Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???

Ku Kejar Kau Cuek, Kau Kejar... AKU ???
Sakit.


__ADS_3

Wanita chubby itu sedang mencari salah satu naskah yang sudah di edit, ia menggigit bibirnya kesal. "Pasti tertinggal di sebelah, padahal aku masih belum ingin bertemu Mas Rey."


Nabila berjalan mondar - mandir dengan menggigiti kuku jarinya, "Ambil aja lah, naskah itu penting banget."


Wanita itu keluar lalu menekan bel Apartemen Reyhan, tapi berapa kali pun ia menekannya pintu tetap tidak terbuka. "Apa Mas Rey udah berangkat kerja? Tapi ini masih terlalu pagi."


Nabila akhirnya menekan sederetan nomor kode kunci pintu, setelah pintu terbuka ia segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


Suasana di dalam sangat sepi, Nabila mengedarkan pandangannya ke arah ruang tamu yang kosong lalu ke meja makan. Dia melihat bungkus grabfood semalam, dia mendekati meja melihat bungkusan makanan itu masih rapi. Dia membukanya dan benar saja makanan masih utuh belum tersentuh.


Ia akhirnya berjalan mendekat ke arah kamar tidur, pintu terbuka dengan gorden kamar masih tertutup rapat membuat suasana kamar sangat gelap tanpa lampu dan cahaya pagi dari luar jendela.


Nabila masuk ke dalam kamar dengan pelan, ia melihat gumpalan besar dibawah selimut dengan bergumam tidak jelas. Ia menekan saklar lampu seketika cahaya terang lampu menerangi kamar tidur besar itu.


"Mas Rey?" tanya Nabila dengan suara pelan seraya mendekati ranjang.

__ADS_1


"Um..." hanya terdengar suara gumaman tak jelas keluar dari bibir suaminya itu.


Nabila mempercepat langkahnya, membuka selimut yang menutupi kepala suaminya. Menaruh punggung tangannya di kening lelaki di atas tempat tidur itu.


"Aw, panas! Mas Rey!" Nabila menepuk pelan pipi suaminya yang memerah.


Lelaki itu menyipitkan kedua matanya, manik matanya berwarna kemerahan seperti warna di pipinya, "Sa... yang... uhukkk..." ia terbatuk.


"Tubuhmu panas, apa kamu belum makan, Mas?" tanya Nabila khawatir.


"Aku buatkan bubur dulu, setelah itu kamu minum obat," resah Nabila dia segera pergi menuju dapur.


Saat menyiapkan bubur, ia masuk lagi ke dalam kamar membawa air hangat dan handuk kecil. Ia menaruh handuk yang sudah dibasahi air hangat ke atas kening suaminya.


"Baby, a-aku..." mata merah suaminya menatapnya penuh penyesalan.

__ADS_1


"Jangan bicara, Mas. Aku sedang melakukan kewajibanku sebagai seorang istri, tapi bukan berarti aku akan memaafkanmu." Ujar Nabila seraya berdiri dari pinggir ranjang kembali pergi keluar menuju dapur.


Diluar kamar Nabila menarik nafas panjang, dia lalu membuka kunci ponselnya dan menelepon Dimas untuk meminta ijin karena akan datang terlambat.


"Nab, kamu gak apa - apa kan?" tanya Dimas mendengar Nabila meminta ijin, pasalnya setelah dia mengetahui tentang hubungan Nabila dan Reyhan ia segera menyadari jika Novel yang Nabila tulis adalah tentang Nabila sendiri dan Reyhan.


"Aku baik - baik saja, emangnya kenapa Mas Dim?" tanya Nabila balik.


"Aku sudah membaca novel season keduamu. Aku baru sadar ternyata cerita novel pertama sepertinya tentang kamu dan Reyhan saat kamu bekerja untuknya selama 2 tahun, benar kan?"


Nabila menggigit bibirnya, ternyata Dimas sudah menyadari tentang cerita novel itu. "Ya, itu benar."


Lama tak ada suara balasan dari Dimas saat Nabila mengakuinya, "Jadi, tentang cerita novel season ke-2 juga adalah tentang ceritamu dan Reyhan. Kalian sudah menikah secara agama dan juga tentang masalah wanita lain di kehidupan pernikahan kalian, apa itu juga benar?"


Degh!

__ADS_1


Nabila kebingungan menjawab, karena saat dia menulis novel barunya dia tak menyangka Dimas akan menyadari cerita di novel season pertama. Dia sekarang merasa malu karena seakan dia sudah menulis aib rumah tangganya dalam cerita novelnya.


__ADS_2