan Nabila, mereka berdua masuk ke dalam meninggalkan Reyhan yang masih cemberut.
Calon adik iparnya itu membawa Nabila ke tempat Ibunya berada, ia akan mengenalkan Nabila sebagai penulis.
"Mah!"
Nandini sang Ibu berbalik ke arah putri yang memanggilnya, "Sayang, pesta sebentar lagi mulai kamu malah ngilang. Gimana, sih?"
"Hehe, ini Mah aku mau ngenalin penulis Kitty. Dia adalah penulis Novel favorit kita, kenalin namanya Nabila." Ujar Nabila mengenalkan.
"Halo Tante, apa kabar?" tanya Nabila seraya bercipika cipiki.
"Baik, sayang. Kamu tau gak, tante fans berat novelmu loh. Apalagi kabarnya sebentar lagi akan diangkat menjadi sebuah film, hebat kamu. Selamat, ya." Ucap Nandini sangat antusias.
"Makasih, Tante."
__ADS_1
"Tante, siapa ini? Aku lihat wajah Tante sangat bahagia bertemu dengannya." Tanya seorang wanita cantik menghampiri Nandini yang sedang berbincang dengan Nabila.
Nandini tersenyum ke arah Rosa, putri dari sahabatnya sejak kecil. Ia mendengar dari sahabatnya jika putrinya Rosa sejak kecil sudah sangat menyukai Reyhan putranya itu, tapi karena Rosa sekolah di luar negeri menyelesaikan study S2- nya. Rosa baru bisa pulang setelah menyelesaikam study nya itu.
"Dia adalah penulis favorit Tante, sekarang kabarnya dia akan menyutradarai film dari Novel yang ditulisnya. Tante senang karena gak sabar menunggu film itu rilis, pengen cepet nonton." Ucap Nandini semangat.
"Wah, hebat. Halo, nama saya Rosa." Rosa berbicara pada Nabila.
"Halo juga," Jawab Nabila.
"Rosa ini putri dari sahabat Tante, dulu sekampung sama Ibunya. Kami sama - sama berasal dari Jawa Timur, Rosa juga teman masa kecil Reyhan putra Tante. Mereka sejak kecil susah sekali dipisahin, nempel terus. Tapi karena Rosa ingin kuliah di luar negeri, mereka jarang ketemu lagi. Sekarang Rosa sudah selesai dengan study S2 - nya, dia juga mengambil jurusan film." Nandini panjang lebar mengenalkan Rosa.
Nabila hanya mengangguk, ia terus tersenyum ramah.
"Katanya Rosa mau kasih kejutan sama Reyhan, jadi setelah dia pulang belum ngasih kabar sama Reyhan. Barbara, kakakmu sudah datang belum?" Tanya Nandini celingak celinguk mencari keberadaan putranya.
"Emang Kak Rosa masih suka sama Kak Reyhan, ya?" celetuk Barbara bertanya usil.
"Tentu, wanita mana yang bisa melupakan cinta pertamanya. Apalagi aku juga adalah cinta pertamu kakakmu, bahkan kakakmu Rey dulu sering mengatakan akan menikah denganku dan akan menungguku. Kami juga sempat berjanji, sekarang aku akan menepati janji kami dan akan meminta kakakmu menepati janjinya menikahiku, hihi." Sahut Rosa dengan bahagia.
__ADS_1
Degh!
Saat mendengar penuturannya, Nabila seketika menatap wajah cantik Rosa. Wajah lembut dan juga sepertinya wanita baik dan tidak sombong. Apakah dia harus bersaing dengan wanita hebat di depannya ini?